kefàlaio 6

153 30 3
                                        

Enjoy~

"Aku mendapatkannya dari----

- kefàlaio 6 -

"Keluarga pasien tuan Yeo" panggil dokter yang keluar dari ruangan memotong perkataan Giwook.
"Ya, saya dok" jawab Hwanwoong langsung berdiri berhadapan dengan sang dokter.
"Boleh ikut ke ruangan saya?" Tanya sang dokter lalu berjalan menuju ruangannya diikuti Hwanwoong dan Giwook.

"Jadi, bagaimana keadaan ayah saya dok?" Tanya Hwanwoong tidak sabar.
"Keadaan jantungnya sangat lemah. Beliau tidak bisa bergerak dengan tiba tiba ataupun terkejut. Anda beruntung karena bisa membawa pasien dengan cepat. Jika anda terlambat sebentar lagi, mungkin kami tidak akan bisa melakukan apapun lagi." Jelas sang dokter pada Hwanwoong.
"Syukurlah ayah baik baik saja. Bolehkah saya melihat ayah saya?" Tanya Hwanwoong sopan.
"Anda bisa menjenguknya setelah beliau dipindahkan ke ruang inap" Ujar sang dokter.
"Baik dok terimakasih. Giwook-ssi, ayo" ujan Hwanwoong sambil menyentuh pundak Giwook yang sedang melamun.
"O-oh iya, ayo" Giwook yang terkejutpun langsung menunduk memberi salam pada sang dokter. Sedangkan yang diberi salam hanya menggelengkan kepalanya tidak paham dengan perlakuan dari anak sang direktur rumah sakit.

"Emm Giwook-ssi? Kau melamun sedari tadi. Ada apa?" Tanya Hwanwoong menyadarkan Giwook dari lamunannya.
"Hm? Ah tidak tidak aku hanya teringat akan sesuatu. Aku pergi. Jaga ayahmu dengan baik" ujar Giwook sembari melangkah keluar dari ruang inap Tuan Yeo.
"Sebenarnya dia kenapa?" Gumam Hwanwoong bingung melihat perlakuan Giwook yang tiba tiba saja menjadi baik.
"Oh iya! Aku belum mengabari ibu" ucap Hwanwoong yang teringat akan ibunya. Ia langsung bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi sang ibu

"Halo, eomma. Aku dan appa sedang di rumah sakit xx. Jika eomma sempat pulang kerumah, tolong bawakan pakaian untuk ayah"

"Ya tuhan, ada apa lagi dengan ayahmu?"

"Ayah pingsan saat aku pulang sekolah tadi dan aku menelpon temanku untuk membantuku membawa ayah kemari"

"Baiklah, eomma selesai sebentar lagi"

"Baik, eomma"

Setelah percakapan itu, Hwanwoong merebahkan dirinya di sofa yang ada. Ya memang Giwook memberikan fasilitas kamar VIP untuk ayahnya. Sebenarnya ia juga masih bingung,

"mengapa tiba tiba Giwook jadi sangat baik padaku? Mengapa Giwook terluhat sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat? Oh iya, tadi ia bilang sedikit trauma dengan kejadian seperti ini? Ada apa sebenarnya" gumam Hwanwoong menyuarakan segala pertanyaan yang ada di kepalanya.
"Huhh mungkin kau selamat hari ini woong-ah, entah apa yang akan terjadi dihari esok, kau harus siap menghadapinya" gumamnya lagi lalu menutup mata mengistirahatkan tubuhnya yang lemah.

Sedangkan disisi lain, dikamar Giwook, ia sedang mondar mandir di belakang pintu kamarnya.

"Mengapa dia harus mengingatkanku pada kejadian yang menimpa eomma? Apakah ayahnya baik baik saja? Arrghh ini membuatku pusing" ujar Giwook sambil mengusak rambutnya kasar.

Kring kring~~

"Halo, ada apa?"

"Giwook-ah, sedang dimana? Mengapa tidak kembali?"

"O-oh hyung? Aku dirumah sedang mengambil sesuatu. Aku akan kembali sekarang"

"Baiklah, kau terlihat sangat khawatir saat meninggalkan kami tadi. Jika ada sesuatu, berceritalah"

"Eyy hyung membuatku terlihat lemah saja kkk"

"Kau kan bayi kita semua kkk. Yasudah, hati-hati dijalan"

Can't You See Me?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang