🎬Take Seven.

2.6K 249 71
                                        

Pagi mulai menyapa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pagi mulai menyapa. Matahari perlahan masuk memenuhi sudut-sudut kamar, tebalnya gorden berwarna krem nyatanya tak bisa menahan cahaya menawan tersebut. Perlahan kelopak cantik Irene terbuka dan mengerjap pelan, ia mengeluh saat merasakan tubunya begitu kaku. Bagaimana tidak? Sehun sama sekali tak bergerak karena sepanjang malam tubuh besarnya merengkuh Irene.

"Sudah bangun?" baritone serak milik pria didepannya membuat fokus gadis itu berubah. Irene menatap Sehun dengan rambut basahnya, ia membelakangi cahaya dan membuat visualnya tampak semakin menawan. "Maaf aku tak mengajakmu untuk mandi bersama." cicitnya pelan sambil memainkan anak rambut Irene. Sementara gadis didepannya merasa malu dan dongkol karena godaan Sehun.

"Aku bukan bayi." Irene memalingkan parasnya guna menutup semburat merah yang kini tercetak cantik dikedua pipi putihnya. Sehun terkekeh ringan, tangan berototnya merengkuh tubuh mungil Irene dan membungkus gadis itu didalam selimut hampir tampak seperti sebuah kepompong. Ia memjamkan matanya dan merasakan Irene yang meronta-ronta didalam pelukannya, seutas senyum tipis terlukis.

"Aku tak mau kau berakhir menjadi sarapanku dengan tubuh polosmu, Ren." bisik Sehun dan semakin membuat Irene kesal sekaligus malu.

"Berhenti menggodaku! lepaskan aku!" pekiknya dengan vokal yang lucu, tidak merasa jengkel atau kesal Sehun malah mengeratkan pelukannya.

Irene memberengutkan bibir plumnya kala merasakan tubuh besar Sehun semakin menutupi pandangannya, "Presdir Oh, hari ini aku ada schedule! pergilah sebelum Jungwoo menjemputku." titah Irene yang tak diacuhkan sama sekali oleh Sehun. Sedang pria didepannya kini hanya tersenyum dalam diam dengan menatap tajam tepat ke iris cokelat Irene, selama 35 tahun hidupnya Sehun sama sekali tak pernah percaya dengan embel-embel cinta, kasih sayang ataupun empati terhadap satu sama lain. Pria itu dingin, acuh tak acuh, dan sangat workaholic. Baginya wanita hanyalah makhluk yang diciptakan untuk diajak bermain sesaat, tak pernah terfikirkan jika ia akan jatuh kedalam pesona seorang wanita.

Sedari dulu Sehun seperti sejuta kata dan tumpukan surat yang tertutup dalam kotak. Trauma masa kecil membuatnya benar-benar tertutup dan merasa tak ingin membukanya kembali, baginya ia dapat berdiri sendiri dan tak membutuhkan sebuah cinta atau apapun itu.

Tapi Irene—gadis muda didepannya kini entah mempunyai sihir semacam apa karena telah membuat Sehun sedikit goyah. Kotak yang ia pendam rapat menjadi longgar dan terdapat celah disana, salahkan jika Sehun beralih menginginkan bulan yang berselimut rahasia? seperti gadis didepannya kini. Ia mentari yang terlalu sibuk menebar pesonannya, membuat akal dan tembok Sehun runtuh dengan mudahnya.

Awalnya Sehun adalah pria yang datang dengan sebuah senyuman. Begitu sederhana namun berhasil memikat. Tapi semenjak kejadian 20 tahun yang lalu perlahan membuat senyumnya memudar dan berganti dengan wajah sedingin malam.

Irene bingung terhadap pria didepannya kini. Tak ada kata atau godaan lagi, ditatap seperti ini membuat seluruh fungsi otak Irene membeku. Namun ada keraguan didalam hati gadis itu, ia masih tak mengerti dengan maksud Sehun Oh selama ini. Mendekatinya, mencumbunya, hal-hal yang dilakukan oleh sepasang kekasih telah keduanya lakukan. Lalu sebenarnya apa tujuan Sehun Oh?

Be My BaeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang