12. PARTNER BISNIS

1.8K 232 7
                                        

Gunung mendengus melihat Lava yang melawatinya begitu saja. Padahal, jelas-jelas mereka udah eye contact. Gadis itu baru datang, sama seperti Gunung. Tanpa ada niat mengejarnya, Gunung lebih memilih membiarkannya saja.

Tiara masih didalam, gadis itu masih marah sejak perkataan Gunung tadi. Gunung mendesah pelan, dia berjalan ke sisi mobil tampat Tiara duduk.

Gunung membuka pintunya. "Udah dong Ra, marahnya. Aku minta maaf deh kalo terlalu kasar ngomongnya." Tiara diam tidak membalas. "Meskipun kita gak pacaran, kamu masih bisa seperti biasa kok ke aku. Kamu boleh bebas cerita, kamu bebas minta tolong, dan kamu boleh kalo mau ajak aku main."

Tiara melirik Gunung dan mengacungkan jari kelingkingnya. "Janji?"

Gunung membalas dengar jari kelingking kembali. "Janji."

Baru lah, Tiara mau keluar dari dalam mobil. Tiara lamgsung menggandeng tangan Gunung. "Kalo gini, boleh?"

"Boleh."

* * *

"Lava, nih liat kelakuan cowok lo."

Farras baru datang, dia langsung duduk disebelah Lava, bangkunya Lilu. Karena sang empunya belum datang. Cowok itu memperlihatankan hasil fotonya tadi, Gunung yang lagi digandeng dengan cewek lain, dan Lava tau, kalo itu adalah Tiara.

"Parah banget kan? Dia kayaknya selingkuh. Udah lo tenang aja, jangan sakit hati. Mending bales selingkuh juga, sama gue, yuk?"

"Lo ngapain sih Farras, gak cape?"

"Emang gue ngapain?"

Lava mengedikkan bahunya. Dia memilih membuka buku catatannya dan membaca, katanya hari ini bakal ada ulangan harian. Jadi, biar gak jelek-jelek banget nilainya, Lava belajar tipis-tipis.

"Lava, perasaan gue ke lo gak bercanda."

Lava menoleh mendengar ucapan itu. "Farras, kalo bener gitu, plis berhenti. Gue udah punya pacar."

"Gue bakal nunggu lo putus."

"Lo daripada ngomong aneh-aneh, mending baca-baca deh, mapel kesatu ulangan harian, nih foto aja kalo lo belum nulis," kata Lava memilih tidak menanggapi ucapan Farras terakhir. Dia menggeserkan bukunya kedekat Farras.

"Bacanya bareng aja, yuk?"

Lava memutar bola matanya. "Lo kalo gamau foto ini yaudah," sungutnya sambil menarik bukunya kembali, tapi Farras berhasil menahannya dan segera mengeluarkan hpnya.

"Yaudah iya, gue foto. Makasi loh udah perhatian dengan nyuruh gue baca sebelum ulangan, gue doain deh, semoga secepatnya lo putus sama cowok lo."

Dimohon untuk tidak mengaminkan orang yang sedang dimabuk cinta itu, terimakasih.

* * *

"Jadi, hasil edit sama perhitungan lo gimana?" Setelah memaksa Lava agar mau ikut dengannya, sekarang mereka sedang duduk berdua dikursi taman.

Angin lumayan besar, daun-daun yang sudah kering berjatuhan, suasananya syahdu banget. Jangan sampe ada perang dunia part sekian ya tolong banget.

"Belum gue mulai."

"Katanya kemarin, mau sama lo." Gunung, udah mulai-mulai nih.

"Ya lo pikir aja?! Emang gue bakal mood setelah lo marah-marahin gue hah?" Yang satu ini juga nampaknya udah terpancing emosinya. Suasa yang tadi terasa syahdu langsung berubah menjadi panas seketika.

UNTUNG PACAR! [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang