10. Jelek

10.7K 940 4
                                        

Happy reading!

Aku bagun kesiangan mendapati tubuh yang terselimuti dan bantal dikepalaku, seingatku semalam aku masih tidur terduduk. Dan tentunya Mas Bian yang entah dimana.

"Ibu ...!"  Panggilku cukup kencang.

Ibu di dapur tengah sibuk memasak, anak macam apa ya aku ini bangun kesiangan, mana pasti tinggal makan.

"Mas Bian mana bu?"

"Bantu kerja bakti deket pos ron---"

"Hah?"

Aku terkejut buru-buru keluar rumah dan berlari kearah pos ronda, masa bodoh mungkin dimuka ku masih menempel iler pun.

Siapa yang suruh mas Bian kerja bakti begitu dia aja seumur hidup mungkin belum pernah pegang sapu.

"Loh, In suami kamu rajin banget ini ikut bersih-bersih," suara pa rt diikuti senyum dan tawa dari tetangga lain.

Kemudia pak rt mencondongkan tubuh kearah mas Bian setengah berbisik namun masih bisa aku dengar. "Pagi-pagi dicariin istri tuh."

Dan mas Bian yang juga tertawa.

Hah? Ga salah lihat aku?

Aku mendekatinya dengan wajah heran, Mas Bian sibuk dengan cangkulnya. Pertanyaaanya siapa yang ngajarin dia cara pakai cangkul?

"Kenapa?" Mas Bian bertanya menoleh sesaat sampai sibuk lagi dengan cangkulnya. "Deket bibir kamu ada iler."

Gak peduli!

Aku menyuruhnya pulang kerumah jika sudah selesai, melihat mas Bian seperti ini jujur saja aku takut dia tak nyaman dengan lingkungan desa yang begini.

Bayangkan saja hidupnya seperti pangeran, tiba-tiba mengang cangkul, berguyon dengan bapak-bapak.

"Kamu pulang aja dulu, saya mau makan gorengan sama bapak-bapak habis ini."

Dan yah makanan seperti gorengan kopi dan juga keripik sudah pasti disediakan oleh ibu-ibu yang tidak ikut kerja bakti yang hanya berisikan bapak-bapak dan beberapa anak muda.

"Tapi Mas," ucapanku tertahan, lagi-lagi aku melihat senyum mas Bian yang lebar kaos putih juga sudah basah oleh keringat. "Habis makan gorengan langsung pulang ya."

Diluar dugaanku, sepertinya mas Bian terlihat senang, dilihat dari raut wajah seperti bukan mas Bian saat dirumahnya.

***

Bahkan saat sudah pulang kerumahpun dia menceritakan bagaimana serunya ikut kerja bakti, jokes bapak-bapak yang menurutnya lucu, serta gorengan oncom yang katanya pertama kali ia coba.

Bahagia sekali sepertinya, baru kali ini melihat mas Bian bercerita sangat excited, aku pun hanya mengangguk dan sesekali bertanya.

"Emangnya pak rt ngajak mancing kemana?"

Mas Bian menatapku. "Boleh ikut?" balik bertanya.

"Kemana dulu mas, jangan jauh-jauh emang mas gak cape apa? dari pagi sampai siang ini kan baru beres kerja bakti, terus sorenya mau ikut pak rt mancing?"

MWMB (MARRIED SERIES)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang