05° - Good Night

759 89 9
                                        

Naufan menarik Keyna ke sebuah danau yang berada disebrang Taman, banyak sekali sepasang pemuda pemudi disana merajut asmara. Keyna mengedarkan pandangannya, Danau ini cukup luas dan bersih. Disekitar danau juga terdapat banyak pedangan kaki lima, tidak seperti diTaman Remaja tadi.

"Danau apa ni?"

"Cucunya danau toba,"sahut Naufan.

"Hahaha ngereceh lo?"balas Keyna, Naufan hanya diam semakin menariknya ke pohon besar yang ada disana.

"Ih teddy bear nauf!!"pekik Keyna menepuk tangan Naufan beberapa kali saat matanya menangkap pedagang boneka, Naufan menatap Keyna yang juga menatapnya berbinar.

"Ngapa lo?"tanya Naufan melinat ekpresi Keyna yang penuh harap.

"Lo gak mau belin gue teddy bear?"

"Buat apa? Lo udah punya,"balas Naufan.

"Ih kata siapa?!"

"Bibo?"tanya Naufan ternyata cowok itu ingat boneka semalam yang ia berikan kepada Keyna dengan hasil melempar bola.

"Bibo doang juga bosen kali nauf, dia minta temen,"sahut Keyna.

Naufan mengerjapkan matanya, apa sifat asli Keyna sudah mulai keluar? Kenapa dia terlihat seperti anak anak yang manja minta dibelikan boneka.

"Yaudah tinggal beli,"ucap Naufan enteng. Keyna mengerucutkan bibirnya, dasar tidak peka! Keyna kan minta dibelikan pacar, uang Keyna juga sudah hampir terkuras karena membayar bakso dirinya dan Naufan tadi yang ternyata mahal.

Keyna juga tidak banyak membawa uang, ia kira Naufan akan mengajaknya nonton bioskop lalu pulang.

Boneka Teddy bear itu cukup besar dan pasti harganya mahal, Keyna mengutuk dirinya yang terlalu menyukai apapun menyangkut dengan beruang, tapi tidak dengan beruang aslinya.

"Yaudah gak usah,"ucap Keyna sedikit ketus.

Naufan mengangguk, gemas dengan Keyna yang begitu lucu, tidak seperti cewek cewek lain yang minta dibelikan baju mahal dan perhiasan gadisnya ini malah minta dibelikan boneka beruang.

Dan Naufan juga baru menyadari, ternyata Keyna sangat menyukai beruang terlihat dari tas kecil Keyna yang memiliki gantungan kecil miniatur boneka beruang, dan juga sepatu flatshoes nya berwarna cokelat tua yang juga terdapat kepala beruang disana.

Sangat menggemaskan.

Naufan menggiring Keyna untuk duduk dikursi kayu dibawah pohon besar, setelah itu ia pun ikut duduk disampingnya. Mengeluarkan sebatang rokok serta pemantik api.

"Lo ngerokok?"tanya Keyna polos. bodohnya Keyna mengira jika Naufan itu biang onar tapi tidak merusak diri dengan rokok karena dilihat lihat bibir Naufan itu pink natural, tidak hitam seperti para perokok biasanya.

Mata Keyna terus melihat bibir Naufan yang mengisap Rokok dan mengepulkan asapnya.

"Kenapa?"tanya Naufan melihat Keyna bingung, lalu menyondorkan rokoknya.

"Mau?"

"Lo gila?"tanya Keyna datar.

Naufan terkekeh, "kali aja kan."

"Kalau gue mau emang lo mau ngasih?"

Naufan mengangguk pelan, menatap Keyna lekat. "Ngasih keputusan buat putus sama lo,"jawabnya membuat Keyna tertawa terbahak.

"Terus nanti gue jomblo dong?"tanya Keyna menaikan kedua alisnya.

"Dan gue nyari cewek lain yang lebih cakep."Keyna memukul kencang lengan Naufan.

SentimentalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang