DIA

6 2 0
                                    

Seolah tak ada kata ‘bosan’ dalam kamusku, aku selalu menatapnya dengan mata berbinar penuh kekaguman.

Semenjak perdebatan antar kelasku dengan kelasnya, kini aku tau bahwa aku sudah jatuh ke dalam pesona seorang kakak kelas bernama Gibran. Awalnya aku tidak tahu akan keberadaannya dan aku pun tidak mengetahui namanya.

Namun, lagi-lagi karna perdebatan antar kelas aku jadi mengetahui semua itu. Setiap kali jam istirahat pertama aku selalu bertemu dengannya, ada rasa tersendiri ketika aku berpapasan dengannya walaupun hanya sesaat tapi aku menikmatinya.

Aku tahu mungkin dia tidak mengetahui keberadaanku dan mungkin dia memang benar-benar tidak mengetahui aku sekolah disana. Dan beruntungnya dia berada dikelas yang dekat sekali dengan masjid, sehingga aku masih bisa melihatnya ketika akan menunaikan ibadah sholat. Sungguh saat itu ia adalah candu bagiku.

Aku memang pandai menyembunyikan perasaan dan ekspresi wajah, sampai-sampai sahabatku pun tidak tau kalau selama ini aku sudah pernah suka kepada beberapa pria disekolahku bahkan teman sekelasku. Hebat sekali bukan...dan sungguh kebetulan juga mengenai fakta bahwa kelas kami memiliki jadwal yang sama di pelajaran olahraga. Jujur saat-saat itulah aku tidak bisa melepaskan pandanganku darinya, bahkan kadang aku tidak berkonsentrasi terhadap materi yang sedang diajarkan oleh guru olahragaku.

Entah mengapa aku bisa sangat menyukainya, bahkan tidak pernah ada dialog yang terucap diantara kami. Pernah sekali aku mendengar suaranya, pada saat itu ketika aku dan sahabatku ke kantin untuk membeli jajanan walaupun belum adanya bel istirahat. Dan aku mendengar dia berkata bahwa dia menyukai wanita yang memiliki mata sayu, dan pertama kalinya juga dia melihat ke arahku. Aku sangat malu, malu karena pada saat dia melihatku aku sendiri sedang melihat kearahmya. Ingin rasanya aku langsung berlari kembali ke kelas, tapi kenyataannya aku hanya bisa melenggang pergi menuju dapur untuk sekedar berbasa-basi dengan si empunya kantin.

Sejak kejadian itu aku masih tidak merasa kapok dan terus-menerus menatapnya dengan tatapan yang masih sama memujanya. Aku masih mengingat dia selalu memakai  jaket loreng berwarna coklat dan orange serta tidak lupa earphone yang selalu terpasang dikedua telinganya menambah kesan cool terhadapnya.

Ahhhhh aku malu jika harus mengingat kenangan ini, ya sekarang dia telah lulus dan sayangnya aku tidak bisa menghadiri acara perpisahannya dikarenakan aku harus mengikuti test untuk masuk ke UI.

Tapi aku berharap semoga dia sukses dan bisa menggapai cita-citanya, dan setahun lagi aku akan menyusulnya lulus dari sekolah ini.

Dan sekarang statusku sudah menjadi alumni, namun sampai sekarang aku masih menjadi seorang pengecut yang tidak berani untuk sekedar memfollow akun instagramnya. Memang rasanya berbeda sekali ketika kita memfollow teman dan memfollow orang yang kita sukai. Tapi bukan berarti aku tidak pernah menstalk akunnya, justru aku sangat sering menjenguk akunnya dengan rutin sekitar seminggu sekali karena yang kutahu dia sangat jarang sekali memposting foto.

Dan kalian tahu? Ternyata sekarang aku dan dia satu kampus. Oh.. kebetulan apa ini. Ini diawali dengan aku yang akan memfotocopy tugas di dekat kampus, dari kejauhan aku pikir aku pernah melihatnya.

Tidak, pertamanya yang kulihat hanya punggung seseorang yang ditutupi oleh jaket atau hoodie. Waktu itu aku mengenakan hoodie merah, rok hitam dan kerudung hitam. Dan demi apapun juga aku kaget ketika dia berbalik, aku yang sudah setengah move on harus bertemu lagi. Dan anehnya aku tidak berani untuk menatapnya terlalu lama, entah mungkin aku masih malu mengingat kejadian dikantin waktu itu.

Jangan tanya aku tahu dia jurusan apa, fakultas saja aku tidak mengetahuinya. Tapi ada satu kemajuan, aku sudah memfollow akun instagramnya. Setiap kali aku berselancar diinstagram, tidak sekalipun aku melewatkan insta story nya.

Ya, aku penasaran saja apakah sekarang dia sedang dekat atau memang sudah berpacaran. Well, kita lihat saja nanti. Sampai sekarang aku belum melihat ia bersama seorang gadis manapun, bahkan story nya saja tidak pernah menampilkan sosok seorang gadis. Oh, pernah ia memposting seorang gadis tapi dapat aku pastikan bahwa ia adalah seorang selebgram.

Dan aku selalu berpikir bahwa mungkin ia belum menemukan seseorang yang cocok untuknya. Apa ini berarti aku masih mempunyai kesempatan untuk dekat dengannya?

🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Buat kalian yang mungkin mau berbagi cerita boleh banget cerita ke aku ya hehe

KERANGKA HIDUP - Kumpulan Cerita Pendek Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang