JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN COMEN NYA.
TERIMAKASIH
-------------------------------------------------------
"Aku bodoh, karena sudah berharap kasih sayang orang tuaku"
.Rose.
Rose duduk diam di hadapan kedua orang tuanya, tatapannya kosong dan bingung. Perasaannya berkecamuk, berusaha mencari penjelasan atas kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Mama Chanyeol. Namun, yang ia dapatkan hanyalah tatapan dingin dan perintah untuk diam dari kedua orang tuanya.
Ia ingin sekali bertanya, ingin sekali mengungkapkan segala pertanyaan yang ada di benaknya, tetapi semuanya terasa seperti sia-sia. Setiap kali ia berusaha mendekat, orang tuanya justru menjauhkan dirinya dengan sikap acuh tak acuh mereka.
"Bagaimana jika kita beri kesempatan pada mereka berdua untuk bicara, sekalian pendekatan!" ujar Mama Rose, berusaha mencairkan suasana yang canggung di meja makan mereka.
"Ah, itu ide yang bagus. Chanyeol, kalian berbincang dulu. Setelah itu, pulang antar dia sampai rumah, ya?" kata Yoona, tersenyum tipis kepada Chanyeol.
"Iya, jangan khawatir," jawab Chanyeol dengan nada tenang, seolah semuanya berjalan sesuai rencana.
Rose hanya bisa diam, menahan perasaan kecewa yang semakin menumpuk. Tanpa ada kata-kata penjelasan lebih lanjut, keduanya segera meninggalkan Rose dan Chanyeol berdua di restoran.
"Jaga sikapmu, jangan mempermalukan Mama!" bisik Mama Rose, kata-kata yang terucap dengan nada tajam dan penuh peringatan. Setelah itu, mereka berdua pergi meninggalkan Rose.
Perasaan Rose semakin kacau. Ia merasa seperti bukan bagian dari keluarga ini, hanya menjadi alat yang bisa diperalat demi tujuan mereka. Tanpa berkata sepatah kata pun, ia hanya bisa menundukkan kepala, mencoba menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Rose Park!" Tiba-tiba Chanyeol memanggil namanya dengan suara yang tegas, memecah keheningan yang mulai menguasai restoran tersebut.
Rose menoleh, merasa seolah dipanggil kembali dari lamunannya. Tatapan Chanyeol kini terfokus padanya.
"Kamu tidak ingin menikah, kan?" tanya Chanyeol dengan nada datar, seolah pertanyaan itu sudah dipikirkan matang-matang sebelumnya.
"Mana mungkin aku mau menikah? Aku masih sekolah!" jawab Rose cepat, mencoba menghindari pertanyaan itu, berharap ia tidak perlu terlibat lebih jauh dalam percakapan yang semakin membuatnya merasa terpojok.
"Bagus," ujar Chanyeol sambil mengangguk, senyum tipis di wajahnya. "Aku juga tidak ingin menikah."
Rose terdiam, masih belum mengerti arah percakapan ini. Apa maksud Chanyeol sebenarnya? Mengapa mereka berbicara tentang pernikahan jika keduanya tidak menginginkannya?
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak menolak pernikahan ini saja?" kata Rose tiba-tiba, merasa heran dan kebingungan dengan keputusan yang harus mereka ambil.
Chanyeol menarik napas panjang, kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkannya pada Rose. "Aku membutuhkan pernikahan ini. Lihatlah," katanya, lalu memberikan ponselnya kepada Rose.
Dengan ragu, Rose menerima ponsel itu dan membuka artikel berita yang tertera di layar. Ketika ia membacanya, matanya terbelalak. Berita tersebut mengungkapkan situasi keuangan yang sangat buruk dari keluarga Park—terdapat tekanan besar untuk menyelamatkan perusahaan mereka yang terancam bangkrut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Im Normal | Chanrose |
Ficção AdolescenteTerhubung dengan Don't Go. DON'T COPY MY STORY Warning 21+ Bijaklah dalam memilih bacaan. Karya real hasil pemikiran ku sendiri, no ciplak ciplak. "Saat kau merasa rapuh datanglah padaku jika rasa sakitnya terlalu berat untuk ditanggung sendiri." ~...
