11

1.5K 196 103
                                        

ff not mine.. remake dari ff itachi x ino

.

.

.

"Ch-cheongju?" Sinb spontan tergagap saking terkejutnya ketika ia melihat tiket pesawat yang diberikan Jungkook padanya ketika mereka sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka menuju bandara.

Jungkook menelengkan kepala. Sedikit menampilkan ekspresi heran, meskipun tak dapat dipungkiri kalau bibirnya sedikit berkedut seolah membentuk sebuah garis senyum yang aneh. "Kenapa kaget begitu?"

Sinb pun segera menoleh pada Jungkook dan menyadari bahwa dia telah membuat pria itu curiga dengan sikapnya yang agak berlebihan.

"Eh? Itu... tidak.. Aku hanya heran saja. Tidak menyangka kalau jaringan bisnis Jeon bisa sampai kota kecil seperti Cheongju." Untungnya Sinb segera bisa berdalih, meskipun tidak bisa ia pastikan hasilnya bagaimana.

"Aa, meskipun tidak sebesar Seoul ataupun Busan, tapi Cheongju cukup berpotensi dengan keadaan alamnya. Kurasa kau tak perlu kujelaskan lebih jauh mengingat kau juga sudah ke kota itu sebelumnya," ujar Jungkook datar.

Sinb hanya bisa menanggapinya dengan mengangguk-angguk. "Iya.. kau benar..."

Selanjutnya sisa perjalanan menunju bandara yang tak terlalu jauh itu pun berlangsung dalam keheningan. Jungkook tampak sibuk memeriksa jurnalnya lalu mengecek mail di ponselnya. Pria itu bersikap cuek, selayaknya bos dan yang duduk di sampingnya tak lebih dari sekretaris, bukan istrinya. Sinb sempat merasa aneh dan tak nyaman dengan hal itu, tapi di sisi lain ia merasa lebih nyaman karena sebenarnya benaknya tengah berkecamuk. Tentu saja! Siapa yang akan bisa tenang jika ada dalam posisinya?

Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Sugeun , supir tua keluarga Jeon, pun sampai juga di depan bandara. Sinb baru sadar akan hal itu ketika didengarnya pintu di sampingnya dibuka oleh Jungkook. Ia pun buru-buru keluar. Sementara itu kedua koper mereka telah dikeluarkan oleh Sugeun dari dalam bagasi.

Setelah Sugeun pergi, tanpa banyak bicara lagi Jungkook segera menyeret koper miliknya memasuki bandara. Sinb buru-buru menyusul langkah panjang-panjang pria itu sambil menyeret kopernya sendiri.

Penerbangan Seoul - Cheongju membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Dan Sinb masih tidak tahu di bagian mana dari Cheongju, Jungkook akan mengajaknya menginap. Dalam pikirannya ia berharap sekali semoga Jungkool memesan kamar hotel yang jauh dari tempat ayah dan ibunya tinggal. Karena ia sungguh tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika ayah ibunya sampai melihatnya dengan Jungkook.

Sementara Sinb galau dengan persoalannya, Jungkook tampak tenang sekali. Menikmati secangkir expresso sambil membaca majalah yang disediakan di kelas bisnis Seoul Airlines yang memang mewah itu.

.

.

.

Jantung Sinb langsung berdetak dengan kencangnya begitu kakinya menjejak bandara kecil Cheongju. Apalagi ketika Jungkook membawanya menuju hotel yang entah berada di bagian mana dari kota kelahirannya itu. Belum pernah ia merasa begitu tegang berada di kotanya sendiri. Karena seharusnya ia senang bisa pulang kampung setelah beberapa waktu meninggalkannya. Nyatanya, Sinb malah was-was.

Ketika mobil yang membawa mereka dari bandara memasuki sebuah pelataran hotel, Sinb segera memfokuskan penglihatannya untuk melihat nama hotel yang akan dijadikan tempat mereka menginap.

Alangkah leganya Sinb mengetahui kalau hotel yang dipilih Jungkook merupakan hotel yang terletak tak jauh dari Munam Ecological Park di Cheongju, yang mana itu berarti jauh dari tempat tinggalnya. Gadis itu bersyukur sekali, karena dengan begitu kemungkinan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya sangat kecil sekali.

Scenario Love ( Sinb.Jungkook )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang