09. Menikah

10.4K 982 9
                                        


Happy reading!

Tengah malam begini aku susah tidur, beberapa kali posisi tidur aku rubah miring kesamping kiri-kanan lah tapi tetap saja mata ini susah terlelap.

Tau apa yang mas Bian lakukan saat ibu pulang? ditengah makan malam ia meminta ijin menikahiku, ibu kaget sampai-sampai makanan yang ia kunyah langsung ditelan begitu saja.

Adek ku juga, ia tersedak, dan aku jangan tanya. Rasanya seolah nyawaku hilang sesaat.

Jawaban ibu? Jelas ia langsung tak setuju.

Orang tua mana yang tau anaknya mau menikah tiba-tiba setuju begitu saja apalagi ini calonnya loh, mas Bian yang sudah jelas majikanku sendiri.

"Neng?" panggil ibu pelan, ditengah gelap kamar hanya cahaya remang-remang masuk lewat jendela kamar, cahaya bulan. "Kamu suka sama mas Bian?"

Nah loh, jawab apa cobaa?

Aku hanya diam tertelantang, semntara ibu menatapku dari samping. "Ibu tau kamu belum tidur, gapapa gausah dijawab dengerin ibu mau ngomong ya."

Ibu mengeluas rambutku, sama saat aku kecil dulu setiap kali aku susah tidur pasti ibu mengelus rambutku, kasih sayangnya tidak pernah berubah sedikitpun.

"Ibu, gapapa kalo kamu suka mas Bian. Tapi ..." hening beberapa saat sampai ibu melanjutkan ucapannya. "Kamu tau orang tuanya mas Bian ga akan setuju kan?"

Jelas aku sadar, tapi aku gak suka mas Bian bu.

"Tau," jawabku pelan. "Tapi, kata mas Bian hidup saya urusan saya, rumah tangga saya juga kamu gak usah khawatir," Aku meniru persis yang mas Bian ucapkan semisal nanti ibu bertanya.

"Aku percaya mas Bian bu, meski dia ngeselin aku tau dia tanggung jawab. Ibu percaya mas Bian 'kan?" Tanyaku sedikit memaksa.

Cukup lama tak ada jawaban, sampai ucapan ibu selanjutnya benar-benar membuat sosok dibalik pintu kamar puas.

"Ibu restui, tapi janji kalo kamu kenapa-napa atau engga nanti kamu sudah ga disukai lagi, pulang ya. Masih ada ibu."

Ucapan ibu membuatku hampir menangis, jika saja mas Bian dibalik pintu tidak berteriak kegirangan.

"Yes, makasih ya bu," ucapnya setengah berteriak. Padahal posisi lampu dirumah sudah dimatikan semua. ada-ada saja tingkahnya.

Dan yang lebih gongnya lagi siang ini aku dan mas Bian langsung saja melangsungkan akad nikah di KUA, gratis cepat dan jadi bahan gosip tetangga.

Namanya juga hidup di desa, menikah di KUA jelas akan jadi bahan gosip, apalagi dengan aku yang duduk dikursi bawah pohon mangga samping KUA lengkap sudah.

"Mas, masa beliin aku escream satu aja sih," protesku dengan mulut penuh escream dan yang dilakukan mas Bian hanya menarik napas pelan.

"Kan saya udah bilang, uang cas saya tinggal cukup beli itu aja, tadi kan saya udah beli aqua gelas dua dus sama gorengan satu kresek gede buat tetangga kamu yang ikut nyaksiin kita nikah batusan," ucap mas Bian tanpa jeda.

Eh, kok ngamuk!

Orang kaya mah gitu kebiasaan jarang megang uang cas banyak, dikira di desa apa-apa bisa lewat hp.

MWMB (MARRIED SERIES)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang