"Hin serius kamu mau pergi?"
"......."
"Apa perlu sampe sejauh ini Hin?"
"......."
"Apa gak bisa kita obrolin lagi buat cari jalan yang terbaik?"
"......"
"Hinnn"
"......."
"Please Hin. Ngomong sesuatu jangan diem gini aja"
"......."
"Aku gak ijinin kamu buat pergi."
"Apa setelah kamu gak percaya sama aku sekarang kamu jadi ngekang aku Tee?"
"Aku gak bermaksud ngelakuin semua hal yang kamu sebutin tadi Hin. Aku cuma takut dan gak mau kamu pergi"
"Itu hak aku"
"Tapi gimana dengan kita Hin?"
"Apa kemarahan kamu tempo hari, kecemburuan berlebihan kamu tempo hari juga nyangkut tentang kita. Aku rasa enggak, kamu waktu itu cuma mau nunjukin ego kamu Tee"
"Aku cuma takut Hin kamu bakal pergi ninggalin aku"
"Perasaan takut kamu itu cuma hasil dari enggak percayanya kamu ke aku Tee, tentang kita. Dan kalo kamu masih belum bisa percaya sama aku kejadian kayak gini bakal terulang"
"Tapi Hin-"
"Please Tee kasih waktu ke aku dan kita buat mikirin kejadian ini semua."
"Tapi kan kamu gak perlu pergi dari condo aku juga Hin. Ayo kita obrolin dan tentuin jalan keluar bareng bareng Hin"
"Pikiran dan emosi aku yang lagi gak baik Tee, aku gak mau makin ngacauin semuanya. Tolong kasih aku waktu Tee"
"Hin kalo kamu pergi ngebuat perasaan kamu makin jauh sama aku gimana?"
"Ketakutan itu lagi. Satu aja yang aku minta Tee, tolong percaya sama aku sama perasaan aku. Aku pergi"
"Hin!!! New Thitipoom!!!. Arghhh!!"
.
.
.
.
.
"P'new~"
"Hmmm"
"Liat aku dong, alihin dulu mata phi dari layar laptop"
"Gimana nong?"
"Pertama, makan dulu makan malemnya phi. Kita kesini buat makan bukan buat kerja. Kedua, apa phi masih berniat ngediemin p'tay? Mau sampe kapan Phi?"
"Kamu disuruh sama Tay kan?"
"Enggak phi-"
"Enggak, tapi disuruh p'off karena p'off dapet teror dari Tay"
"Phi lebih tau ternyata. Sekarang tinggal jawab pertanyaan aku phi"
"Aku sendiri gak tau nong, aku juga perlu mikirin ini semua dan mastiin perasaan aku sendiri"
"Phi masih belum yakin sama perasaan phi ke p'tay? Setelah kalian ngejalanin sebagai kekasih selama beberapa tahun?"
"Ini perasaan aku nong, aku selalu yakin sama perasaan aku sendiri dan perasaan aku ke Tay belum berubah sampai detik ini"
"Tapi?"
"Sepasang kekasih itu tentang menyatukan perasaan dua orang, ketika aku yakin tentang hubungan ini maka aku juga harus mastiin diri aku kalo pihak lain memiliki keyakinan yang sama"
"Berarti p'new sendiri juga sebenarnya belum percaya sepenuhnya sama p'tay?"
"Aku percaya Tay, tapi Tay dia selalu sulit buat ngontrol segala ekspresi emosi dia nong"
"Tapi bukanya p'tay sudah gitu dari dulu phi, bahkan waktu kalian masih sahabatan. P'new juga udah tau betul p'tay begitu, kenapa sekarang mempermasalahin lagi?"
"........"
"Apa sebenarnya P'new sendiri lagi gak baik baik aja?"
"Aku capek nong, saat ini rasanya semuanya kerasa sulit"
"Phi perlu ngistirahatin pikiran dan perasaan phi juga, itu penting phi. Lepasin sejenak beban apapun itu buat beberapa saat. Pasti sulit mikirin dan ngerasain banyak hal"
"......."
"Mau aku saranin tempat yang bagus buat ngenenangin diri phi?"
"Besok ayo kita senang senang nong. Sepuasnya ngabisin isi kartu yang Tee kasih"
"Setuju!!!"
.
.
.
.
.
"Tee"
"Hin?!? Kok kamu ada di ruangan aku?"
"Gak boleh?"
"........"
"Suruh siapa sih peluk peluk. Lepas ihh"
"Kangen Hin. Udah hampir sebulan gak ketemu"
"Udah makan siang?"
"Udah"
"........."
"Iya Hin. Belum sempet banyak hal yang harus aku selesein"
"Sampe lupa makan?"
"Gak ada yang peduli juga aku udah makan atau belum Hin"
"Mau aku pesinin?"
"Maunya kamu masakin Hin"
"..........."
"Iya kamu pesenin apa aja, gak apa apa Hin. Tadi aku bercanda. 5555"
"Maaf ya Tee-"
"Hin please kamu jangan minta maaf. Jangan ngomong aneh aneh. Jangan diemin aku. Jangan tinggalin aku Hin"
"Kan aku belum ngomong apa apa Tee"
"Hehe"
"Maaf waktu itu mungkin kondisi aku yang lagi gak baik yang berakhir nyalahin kamu Tee. Terimakasih juga udah sabarin aku, nungguin aku selama hampir sebulan buat aku mikirin ini semua Tee"
"Hin-"
"Itu udah lebih dari cukup buat nyadarin aku Tee, kalo kamu emang orang yang tepat buat nemenin hidup aku kedepanya--. Tee? Kamu nangis?"
"Enggak"
"Tapi kan kamu meluk aku Tee jadi air mata kamu nempel di baju aku"
"......."
"Tee~ Ya ampun. Kamu kok jadi melow gini sih?"
"Diem Hin. Aku lagi ngluapin rasa bahagia sama rindu aku Hin"
"Tapi makanan udah dateng. Ambil Tee"
"Ishh"
"Tee!!!"
"Iya Hin ini lagi senyum"
_______________________________________________
Waw. Long time no see yaa. 😅
Terimakasih banyak buat yang baca, suka dan komen di lapak obrolan taynew yang absurd ini. 💕
Taynew 💙
