30. Tertunda

144 6 0
                                        

Sebaiknya aku tak perlu memilikinya jika hanya untuk meninggalkannya, dan sebaiknya aku harus menyakiti perasaanku daripada harus menyakitinya.

🐾🐾🐾

Aurel 🖤 Dirga

Melihat tulisan itu Dirga begitu terkejut. Ia langsung berhenti berlari.

Aurel langsung bingung dengan Dirga.

"Kenapa Dir?" tanya Aurel bingung.

"ikut gw! Ada yang pengen gw omongin ama lo" seru Dirga. Kemudian Dirga menarik Aurel sampai ditempat yang begitu banyak bunganya.

🐾🐾🐾

Menyadari ada yang aneh dengan Dirga Aurel terlihat begitu bingung. Sehingga memutuskan untuk bertanya langsung kepada Dirga.

"lo kenapa sih Dir?" tanya Aurel.

"Rel,udah berapa lama?" tanya Dirga tanpa menjawab pertanyaan Aurel.

"lama apa sih,Dir?" tanya Aurel bingung dengan maksud Dirga.

"kenapa lo nggak bilang ke gw sih,Rel?" tanya Dirga lagi membuat Aurel semakin bingung.

"bilang apasih Dir? Lo nggak jelas banget sumpah" ucap Aurel kesal.

"yaudah nanti aja deh" ucap Dirga.

"gak jelas" ucap Aurel kesal.

"yaudah kita pulang yuk!" ajak Dirga.

🐾🐾🐾

Keesokan harinya Dirga datang menjemput Aurel di rumahnya.

"Assalamualaikum" salam Dirga.

"Waalaikumsalam,eh nak Dirga" mama Aurel menjawab salam Dirga.

"tante ada Aurel?" tanya Dirga.

"oh ada,yaudah duduk dulu yah! Tante panggilin Aurel dulu" seru mama Aurel.

Dirga masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu rumah Aurel.

Tak lama kemudian Aurel menghampiri Dirga.

"eh lo pen ngapain dah pagi pagi udah dateng?" tanya Aurel.

"pengen ajak lo keluar" jawab Dirga.

"ya ampun rapi bener dah" ucap Aurel sementara Dirga hanya tersenyum.

"yaudah gw ganti baju dulu" ucap Aurel lagi kemudian pergi kekamarnya.

🐾🐾🐾

Sesampainya di kamar Aurel langsung mengeluarkan baju baju yang menurutnya bagus. Lumayan lama Aurel memilih baju.

Hingga akhirnya Aurel memilih baju dress selutut berwarna biru dongker.

"semoga aja Dirga gak rasa aneh" harap Aurel.

Aurel keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Dirga.

Dirga begitu terpesona melihat Aurel memakai pakaian seperti itu.

CINTA PERTAMA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang