"Our meeting is not a mistake, maybe this is fate."
Laki-laki itu menatap lekat wajah Alana. "Painful destiny." Lanjutnya.
"Duniaku kembali berputar seperti saat orang itu masih ada bersamaku... because of you. Sekarang kau membenciku, aku tidak bis...
Higuys, It's Lisza IWBBYS udah update... Happy reading and don't you remember for vote and comment!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari kedua Alana sekolah di Stigma High School dimulai, dan dia menyadari sesuatu yang harus selalu dia ingat, jika disini mereka semua sedang bersaing. Dan bukan hanya itu saja, bahkan kekuasaan pun sangat berpengaruh dimana orang lemah akan selalu ditindas dan yang berkuasa akan menindas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alana sudah sangat kebal dengan hal itu. Tapi dia adalah Alana, jika kekuasaan begitu berpengaruh dia akan menunjukkan kekuasaan yang dimiliki Alana. Mungkin sekarang keadaan Alana tidak seperti dulu, bisa dikatakan sangat jauh. Dia yang selalu diliputi kemewahan dari kekayaan orangtuanya sekarang sudah tidak lagi, tapi bukan berarti Alana akan menjadi lemah dengan kepribadian yang berbeda. Dia juga pernah diposisi dimana dirinya selalu menindas orang lemah jadi tidak ada alasan dia akan membiarkan orang lain menindas nya sekalipun keadaan yang dulu dengan yang sekarang sudah berbeda.
"Jadi Alana, apa yang terjadi dengan sekolah lamamu?" Tanya Julia sambil meminum jus apel. Sekarang ini Alana dan Julia sedang mengobrol santai di kantin sekolah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa kau bertanya tentang itu?" Bukannya menjawab Alana justru balik bertanya kepada Julia.
"Hanya ingin tahu, jika kau tidak ingin menjawabnya tidak apa."