Wajahmu sama seperti orang yang aku kenal,tapi sikap dan perilakumu sangat berbeda.Kenapa??
-V.A.K
#######
"Lit ikut extra-dance?"-tanya marsha
Violita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum,ia memang dari dulu ingin sekali mengikuti extra dance tapi ayahnya slalu melarangnya.
"Kalau sakit lu tambah parah gimana?"-tanya marsha
Marsha takut jika sakit pada sahabatnya akan semakin parah,ia belum siap kehilangan lita.Lita hanya membalasnya dengan senyuman.Lita sosok gadis yang ceria dan murah senyum,ia tidak terlalu memikirkan tentang penyakit yang ada ditubuhnya.
"Gw gak papa sha"-ucap lita
"Alasan lu ikut dance??"
"Hobby aja"
Marsha menatap kearah lita dengan penuh kecurigaan."Jangan jangan biar lu bisa ketemu arlies ya".
Lita mengerutkan keningnya,bagaimana bisa sahabatnya berpikiran seperti itu.Bukan kah marsha yang menyuruhnya untuk moveon dan sekarang diingat kan kembali,haduh.
"Apa hubungannya??"
"Arlies ikut basket nah kan harinya sama kayak dance"
"Maksud lu?"
"Basket hari selasa dan kamis,dan extra dance juga selasa dan kamis jadi sama"
Lita menganggukkan kepalanya paham,sekarang ia paham apa yang dimaksud marsha.Lita menggeleng gelengkan kepalanya,ia bingung kenapa slalu ada nama arlies dalam setiap perbincangannya.Bisakah tanpa satupun orang menyebut nama arlies?rasanya sekolah ini seperti pemuja arlies--bukan menyembah ya--kecuali dirinya.
"Aku bakal lupain dia"-ucap lita
Marsha membulatkan matanya,ia sedikit terkejut ternyata sahabatnya ini sudah lelah berjuang.
"Tapi lit dia kan...."-belum selesai marsha berbicara,lita sudah dahulu memotong pembicaraannya.
"Cukup sha,soal itu gak usah dibahas lagi"-ucap lita
Marsha menganggukkan kepalanya paham,ia tidak mau bertengkar lagi karna terus membahas arlies.
"Makasih udah mau ngertiin"
#######
Beberapa most wanted sekolah ini sedang berkumpul dikantin,banyak beberapa pasang mata yang melihat mereka.
"Lies,kemarin lita beneran gak lu antar pulang?"-tanya surya
"Gak"-ucap lies singkat
"Busyet pulang sendiri dong si lita"-tambah zidan
"Ar diakan...."-belum selesai marsha berbicara,lita sudah dahulu memotong pembicaraannya.
"Gwe bilang gak usah dibahas!!"-bentak arlies
Arlies langsung pergi meninggalkan ketiga temannya,entah ia mau kemana.Apa mau memberi pelajaran lagi pada violita dengan cara menyakitinya??.
Saat marsha dan lita sedang bercanda gurau,tiba tiba lengan lita ditarik kasar oleh arlies.Violita hanya mengikuti arahan arlies sambil meringis kesakitan.
"Sakit lies"-ringis lita
Arlies menghiraukan ucapan lita,ia tidak merasa iba saat melihat wajah lita yang menahan kesakitan.Arlies membawa lita ditempat yang lumayan sepi.
"Kemarin lu gak bilang apa-apa ke bokap lu kan?"-tanya arlies
Lita hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil berusaha menahan rasa sakit dilengannya karna cengkraman arlies sangat kuat.
"Bagus,jangan bikin keluarga gwe juga ikut menderita"
Arlies langsung melepas tangannya dari lengan lita dan langsung pergi meninggalkan lita sendirian.Air mata lita mulai mengalir,rasa sakit ditangannya tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya.
"Sikap dan perilakunya tidak seperti dulu"
Tiba tiba saja datang beberapa anggota genk pretty,ia tertawa saat melihat kondisi lita yang sekarang.Lita sebenarnya tidak takut dengan mereka tapi ia tidak mau menambah masalah,apalagi masalahnya juga sudah cukup rumit.
"Violita violita... udah ditolak mentah mentah masih aja ngejar,ngerendahin harga diri aja"-ucap berlin
"Nah tuh bener kata berlin,mending lu itu dirumah sakit ngejalanin semua pengobatan biar lu sembuh"-tambah bela
Violita memutar bola matanya,rasanya ia ingin tertawa didepan para anggota pretty sekarang juga.Seharusnya mereka juga ngaca kan?kenapa disini hanya dia yang disuruh sadar diri?aiss aneh.
"Ngapain lu?"-tanya salsha
"Menurutloh?"-ucap lita
Lita tidak ingin terus mengalah,ia sudah cukup cape harus diam dan diam saat ada orang yang menindasnya.Violita berbeda bukan yang dulu,yang slalu memperjuangkan arlies tanpa memikirkan harga dirinya.Jelas ia berbeda!!.
"Berani ya lu sama gwe hah?!"-bentak berlin
Violita tidak takut sama sekali dengan mereka semua,tapi sekali lagi ia tidak ingin dimenambah masalah!.Lita sedikit bingung dengan cia,cia tidak sama sekali ikut membully nya tapi cia hanya diam saja.
"Udah kan?gwe mau pergi dulu"
Violita langsung pergi meninggalkan genk pretty,kesedihannya sekarang berubah menjadi kemarahan.Ia bukan lah gadis yang dibully hanya diam tanpa mencoba perlawanan,jika ia mau pun bisa saja membuat mereka menderita dengan uang milik ayahnya itu.Untung saja ia baik hati.
Saat violita sedang berjalan,ia melihat seorang laki laki sperti haru dengan cepat lita mengejarnya.Lita sudsh kehilangan jejaknya,ia memutuskan untuk balik kekelas.
Brugh..
Lita menabrak dada bidang seseorang yang lebih tinggi darinya,ia mendongakkan kepalanya.
"Haru"
Laki laki itu mengerutkan keningnya,ia bingung kenapa gadis didepannya memanggil nama haru?.
"Haru kamu kembali?"-tanya lita
Pria ini semakin dibuat bingung oleh lita,tiba tiba lita langsung memeluk erat tubuhnya.Ia langsung melepas pelukannya cukup kasar,lita hanya menatap tak percaya.
"Haru kamu berbeda"
"Maaf saya bukan haru"
Lita menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya,ia mencoba memukul mukul kepalanya.
Ini mimpi kan?ayo bangun lita-gumamnya
"Kenapa kamu memukul kepala seperti itu?"
Lita hanya cengegesan saja,sepertinya ia sedang bermimpi.
"Gak papa"
Lita langsung pergi meninggalkan laki laki itu tanpa bertanya siapa namanya.Lita hanya menggerutu dalam hatinya.
Kenapa laki laki itu sangat mirip dengan haru?kamu dimana haru?-batin lita
######
Hallo semua
Ayo tebak-tebak an
Siapa haru?
Apa hubungan arlies dengan violita?
Ayo jawab hehehe
Jangan lupa votmen ya
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Oranges[#ViLeS]
Teen Fiction[Belum revisi] Menyukai seseorang sudah beberapa tahun lamanya,tidak dipendam tapi diberi tahu secara terang terangan.Tapi tetap saja laki laki itu tidak menyukainya sedikit pun,meskipun mereka bersatu tapi tak ada rasa cinta. Gadis ini tak berputus...
![Love Oranges[#ViLeS]](https://img.wattpad.com/cover/221826810-64-k112446.jpg)