Lusy begitu terperangah melihat rumah yang ada di hadapannya sekarang, lusy juga orang yang berada tapi rumahnya yah seperti orang kaya pada umumnya tapi rumah yang ada di hadapannya ini terlalu berlebihan untuk ukuran orang kaya pikir lusy
"ini... Kita gak salah alamat kan kak? Beneran di rumah ini acaranya?" tanya lusy masih menatap bangunan megah di hadapannya
"masa iya gua nyasar ke rumah orang lain, keterlaluan banget tau kalau gua sampe gak tau rumah kakek gua sendiri" kata Nara menatap lusy yang ada disampingnya, Nara begitu heran dengan tatapan lusy yang melihat rumah di hadapan mereka sekarang
"kenapa? Rumahnya jelek?" tanya Nara akhirnya menyadarkan lusy
"eh eh.. Enggak gitu kak, masalahnya rumah ini besar banget tau gak" kata lusy akhirnya
"oh gua kira karena rumahnya jelek lo jadi cengo gitu"
"yuk masuk" Nara berjalan memasuki rumah itu dengan menggandeng lusy
Dari luarnya saja sudah membuat lusy kagum apalagi dengan dalamnya, sekarang lusy berpikir bahwa keluarga Nara benar-benar kaya
Lusy melihat orang-orang yang ada di sana semuanya memakai pakaian formal dan mereka semua tampak berwibawa. Tatapan lusy langsung jatuh pada Nara yang berada di sampingnya lusy sedikit meringis melihat tampilan Nara sekarang, Nara hanya menggunakan kaos putih polos dan celana hitam tampilan nya sekarang lebih cocok untuk bersantai di rumah bukannya untuk menghadiri acara keluarga seperti ini
Nara bahkan berjalan dengan angkuhnya tanpa mempedulikan tatapan orang-orang
"lusy.... " lusy tidak menyangka ayah dan bundanya akan hadir juga di acara ini dia pikir disini hanya akan ada keluarga Nara
"bunda.. "lusy sedikit berlari lalu memeluk bunda nya yang nampak cantik malam ini
"aku rindu bunda" ucap lusy masih memeluk bundanya
"bunda juga rindu sama kamu" mendengar hal itu lusy mengeratkan pelukannya, bunda menggerakkan tangannya memanggil Nara dia juga ingin memeluk Nara
"bunda rindu sama kalian berdua" kini keduanya sudah berada di dalam pelukan sang bunda
"cuman rindu sama bunda nih? Sama ayah nggak?" lusy langsung melepaskan pelukannya lalu memeluk sang ayah
"aku juga rindu sama ayah dong masa cuman bunda doang" lusy tersenyum saat ayahnya mencium keningnya dengan sayang
"Nara gak mau peluk ayah?" Nara yang cengo langsung tersadar dan memeluk ayah
"lusy gak rewel kan selama tinggal sama kamu?" tanya ayah pada Nara saat melepaskan pelukannya
"dia rewel banget ayah mau nya nempel sama Nara mulu" ayah dan bunda yang mendengar hal itu hanya tertawa
"ihh dasar.. " lusy langsung mencubit pinggang Nara
"awh sakit ih.. " kata Nara lalu mengacak rambut lusy
"ayah liat papa sama mama gak?" tanya Nara sedari tadi dia sedang mencari keberadaan kedua orangtua nya itu
"oh itu mereka baru datang" tunjuk bunda pada dua orang sedang berjalan ke arah mereka
"maaf ya kami berdua telat" kata mama Nara pada mereka
"Nara kok kamu pake baju begini? Lusy juga?" tanya papa Nara melihat Nara dan lusy dari atas sampai bawah
"kak Nara yang suruh pake baju santai begini pa" kata lusy, Nara yang mendengar itu langsung melotot pada lusy
"upsss" ucap lusy berpura pura keceplosan padahal dia memang sengaja mengatakan hal itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Hey,BAD KETOS
Teen FictionNara sang ketua osis (ketos) cewe pertama yang ada di SMAnya dan seharusnya seorang ketos itu akan mencerminkan kepribadian yang baik pada seluruh penghuni sekolah tapi berbeda dengan Nara dia seorang ketos tapi sikapnya tidak mencerminkan seorang k...
