👻
"Sayang, ayok makan, sop tulang nya udah masak nih."
Tidak ada jawaban, ku coba sekali lagi memanggil kekasih ku.
"Sayang!" Masih tidak ada jawaban, ku putuskan untuk menghampirinya ke kamar.
Ku buka pintu kamar kamar kami, aku tersenyum melihatnya sedang berbaring di ranjang.
"Maaf ya sayang, aku lupa kalo kaki dan tangan kamu udah aku buat sop," ucapku tersenyum manis.
👻
"Paket!" teriak seseorang dari luar rumah.
Aku yang sedang menonton di ruang tamu, menoleh ke arah pintu. Aku mengernyit bingung, tengah malam begini mengantarkan paket.
Perasaan ku mulai tidak enak. "Hmm mungkin itu paket milik Ayah."
Aku berjalan ke arah pintu, mengintip dari jendela rumah ku. "Letakkan saja di depan pintu." ucap ku.
Kurir itu pergi, setelah meletakkan paket nya di depan pintu, kubuka pintu rumah dan mengambil paket itu kemudian menutup pintunya kembali, tidak lupa pintu itu ku kunci.
Aku menatap paket itu curiga, karena penasaran aku membukanya.
"A-apa itu?!" ucap ku syok melihat kepala ayah ku didalam paket itu.
👻 Cerita singkat
Hari itu, hari Senin, 25 Mei 2020. Saat itu waktu menunjukkan pukul 23.00. Di kala itu aku sedang melihat ke arah langit. Entah mengapa langit saat itu agak cerah. Saat melihat ke langit, aku merasa seperti ada yang tidak beres. Aku merasakan firasat buruk dan bertanya pertanda apakah ini. Apakah akan ada musibah? Atau jangan-jangan ini?
Lalu, aku mendengar suara dari luar pagar rumah. Aku mencoba ini keluar pagar dengan mengambil kunci di kantung celana. Aku mencoba mengecek suara itu. Suara itu seakan-akan memanggilku. "Bima ...Bima," kata suara itu.
Aku hampir bisa menemukan sumber suaranya. Saat aku sudah semakin dekat, entah kenapa suara itu semakin kecil dan seakan-akan semakin jauh. Ada apa ini? Apa aku sedang dikerjai? Apakah ada yang berniat prank atau neror aku? pikirku saat itu.
Ya, lalu aku semakin dekat ke sumber suara. Lebih tepatnya di pohon beringin. Entah mengapa saat aku sudah sampai kesana kok tidak ada siapapun disana.
Duh, apa aku sedang dikerjai, tanyaku dalam hati seraya heran. Lalu, aku balik badan dan tiba-tiba aku melihat sesosok gadis yang berpakaian putih panjang, berambut hitam panjang, mata merah, wajah berlumur darah. Sesosok gadis itu tersenyum dan menertawaiku.
Lalu, aku bertanya kepada gadis itu."Siapa kamu? Apa kamu yang memanggilku tadi?" tanyaku dengan suara yang lantang.
"Hihihihihi, coba kamu lihat bagian belakangku," jawab si gadis itu.
"Tidak mungkin, kamu jelmaan sundel bolong kah?" tanyaku kebingungan.
"Benar sekali," jawabnya dengan santai.
"Apa tujuanmu memanggilku kesini?" tanyaku dengan penuh keraguan. Lalu dia masuk ke tubuhku.
Sesaat dia hendak masuk ke tubuhku, aku sempat melihat ingatannya. Rupanya dia ingin aku membantunya menyelesaikan urusannya selama di dunia. Ternyata dia ada dendam dengan seseorang. Keluarganya dibantai oleh seorang pembunuh.
Pembunuh itu adalah seseorang yang kukenal, tak lain dan tak bukan adalah pamanku. Mengapa pamanku membunuh keluarganya? Itu karena dia merasa dia hanya mendapatkan penghasilan kecil selama bekerja sebagai pembantu di rumah gadis itu. Karena itu pamanku berniat mencuri di rumah gadis itu.
Pamanku ketahuan dan hampir mau diadukan ke polisi. Saat ketahuan itu dia memutuskan untuk membunuh gadis itu beserta keluarganya. Pamanku mengubur jasad mereka di belakang rumah gadis itu.
Kemudian gadis itu berhasil mengambil alih tubuhku. Mula-mula dia mengambil pisau di rumahku, lalu menyimpannya di kantung celana. Kemudian dia bergegas ke rumah pamanku. Setibanya di rumah paman, dia masuk mengetuk pintu rumahnya.
"tok, tok, tok!" Dia mengetuk pintu. Kemudian pamanku membuka pintunya,
"Ya, siapa?" Begitu dibuka gak ada siapa-siapa. Itu karena dia langsung bersembunyi di balik pohon dekat rumah.
Kemudian, dia melempar batu ke arah jendela rumah pamanku. Pamanku mendengar itu dan mengecek keluar.
Dia bersembunyi lagi, tapi di pohon yang lain, karena di rumah pamanku ada banyak sekali pohon pisang. Kemudian, dia mengendap-endap dan menusuk jantung pamanku dari belakang.
"Ada apa, Bima? Kenapa kau lakukan ini?" Pamanku bertanya seolah kebingungan.
"Bima? Maksudmu anak ini? Maaf, aku sudah mengambil alih tubuhnya. Aku datang untuk membunuhmu," jawab dia dengan santai.
"Siapa kamu?" Pamanku semakin kebingungan.
"Kau sudah lupa denganku? Aku adalah gadis dari keluarga yang kau bunuh malam itu. Kau membunuhku beserta keluargaku," jawab dia dengan lantang.
"Jadi kau Nia? Maafkan saya, saat itu saya tak punya pilihan lain." Pamanku ketakutan dan memohon ampun, tapi sudah terlambat karena gadis itu sudah tak menghiraukannya.
Dia menyiksa pamanku sampai mati dan mengubur jas membakar jasadnya. Dia keluar dari tubuhku. "Terimakasih, sekarang aku sudah selesai dengan tugasku." Gadis itu bilang begitu setelah keluar dari tubuhku.
Selesai.
Bo! 👻
KAMU SEDANG MEMBACA
CREEPY PASTA
HorrorSaat kau sendiri bersama sunyinya malam, kegelapan menyelimuti, dan dia pun datang. Apa kau menyadari kehadirannya? Dia, ada di sampingmu. Saat kegelapan jiwa merajalela, saat itulah dia menunjukkan wujudnya. © @Inthe_micasa
