32. Al-Haliim (Maha Penyantun)

0 0 0
                                    

Hati seringkali tergesa-gesa dan berbuat seenaknya. Ia cepat senang dan kadang kala cepat merasa kesepian. Akal mulai berpikir dan memberikan bahan hiburan.

Akal menyantuni hati, untuk menciptakan ruang-ruang diskusi. Tapi hati, dia tidak bisa diajak berdiskusi. Dia punya perbedaan perihal regulasi.

Hati memberontak, dan akal harus bertindak. Akal berusaha menerangkan, tetapi hati tak suka dikekang. Si tuan rumah bingung, mengapa kalian ini bertengkar?

32/99 | 2 Sya'ban 1441 H

99 Hari Bersama TuhanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang