Udah bisa ditebak, Yena Yohan pasti sampe duluan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejeong udah nunggu adeknya di depan rumah.
"Adeknya teteh pulang juga." ucap Sejeong merentangkan tangannya.
"Teteh!" ucap Yena buru-buru keluar mobil.
"Sama siapa tuh?" tanya Sejeong iseng. Yah, siapa tau calonnya Yena.
Pak sopir udah turun. Ternyata Yohan. Sejeong ngga jadi excited. Yohan lagi, Yohan lagi. Apa yang dia harapkan?!
Kapan adeknya dapet cowok kalo sama Yohan nempel macem perangko kayak gini?!
"Ya Allah, Yohan tah ternyata. Masuk masuk." ucap Sejeong ramah banget.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Teh, bunda sama ayah dimana?" tanya Yena.
"Di dalem. Sana gih, udah di tunggu." ucap Sejeong.
Akhirnya Yena -dengan ninggalin Yohan, masuk rumah bertemu ayah bunda buat cipika cipiki sama pelukan bentar. Abis itu cepet cepet ngacir ke kamarnya. Apalagi kalo ngga rebahan?!
"Kamar gue!" ucap Yena menjatuhkan diri di kasur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di ruang keluarga, Yohan asik banget, ngobrol sama Ayah Yena.
Sejeong masuk kamar Yena.
"Si Yohan betah banget ngobrol sama ayah." ucap Sejeong.
KAMU SEDANG MEMBACA
INSANE (ft. 99 Line)
Fanfiction(18+) Kata crazy pun ngga cukup, insane gue bilang. -au People come and go in your life, but the right ones will always stay🌻 -itschillwords.
