Ten

19 7 0
                                    

Sagam menghentikan mobil nya dikawasan parkir kampus, ia memilih parkir outdoor dari pada indoor ia malas.

Dengan setelan kaos hitam sebahu dan di balut kemeja garis berwarna hitam merah bawahan celana denim diatas mata kaki yang sobek dibagikan lutut kanan tak lupa sepatu sneaker berwarna hitam

Ia menyampirkan ransel berwarna hitam nya di pundak sebelah kanan lalu   bergegas menghampiri Robi dan temannya yang lainnya yang sudah menunggu nya di taman samping kampus

Robi-lelaki berkacamata itu pun berdiri melihat Sagam menghampiri nya, ia menyalami Sagam dan saling menyapa, begitupun yang lainnya

"Duduk gam". Titah Robi

Sagam mengangguk lalu ia mendaratkan bokong nya di bangku berwarna putih tulang itu

"Dari tadi nungguin pak Irham?" Tanya Sagam pada Robi dan yang lainnya

"Iya nih, lama banget". Keluh Zidan yang duduk di sebelah Robi

"Emang nya ada apa, ada rapat?". Tanya Sagam kembali

"Enggak gam, pak Irham nya lagi bimbingan  anak anak bahasa". Jawab Robi

Sagam yang mendengar nya pun hanya menjawab dengan bentukan bibir berbentuk O, setelah itu tidak ada pembicaraan dari mereka, mereka sibuk masing-masing.

--

Kriiinggg

Bel istirahat berbunyi menandakan pelajaran selesai, hari rabu yang diisi pelajaran bahasa Inggris saat jam pertama.

Kini pelajaran Inggris telah selesai, anak anak kelas sebelas farmasi mulai mengemasi barang-barang nya

Namun fokus mereka teralihkan saat Bu dini-guru bahasa Inggris mereka belum beranjak dari bangku nya, jika seperti ini mereka yakin ada yang ingin Bu dini sampaikan, Pasti.

Bu dini merasa diperhatikan pun tersenyum ke arah murid muridnya, lalu ia memulai pembicaraannya

"Emmm, mulai Minggu depan saya sudah tidak mengajar lagi". Katanya

Semua murid yang mendengar nya pun tercengang, apa katanya? Tidak mengajar? Kenapa?

"Kenapa Bu?". Tanya Rani, ia sungguh penasaran, ah bukan hanya dirinya tapi semua yang ada dikelas

"Kalian gak liat perut saya makin membesar". Seru Bu dini dengan nada bercanda

Ya, Bu dini kini sedang mengandung, anak kedua katanya

"Tapi kan bu, umur kandungan ibu masih 7 bulan". Seru Puji

Haliza yang sedari tadi mendengarkan percakapan mendengus saat penuturan dari Puji, Haliza yang duduk bersebelahan Puji pun mencubit kecil lengan nya

Haliza sangat kesal dengan seruan sahabatnya ini, bagaimana tidak? Pernyataan Puji sungguh mengganggu, umur kandungan Bu dini baru 7bulan, apa maksudnya?

Malah umur kandungan seperti ini yang sudah tidak boleh melakukan kegiatan yang menguras energi, huft Haliza sangat jengkel.

Puji yang mendapat serangan tiba-tiba pun mendengus, apa salahnya?

Bu dini yang melihatnya pun terkekeh, berat memang meninggalkan pelajaran saat pertengahan seperti ini, namun ya mau bagaimana lagi

"Ibu akan berhenti dulu mengajar, ya sampai si kecil ini lahir". Ucap nya sendu "Tapi kata bapak kepala sekolah, yang menggantikan saya adalah anak anak dari kampus yang sedang PPL, jadi mereka menggantikan saya sementara". Lanjutnya

Murid-murid pun memandang Bu dini sedih

"Tapi ibu cuma sebentar kan berhenti nya, nanti masih balik ngajar kan?" Tanya eva

"Insya Allah, kalo masih ada umur". Ucap Bu dini tersenyum lembut

Semua murid pun berhambur memeluk Bu dini, sulit memang melepaskan guru yang sudah baik, sayang, apalagi sudah nyaman, semuanya mendoakan semoga lahirannya lancar, dan Bu dini dan calon bayi sehat selamat.

--

Tbc. Semoga menarik ya ayang ayangku❤️

She Is HalizaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang