"Assalamualaikum" seseorang mengucapkan salam sesaat setelah masuk membuka pintu rumah nya yang tak lain adalah Nadhira.
"Walaikumsalam" jawab Maura, yang kala itu sedang berjalan dari halaman belakang menuju dapur sembari membawa sayuran segar.
"Udah pulang kak? Ganti baju dulu gih sama cuci tangan, ibun baru aja mau masak nih" menuju wastafel mencuci untuk sayuran.
"Iya Bun, Nadhira ke atas dulu ya"
Nadhira mencium tangan Maura.Senang sekali melihat kedua ibu dan anak ini. Walaupun hanya seorang ibu dan anak sambung tapi kasih sayang mereka layak nya seorang ibu dan anak kandung.
Maura sangatlah menyayangi Nadhira, begitu pun sebaliknya.
Nadhira akhir nya naik tangga untuk segera membersihkan dirinya di kamar.
Pintu putih dengan hiasan bunga kecil di depan nya, menandakan itu kamar Nadhira. Design shaby chic dengan bunga-bunga manis menghiasi isi kamar Nadhira.Siapa yang menyangka, di balik sifatnya yang dingin dan judes, ada sifat lembut dan girly yang tidak orang lain ketahui.
Sesaat setelah ia selesai cuci tangan dan mengganti baju, handphone nya berbunyi tanda notifikasi whatsapp.
"Ting"
"Ting"Ternyata itu dari sahabat nya, Bian.
Bianca
Ra
Jadikn ntar?
Gue gk boleh keluar Bi √
Serius Lo?
Gak √
Boong:v √
Garing bet anjir😭
:V √
Lo ngapain cht gue? √Gpp, mau mastiin doang
Kalau jadi jalanOoh √
Btw, ntr lo jemput gue
kn?IDIH OGAH √
Trus naik apa bego
Ojol √
HEH😭
Gue bayarin bensin deh
Ya?Nah boleh tu √
Cabut jm brpa? √Abis ashar deh
Itung² lo smpe rumah gue
sekitar jam 4Oke √
"Kakkkkk, udah belum mandi nyaa??"
Maura berteriak memanggil nadhira dari bawah.Nadhira tersentak dan langsung bergegas untuk turun menyantap makanan di dapur.
"Iya bunnn bentarr"
Nadhira turun membawa juga handphone nya, takut Bian tiba-tiba menelpon.

KAMU SEDANG MEMBACA
HITAM
Teen FictionJangan datang padaku. Aku ruang hampa yang tak pernah kau temui dimana pun. Hatiku terlalu gelap untuk ditempati siapapun. Bahkan cahaya tak pernah ku beri celah masuk dalam sela jiwa ku yang sempit. Apa lagi kamu?