Tadi sore sekelebat sosokmu singgah di pikiranku. Entah karena apa, tiba-tiba kenangan tentang kamu bertahta dalam pikiran.
Aku tertawa. Tidak habis pikir. Meskipun aku berusaha keras mengatakan bahwa tidak pernah ada rasa, tetapi jua pernah tidak ingin kehilangan.
Manusia memang begitu, kan? Egois.Tidak rela orang yang ia 'punya' menjadi milik orang lain, walaupun terkadang ia sendiri tidak menyukai orang tersebut . Tidak rela orang tersebut berbagi rasa, sedangkan dia sendiri juga tidak mencintainya. Dan tidak ingin orang yang menyukai dirinya juga menyukai orang lain, padahal tidak memiliki hubungan dan rasa apapun. Sebercanda itu~
Dulu, setiap pagi kita selalu bercerita apa saja. Kamu selalu datang lebih pagi dari aku. Eh, tidak juga, terkadang aku datang lebih dulu, ehe. Sebelum bel jam pertama berbunyi, kita selalu menghabiskan waktu untuk bercerita. Walaupun terkadang ada saja godaan-godaan dari sekitar, yang membuat aku maupun kamu tersipu malu. Hanya sebuah kata 'cie' kita berdua bisa salah tingkah dibuatnya.
Kamu, sehat selalu ya. Mungkin beberapa tahun lagi, aku bisa menjadi tamu undangan di hari bahagiamu. Selamat berbahagia, baik aku maupun kamu, dengan jalan cerita yang berbeda~
July, 2020

KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Rasa
RandomTidak semua tentangku. Jika ucapan tidak bisa dengan leluasa diungkapkan, semoga kata bisa menjadi perantara untuk menerjemahkan rasa. Ini semua tentang rasaku, kamu, dan kita semua. Selamat menikmati rindu, cinta, dan segala rasa yang ada✨