26. insane last day

730 53 10
                                        

Seunghun yang jadinya tidur sama Naeun akhirnya deeptalk berdua.

Sama aja, jari Seunghun ngga berhenti buat keluar masuk ke lubang Naeun.

"Aku mau ngomong serius," ucap Seunghun.

"Itu jari akh- dikeluarin dul- akh-,  Seunghun," desah Naeun waktu Seunghun mempercepat jarinya keluar masuk at the hole.

"Aku maunya gini," ucap Seunghun.

"Keluarin," saut Naeun.

Akhirnya Seunghun nurut.

Naeun mulai mengeluarkan gundukannya dari balik piyama yang dipakainya

Nursing.

Seunghun mulai menghisap gundukan sintal tersebut.

"Kenapa makin gede?" tanya Seunghun.

"Emang siapa yang tiap malem nyusu?" saut Naeun.

Seunghun senyum kemudian menghisap lagi body part kesukaannya.

"Yang," panggil Seunghun.

"Iya," balas Naeun memegang tangan Seunghun yang memelintir putingnya.

"Jangan keras keras. Sakit," ujar Naeun.

Kemudian, Seunghun hanya mengusap dan menghisapnya sesekali.

"Jadi tinggal bareng kan? Abis semester ini," saut Seunghun.

"Jadi, udah di bolehin papah mamah. Kemaren aku coba bilang, terus mereka bilang ngga papa." saut Naeun.

"Kita kapan bilang ke anak anak?" saut Naeun.

"Waktu di kos aja," saut Seunghun.

Naeun mengangguk.

Seunghun melepas hisapannya,

Malah nindih Naeun,

"Gini bentar ya, abis ini kita tidur," pinta Seunghun.

Naeun ngangguk, lagi.

"Kamu mau ikut aku S2?" tanya Seunghun.

"Kemana?" saut Naeun.

"Jepang, aku masuk rekomendasi Engineering." saut Seunghun.

"B-beneran?" ucap Naeun. Pacarnya ngga se ambis itu ya, buat sampe dapet rekomendasi dosen ke Jepang.

"Boleh," saut Naeun.

"Tapi sebelum itu, aku mau kita-" ucap Seunghun kepotong.

"Udah, mikir skripsi dulu. Urusan nikah ataupun gimana, kita jalanin yang ada dulu sekarang," saut Naeun.

Seunghun kembali memeruk erat Naeun.

"Makasih," bisik Seunghun.

****

Pagi hari dimana mereka udah siap siap biar ngga ketinggalan pesawat.

Mark tiba tiba udah di dapur dengan dandanan casual kayak biasanya. Ngapain?  Masak.

"Woy, pagi bener pak ustadz?" saut Yena yang mau ambil persediaan apel di kulkas.

"Eh, Elu Yen. Arin mana?" tanya Mark masih serius banget padahal cuma nuangin minyak ke wajan.

"Sini gue aja, cuma nuangin minyak kenapa jadi serius begitu dah mukanya, " ucap Yena.

"Gue nitip," ucap Yena waktu ngeliat Mark nyemplungin naget.

INSANE (ft. 99 Line)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang