Eleven

23 6 2
                                    

Sagam, Robi dan yang lainnya kini sedang berada di ruangan pak Irham, ruangan guru prodi

Mereka duduk di sofa kulit berwarna coklat khusus untuk tamu, dan pak Irham duduk di kursi tunggal

Masing-masing dari mereka memegang selembaran yang didalamnya tercantum nama mereka serta sekolah-sekolah SMK, yang entah apa maksudnya

Pak Irham memandang satu persatu siswa siswi muridnya

"Bagaimana?". Tanya pak Irham memecah keheningan

"Ini maksudnya apa pak?". Tanya Dimas, yang duduk bersebrangan dengan sang dosen

"Ya, disitu kan ada nama kalian, juga nama sekolahnya, iya Minggu depan kalian sudah mulai PPL disana". Tutur pak Irham

Sagam melongo, kenapa bisa begini, ia melirik Robi yang duduk di samping nya, ia menatap Robi aneh, kenapa ia adem ayem sekali? Yang lain pada heboh sementara ia santai

Dengan kebingungannya pun Sagam mencoba bertanya berbisik pada Robi

"Kok gini sih rob, bukannya kita bakal PPL di sekolah menengah pertama ya bukan nya SMK?" Tanya Sagam berbisik

Robi yang ditanya pun menjawab kebingungan teman nya ini dengan berbisik pula

"Iya, katanya ga jadi, lusa kemaren gue di ajak ngobrol sama Bu Mila katanya ga jadi di SMP ga ada tantangan katanya, anti meanstrim". Ucap Robi pelan

Sagam yang mendengarnya pun hanya membentuk bibir O, padahal ia sudah menduga jika PPL di SMP mudah, karna sekitaran SMP mudah di atur tidak seperti SMK

Saat Sagam melihat lagi selembaran nya ia melihat namanya dan dia PPL di tempat SMK As-Syifa, bersama dengan Citra, Dirga, Santi, dan Asrul.

Tempatnya agak jauh sih dari rumahnya, tapi tak apa lah, semoga PPL ini lancar, dan tak ada kejadian yang tak mengenakan.

--

Ketiga gadis cantik kini sedang duduk di kantin sekolah sedang menunggu makanan yang tadi mereka pesan

Mereka sibuk masing-masing tentu nya dengan ponsel mereka, 4jam pelajaran apalagi tidak memegang ponsel mereka rasanya ada yang kurang

Kang soni menghampiri ketiga gadis tersebut dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat makanan yang gadis gadis itu pesan tak lupa minumannya

"Makanan nya datang". Ucap kang soni

Ketiga gadis yang mendengar seruan itu pun menolehkan pandangan, lalu menyimpan ponsel nya di saku

Terlihat Devi yang menggesek gesekan tangannya sambil matanya tak lepas dari makanan yang satu persatu di taruh oleh kang soni, ia sangat lapar!

"Nih, baso tahu punya neng Puji sama neng Devi, gak lupa minumnya es jeruk, sama jus alpukat". Seru kang soni

"Ini ni satu lagi, pesenan neng Haliza, batagor ga pake timun kecap nya dibanyakin sama minumnya es teh manis, spesial". Ucap kang soni kembali, dan tak lupa ucapan spesial yang ia berikan pada Haliza, ya hanya pada Haliza

Haliza yang mendengar nya pun hanya tersenyum serta mengucapakan terimakasih pada kang soni

"Buat aku ga ada spesial nya nih kang?" Tanya Devi

"Hehe, semua makanan disini pasti spesial semua atuh neng". Ucap kang Soni agak grogi

"Iya deh kan yang spesial buat kang Soni cuma Haliza yakan". Seru Puji merayu

Haliza yang mendengar kedua sahabatnya merayu mengatasnamakan dirinya hanya mendengus, ia lalu mengambil sendok dan garpu

"Ah neng Puji suka gitu, udah ya saya kebelakang lagi, mau bantuin ibu". Ucapnya pamit undur diri

Devi dan Puji pun hanya tersenyum melihat tingkah laku anak dari ibu asih-salah satu pedagang yang mempunyai stan batagor di  kantin nya

--

Tbc.

Ada yang kangen? Wk🤣

She Is HalizaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang