Chapter 10

69 9 2
                                        

Sedari pulang sekolah Naufal hanya duduk di kursi ruang tamu apartemen nya. Setelah mengobati luka nya akibat beradu tojos dengan Kenan. Naufal hanya bengong, otak nya terus memutar kata kata yang diucapkan oleh Afra, bahwa ia kecewa pada Naufal.

Naufal bengong sambil memegang ponselnya yang menampilkan wajah cantik milik Afra.

Tak terasa hari sudah semakin sore, senja pun datang, azan magrib berkumandang dimasjid sekitar begitupun diponsel Naufal.

Naufal berdiri dari duduknya memasuki kamar mandi, untuk membersihkan badan dan berwudhu untuk bersiap shalat Magrib. Tak lama Naufal pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang nya.

Naufal mencari baju untuk shalat Magrib. Dia memakai baju koko berwarna putih, kain sarung berwarna cokelat, dan kopiah berwarna hitam.

Naufal mulai melaksanakan shalat magrib nya.

"Allahu akbar" suara Naufal melakukan tabiratul ihram nya.

Setelah lima menit Naufal melaksanakan shalat dengan khusyu akhirnya selesai.

"Assalamualaikum warahmatullah" salam Naufal melakukan di tahiyat Akhir. Naufal berzikir, berdoa, serta membaca beberapa ayah suci Al-Quran.

Naufal berada di atas Sajadah hampir dua jam, ia diatas sajadah sekaligus menenangkan diri nya yang sangat pusing karna masalah nya dengan Afra.

Azan isya pun berkumandang Naufal menyelesaikan shalat nya dan lanjut dengan Shalat isya.

Setelah shalat isya Naufal langsung kembali pergi ke ruang tamu. Namun di sana sudah ada teman nya, Arga. Entahlah bagaimana teman nya ini bisa masuk ke dalam apartemen nya.

"Dua jam tiga puluh empat menit" ucap Arga seraya melihat jam hitam yang melingkar di tangan kanan nya.

Naufal hanya menyengir kuda mendengar ucapan teman nya. "Lagian lo ngapain masuk rumah orang ga ijin dulu kaya maling aja"

"Bodoh, kalo maling ijin itu namanya bukan maling, tapi tamu" balas Arga.

"Lah lo lebih bodoh, maling kga ijin juga ada tujuan nya, nyuri. Lah lo ijin masuk kaga, nyuri kaga, apaan coba namanya" Arga pusing mendengarkan ucapan Naufal yang tidak jelas.

"Lo ngomong apaan si pal" ujar Arga tanpa ekspresi namun membuat Naufal geram.

"Bodo ah" balas Naufal geram

"Hahaa lagian ga jelas banget kalo ngomong"

"Dah lupain" ucap Naufal. "Lo mao ngapain ke sini?" tanya Naufal.

"Orang mah kalo ada tamu kasih minum dulu, kasih mak---" Naufal langsung memotong ucapan Arga.

"Gaada, cepet lo mao apa?" Naufal sudah sangat jengah karna dari tadi Arga tidak menjawab pertanyaan nya.

"Iyeiye sabar nape bos" Naufal hanya menghela napas menunggu Arga melanjutkan ucapan nya.

"Naya bilang dia mao ketemu sama lo, mao ngomongin soal Afra---" lagi lagi Naufal memotong ucapan Arga. Tapi kali ini bukan dengan omongan Naufal meninggalkan Arga ke kamar. Lalu keluar dengan baju hitam di padukan dengan jaket bomber berwarna abu, dan celana jeans selutut.

"Bener bener ya lo pal kalo soal Afra aja gercep banget" ujar Arga seraya menggeleng kan kepala nya.

"Dimana cewek lo nya?" tanya Naufal santai sambil memakai sepatu nya. Arga tidak terima dengan pertanyaan yang Naufal berikan.

"Enak aja cewek gue dia itu cuma---" Arga geram lagi lagi dan lagi Naufal memotong ucapan nya. Tidak bisakan dia membiarkan Arga menyelesaikan ucapan nya dulu?

"Udahlah gue tau lo suka sama dia" potong Naufal.

"Lo tuh bisa ga si pal gausah potong omongan gue dulu, dari tadi gue ngomong setengah setengah mulu" geram Arga pada Naufal.

"Kan otak lo juga setengah"

"Bacot"

Mereka pun menghentikan pertengkaran tidak jelas nya, lalu keluar dari apartemen Naufal menuju parkiran.

Setelah sampai parkiran Naufal bingung mengapa Arga menaiki motor nya. Apa dia tidak membawa kendaraan?

"Motor lo mana oncom?" ujar Naufal seraya menoyor kepala Arga.

"Dirumah lah tempe" jawab Arga membalas toyoran di kepala Naufal.

"Jingan lo" Naufal pun langsung menancap gas menuju cafe yang tadi sempat di beri tau Arga.

Hanya beberapa menit akhirnya mereka sampai di cafe. Untung saja cafe nya tidak terlalu jauh dari apartemen Naufal, entah lah apa yang terjadi dengan telinga Naufal jika cafe nya jauh.

Arga tidak berhenti berbicara dari tadi, ada saja yang diceritakan padahal Naufal hanya membalas dengan deheman saja tapi tetap aja dia melanjutkan cerita nya.

"Lama" ucap Naya saat Naufal dan Arga duduk disamping nya.

"Salahin Naufal noh, zikir nya lama bener" balas Arga menoleh ke Naufal.

"Yee emang harus nya kaya gitu oncom" Naufal ingin menoyor kepala Arga lagi, tapi cowok itu dengan cepat langsung menghindar.

"Afra nya mana Nay?" Naya bingung mendengar pertanyaan Naufal, tapi dengan cepat Arga langsung menjawabnya.

"Makanya kalo orang lagi ngomong tuh dengerin dulu, jangan asal potong aja" balas Arga. "Kan tadi gue bilang, mao ketemu Naya ngomongin soal Afra. Bukan nya mao ketemu Naya sama Afra, bodoh" Arga kesal karna tadi saat di apartemen Naufal, Naufal tidak pernah membiarkan dirinya berbicara dengan tenang.

Naufal hanya diam saat Arga menjelaskan. Rasanya ia ingin merutuki dirinya karna tidak mendengarkan ucapan Arga dulu, dia tidak ingin datang kalau tidak ada Afra.

Naufal tau Naya pasti hanya ingin memarahi nya karna bisa bisa nya menyukai Afra, dan terlebih membuat cowok yang Afra suka babak belur.

"Mau ngomong apa?" tanya Naufal to the point.

"Pesen aja dulu kali pal, buru buru amat" ujar Arga, niat nya hanya bercanda tapi malah dibuat serius oleh Naufal.

"Iya gue buru buru" balas Naufal menatap Arga sinis.

"Sebelumnya gue mau tanya dulu ni sama lo" ucap Naya mulai serius. "Dari kapan lo suka sama Afra?" tanya Naya.

"Sekitar 15 tahun lah" ujar Naufal sambil mengingat-ingat. Arga yang sedang minum langsung tersedak."Uhuuk uhuuk"

"Mampus mati lo" ujar Naufal yang sudah terlalu kesal pada Arga.

"Gila lo suka ama Afra ampe sgtu lama nya? Ga mungkin bego" Arga tidak percaya dengan ucapan Naufal karna itu sudah sangat sangat lama. Tidak mungkin kan memendam rasa sampai segitu lama nya?

"Serah lo deh" balas Naufal lalu beralih lagi ke Naya. "lanjut Nay" Naya pun mengangguk setuju.

"Lo tuh udah lama kan suka sama Afra apalagi kenal, harusnya lo udah tau sifat yang disuka sama yang ga disuka Afra" ujar Naya. "Lo juga kalo mao ngungkapin perasaan ga gini caranya, pake cara yang baik baik"

Arga pun kembali menimbrung tapi kali ini dia ikut serius "Tau pal lo tuh harusnya ungkapin nya juga dengan perlahan jangan asal aja. Mentang mentang kaga pernah punya cewe lo"

Naufal kembali terdiam, dia tau ini memang salah nya mengungkapkan perasaan dengan cara yang salah.

"Kalo udah gini kan ribet Afra nya juga udah kecewa sama lo" ujar Naya sambil meminum minuman nya.

Naufal bingung, harus apa ia sekarang? Ia sudah lelah memendam rasa puluhan tahun, tapi saat diungkapkan pun semua hancur. Termasuk persahabatan nya dengan Afra.

"Yaudah lah yang penting gue udah ngungkapin perasaan gue sebenernya ke Afra" ujar Naufal pasrah.

***

Hihi ga jelas yaa?

Team Afra'Naufal/ Afra'Kenan?

Jangan lupa Vote nya⭐

NaufalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang