[2] Am I a good superhero?

1.2K 136 3
                                        

"Dad..." -Peter

"Ada apa kid?" -Tony

"Boleh aku bertanya?" -Peter

"Tentu saja! Kau bisa bertanya apapun padaku" -Tony

"Am I a good superhero..??" -Peter

Tony terdiam sejenak mendengar pertanyaan itu.

"What? Kenapa kau bertanya seperti itu kiddo?" -Tony

"Entahlah dad.. Aku hanya merasa aku tidak cukup baik untuk menjadi pahlawan super. Aku ingin jadi seperti dirimu dad. Aku ingin menjadi pahlawan super yang hebat sama sepertimu..." -Peter

"Hey, don't say that! Kau sudah cukup baik untuk menjadi pahlawan kid. Kau sangat hebat sudah menjadi pahlawan super diusia muda, kau harus bangga terhadap dirimu sendiri" -Tony

Peter terdiam. Ia hanya bisa mendengarkan ayahnya yang terus-terusan memujinya.

"Dan aku tidak ingin kau menjadi sepertiku kid. I want you to be better..." lanjut Tony.

Peter tidak membalas lagi setelah itu. Peter hanya mengangguk dan tersenyum tipis.

"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu Peter? Apa ada yang mengganggu pikirianmu?" tanya Tony sambil mengelus pelan puncak rambut Peter.

"Entahlah dad. Mungkin karena kini orang-orang sudah tau aku adalah Spiderman, orang-orang akan semakin mengandalkanku. Dan aku takut tidak bisa melakukan tugasku dengan baik" jawab Peter.

"Oh Peter... Menjadi superhero memang bukanlah tugas yang mudah. Tapi kau sudah diberi kesempatan untuk memiliki kekuatan ini dan kau bersedia untuk menggunakannya dengan baik. Dan benar! tanggung jawabmu besar, cause with great power comes great responsibility..." -Tony

"Tapi bagaimana jika aku tidak melakukan tugasku dengan baik? Aku terlalu kecil untuk tanggung jawabku yang besar ini" -Peter

"Kau memang masih terlalu muda untuk tanggung jawabmu itu, tapi kau masih punya aku untuk membantumu menyelesaikan tanggung jawab itu. Seorang superhero tetap membutuhkan bantuan orang lain untuk tugasnya Peter, bahkan seorang Captain America saja masih butuh bantuan untuk mengalahkan musuh-musuhnya itu" -Tony

Peter tersenyum. Kali ini senyumannya sangat lebar. Peter secara spontan memeluk Tony dan menenggelamkan kepalanya didada Tony.

"Thanks dad.. You're the best!" ucap Peter

Tony membalas memeluk Peter, dan tidak lupa Tony mencium kening Peter dengan lembut.

"Hey Peter... apa kau lapar? Bagaimana kalau kita pergi membeli cheeseburger keluar?" Ajak Tony agar suasana hati Peter bisa jauh lebih baik.

"Tentu saja! Tapi apa kau tidak sibuk dad?" -Peter

"Tidak ada kata sibuk untuk membuatmu senang Pete. Ayo kita pergi sekarang~" ajak Tony semangat.

"Hahah.. baiklah. Ayo kita beli cheeseburger!" -Peter

"Uh ngomong-ngomong, kau mau cheeseburger-nya atau restorannya? Aku bisa membelikannya untukmu" canda Tony. But ya, kita semua tau kalau Tony Stark memang bisa membeli sebuah restoran seperti sedang membeli permen.

"Hahah.. aku mau cheeseburger nya saja aja" -Peter

***

Tony dan Peter pergi keluar Stark Tower untuk mencari restoran burger terdekat. Selama Ayah dan anak itu makan bersama, banyak sekali fans dari Ironman dan Spiderman yang menyapa mereka, bahkan beberapa dari mereka ada yang meminta foto bersama dan tanda tangan. Tentunya semua itu dilayani dengan baik oleh Tony dan Peter.

Dipertengahan makan santai mereka berdua, Tony tiba-tiba bercerita mengenai mimpinya.

"Hey bud"

"Apa dad?"

"Kemarin aku bermimpi. Mimpi yang agak... berbeda"

"Oh ya? Apa itu dad?"

"Aku bermimpi... Aku punya anak laki-laki kandung bersama Pepper. Kami menamainya dengan nama pamannya Pepper, yaitu Morgan. Itu terasa sangat nyata.. Aku jadi merasa kau memiliki adik Peter"

"Adik laki-laki? Cool.. Pasti akan menyenangkan. Aku bisa bermain dengannya tiap hari"

"Kau mau punya adik Peter?"

"Entahlah. Memiliki adik pasti akan menyenangkan. Tapi tentunya itu keputusan dad dan mom. Lagipula bukannya mom tidak ingin memiliki bayi dulu?"

"Kau benar. Tapi sepertinya aku tidak keberatan jika harus menjaga anak sambil bekerja"

"kalau begitu dad harus mulai membujuk mom. Aku akan medukungmu dad! Aku akan bantu menjaga adikku nanti!"

Peter sangat terlihat sangat bersemangat. Melihat semangat dari Peter, Tony rasanya ingin langsung membujuk Pepper. Tapi tentunya itu keputusan yang harus dirundingkan terlebih dahulu.

***

Kini Tony dan Peter sudah kembali ke Stark Tower. Peter beristirahat di kamarnya, sedangkan Tony lanjut bekerja di lab.

Saat Peter dikamarnya, ia hanya melamun sambil melihat kearah jendela. Seketika pikiran dan hati Peter berdebat.

Aku senang sekali dad akhirnya ingin memiliki anak. Aku jadi akan punya adik!

Hey, tapi apa kau tidak takut perhatian dad terhadapmu akan teralihkan?

Tentu saja tidak. Aku sudah remaja, aku pasti akan mengerti jika dad lebih memperhatikan bayinya daripada aku.

Jadi kau sudah siap diabaikan huh?

Dad tidak mungkin mengabaikanku. Aku yakin dad juga menyayangiku layaknya anak kandungnya.

huh? kau yakin?

mmm, entahlah...

Hati dan pikiran Peter terus berdebat. Disatu sisi, Peter senang cepat atau lambat ia akan memiliki adik. Tapi disisi lain, Peter takut Tony akan lupa dengan kehadiran Peter yang kini juga sudah menjadi anaknya, well.. Meskipun itu anak angkat.

Bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju jika Tony memiliki anak?

***

Hai readers~~

Maaf ya, untuk part kali ini agak pendek :(
Biasanya satu part itu nyampe 1000+ words, tapi untuk part ini cuman sekitar 800-an

Authornya memang kurang profesional, ehe

Part selanjutnya, aku usahain untuk bikin 1000+ okeh??

Ditunggu~~

SPIDEY's LIFETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang