16_Turning Point

353 26 11
                                        

...

Hyukjae melangkahkan kakinya tertatih. Tujuan utamanya keluar dari rumah sakit adalah untuk bertemu dengan Yesung, bahkan ia tidak mempedulikan pandangan aneh orang-orang terhadap dirinya. Kenapa? Itu karena ia masih mengenakan pakaian dan sandal khas rumah sakit.



Tentu saja orang menganggapnya aneh. Di hampir tengah malam begini ada orang yang mengenakan pakaian rumah sakit berkeliaran di jalanan. Tapi bagi Hyukjae itu sungguh tidak mempengaruhinya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah dengan bertemu dengan Yesung dan mendapatkan maaf dari orang yang sudah ia anggap kakaknya sendiri.


“Ya Tuhan... Kumohon untuk kali ini berikan aku kekuatan” doanya dalam hati.



Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dengan berjalan kaki, akhirnya Hyukjae sampai di rumah milik Yesung. Bisa ia lihat lampu utama rumah tersebut sudah mati itu tandanya Yesung sudah tidur.

Hyukjae hendak mengetuk pintu rumah tersebut. Namun, urung dilakukan mengingat jika ia melakukannya pasti Yesung akan terganggu.



“Lebih baik aku menunggu sampai besok pagi saja” ujarnya. Pemuda itu mendudukkan tubuh lemahnya di lantai. Ia menekuk kakinya dan menelungkupkan tangannya sebagai bantalan kepalanya.

“Semoga tuhan masih memberikanku nafas sampai besok”

Mengabaikan dinginnya angin malam musim panas di bulan Juni ini Hyukjae tertidur di depan rumah mungil yang pernah menjadi naungannya.










~

Malam semakin larut, bahkan bisa dibilang hampir pagi tapi Heechul tidak bisa menemukan keberadaan sang adik dimanapun. Seluruh penjuru rumah sakit sudah ia cari tapi tetap saja ia tidak menemukan keberadaan Hyukjae.



“Aihhh... Jangan bilang anak nakal itu kabur dan menemui Yesung” monolognya. 



“Pasti dia kesana. Astaga Hyukjae” makinya. Heechul sedikit frustasi pada adiknya yang nekat kabur dari rumah sakit dengan keadaan seperti itu. Belum lagi sang ayah yang sedikit menyalahkannya. 









...

Pagi telah menjelang Yesung kembali dengan aktivitasnya. Pemuda itu sudah siap dengan atributnya. Ketika ia membuka pintu, ia dikejutkan dengan seseorang yang tengah tertidur sambil duduk. Awalnya ia tidak mengetahui siapa orang tersebut tapi sesaat setelah orang itu mendongakkan kepalanya langsung saja rasa marah itu kembali.


Tanpa babibu lagi langsung saja ia melangkah pergi. Tapi panggilan yang terdengar lemah syarat akan keputus asaan itu berhasil menghentikan langkahnya.


Hyung...Yesung hyung kumohon” ujar Hyukjae lemah.


Yesung masih tidak perduli. Ia menulikan pendengarannya. Jujur saja ia sudah terlalu capek untuk memaki pemuda ini yang terus saja memohon padanya bahkan anak itu rela kabur dari rumah sakit.  Seketika Yesung ingat setelah mendengar ucapan Kyuhyun yang mengatakan jika Donghae akan marah dan kecewa padanya jika tidak memaafkan pemuda ini.


Tapi di lubuk hatinya rasa kecewa itu masih mendominasi. Dari pada ia terus memaki akhirnya ia memilih untuk diam dan tidak perduli.



Hyukjae merangkak mendekati Yesung. Tangannya berusaha memegang kaki Yesung yang masih berdiri diam dan seakan tidak perduli.



Hyung kumohon maafkan aku. Hikkss... Aku rela jika harus mati di tanganmu asal kau mau memaafkanku hyung hikss...aku sungguh menyayangimu” 




Eternal Sunshine [Completed]Where stories live. Discover now