37. Untuk Bahagia

120 5 0
                                        

Kita tidak bisa melepaskan orang yang kita cintai begitu saja.
Tetapi kita juga tidak bisa menahan orang yang tidak mencintai kita.

🐾🐾🐾

"happy birthday,Rel" ucap Dirga tersenyum.

"makasih,Dir. Ternyata lo masih inget" ucap Aurel.

"kita harus rayain hari ulang tahun lo. Ikut gw!" seru Dirga.

🐾🐾🐾

Aldi ingin menjenguk Aurel di rumah sakit. Namun pada saat sampai disana Aldi melihat ruang rawat Aurel sudah kosong.

Aldi langsung ke rumah Aurel. Sepanjang perjalanan rumah Aurel Aldi begitu khawatir dengan Aurel.

Aldi baru saja sampai di rumah Aurel.

"Assalamualaikum" salam Aldi.

"Waalaikumsalam,eh nak Aldi. Kamu gak bareng Aurel?" mama Aurel menjawab salam Aldi dan langsung bertanya.

"enggak tante. Aurel kemana tante?" tanya Aldi khawatir.

"astaga Aurel kamu dimana sayang?" tanya mama Aurel kahwatir.

"harusnya hari ini Aurel harus balik ikut kemo. Tapi pagi pagi tadi pas tante pengen jemput Aurel di rumah sakit. Aurel udah nggak ada disana. Aurel nulis surat kalo tante nggak perlu khawatir karna dia bakal balik" jawab mama Aurel terhadap pertanyaan Aldi.

"yaudah tante,saya cari Aurel dulu. Assalamualaikum" ucap Aldi kemudian menyalami mama Aurel dan meninggalkan rumah Aurel.

"Hati hati ya. Waalaikumsalam" ucap mama Aurel.

🐾🐾🐾

Aldi begitu khawatir dengan Aurel. Sepanjang perjalanan mata Aldi tak berhenti mencari keberadaan Aurel.

"lo dimana sih,Rel?" tanya Aldi khawatir.

🐾🐾🐾

Dirga dan Aurel baru sampai di rumah Dirga.

"kita ngapain ke rumah lo,Dir?" tanya Aurel.

"ngambil mobil" jawab Dirga. Dan Aurel hanya mengangguk mengiyakan. Kemudian Dirga meninggalkan Aurel sendiri di ruang tamu.

Merasa ada yang datang mama Dirga pergi mengecek ke ruang tamu rumah mereka. Ternyata ada Aurel di sana. Mama Dirga langsung menghampiri Aurel.

"eh ada Aurel" ucap mama Dirga.

"eh tante. Maaf tante,Aku masuk gak bilang bilang. Tadi Aku ama Dirga" ucap Aurel sambil tersenyum ramah.

"oh bareng Dirga" ucap mama Dirga.

Mama Aurel merasa ada yang aneh dengan wajah Aurel. Wajah Aurel terlihat sangat pucat dengan kantong mata yang hitam. Kemudian mama Aurel ingin mencari tau kebenaran yang Dirga dan Aldi tadi bicarakan.

"kamu lagi sakit?" tanya mama Dirga.

"iya tante" jawab Aurel tersenyum gugup.

"kalo tante boleh tau sakit apa?" tanya mama Dirga.

"mama ngomong apaan ama Aurel?" ucap Dirga tiba tiba.

"nggak" jawab mama Dirga.

"muka kamu kenapa memar gitu?" tanya mama Dirga setelah menyadari wajah Dirga yang memar.

"tadi aku jatuh" jawab Dirga bohong.

"yaampun kenapa gak hati hati sih sayang?" tanya mama Dirga.

CINTA PERTAMA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang