└|bêràñï mëmîlíkī, bērãñí kèhìlåñgân|┐
Pagi yang sangat cerah untuk hari ini dan untuk semua orang, tapi tidak untuk Maura. Gadis itu masih saja cemberut dan moodnya turun sangat drastis akibat perkataan sang ayah semalam.
Ia keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju dapur dengan seragam yang sudah rapih. Setelah sampai didapur ia meletakan tasnya di lantai dan duduk disamping Nizar.
Nizar melihat ke arah Maura yang mukanya sedang cemberut itu.
"Kenapa dek? Tumben amat cemberut pagi-pagi gini? Biasanya juga heboh teriak-teriak" ucapnya dengan aneh melihat gelagat adiknya yang sangat tak bersemangat untuk hari ini.Maura menggeleng.
"Gapapa bang" seraya mengambil roti lalu mengolesnya dengan selai strawberry kesukaannya lalu memakannya.Setelah selesai ia segera berpamitan kepada mereka bertiga, lalu berjalan keluar rumah menunggu ojek online pesanannya.
Tak lama ada sebuah motor sport biru berhenti didepannya, pemiliknya memakai helm full face dengan kaca berwarna hitam sehingga ia susah menebak.
Seseorang tersebut turun dari motornya dan membuka helmnya, menaruhnya ditangki bensin lalu berjalan menghampiri Maura yang masih terdiam membeku melihat ketampanannya.
'anjjj, ganteng bet coy! Gilak ada cogan di depan mata gua anjir' ujarnya dalam hati dengan girang.
You know lah klo betina udah liat cogan, matanya serasa mo keluar dri peredaran;v -🙋🏻♀️
"Lo Maura?" Tanyanya. Maura mengangguk.
"Berangkat bareng gue" lanjutnya sambil menarik Tangan Maura menuju motornya.
Maura speechless.
'Wait, sejak kapan tukang ojol ganteng gini? Make motor sport lagi? Tapi make seragam yang sama kek gua, jangan² dia mau nyulik gua lagi' batin Maura merasa aneh."Eh bentar bentar, Lo siapa woy! Gua gak kenal Lo ngapain datang-datang narik tangan gua? Oh, Lo mau nyulik gua ya! BUNDA ADA YANG MAU NYULIK ADEK" teriak Maura dari depan gerbang.
Keluarlah Nizar, Sabrina dan Fian menuju gerbang.
"Apa sih deh teriak-teriak gitu? Gak enak sama tetangga!" Tegur Ridwan."Tau lu, masih pagi udah bikin heboh ae" sahut Nizar.
"Ayah, dia mau nyulik Maura" tunjuknya kepada lelaki yang ada didepannya seraya berusaha melepaskan genggaman tangan lelaki tersebut.
"Lepas gak!" Bisik Maura ia menatap lelaki tersebut dengan mata tajamnya.
"Nggak" ujar lelaki tersebut dengan datar.Anindya menggelengkan kepalanya.
"Sayang, itu calon tunangan kamu. Dia kesini disuruh mama nya buat jemput kamu sekaligus buat bikin kalian akrab" ujarnya sambil tersenyum kearah lelaki tersebut dan dibalas lebih hangat olehnya.Maura menengok ke arah lelaki tersebut.
"Nah Lo ngapa gak bilang ke gua kalo Lo yang mau dijodohin ke gua?! Tau gitu gua gak perlu teriak-teriak begini, ngabisin suara doang!" Ujarnya dengan kesal.Lelaki tersebut memutar bola matanya dengan malas, lalu menatap Maura.
"Yayaya gue tau gue salah, gue minta maaf" ujarnya."Gih pada berangkat, udah jam berapa ini, nanti kalian telat" ujar Ridwan yang diangguki Maura dan lelaki tersebut.
"Kita berangkat, om" ucapnya sambil mencium tangan ketiganya.
"Assalamualaikum" ucap mereka berdua yang telah berada diatas motor.
"Waalaikumsalam" jawab ketiganya.
Motor pun melaju membelah jalanan yang sebentar lagi akan ramai.
"Eh, nama Lo siapa?" Tanya Maura yang memecah keheningan.
"Apa?!" Tanya cowok itu.
"IH! BUDEK YA LO!" ucap Maura dengan kesal.
"Gak kedengaran woy! Disini berisik" ujar cowok itu.
"NAMA LO SIAPA?!" Teriak Maura lagi.
"Nama gue Reyhandikha Kaesar Danuarta, Lo bisa panggil gue Rey" ujarnya. Maura menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
'oh, jadi dia Reyhan yang digosipin sama 2 kucrut' batin Maura menerka-nerka.
Tak lama motor Reyhan sampai di parkiran sekolah favorit yang ada di kota tersebut. NAPOLEON INTERNATIONAL SCHOOL. Sekolah SMP + SMA dengan sejuta cogan didalamnya, bahkan di setiap kelas ada 10 cogan. Sekolah idaman sekali bukan.
Kedatangan mereka menjadi buah bibir bagi seluruh wanita yang ada disekolah tersebut. Bagaimana tidak, lelaki yang sangat mereka kagumi berangkat bersama dengan Queen Of Beauty nya Sekolah. Mundur ae mereka mah yang cuma sekedar remahan kue kaleng.
Reyhan menggandeng tangan Maura. Membawanya kearah kelas gadis tersebut yang sebenarnya tetanggaan dengannya. Maura XII IPA 2, Reyhan XII IPA 1. Segitu dekatnya kelas mereka, tapi Maura tidak tau yang namanya Reyhan. Kudet dia.
Setelah sampai didepan pintu kelas Maura, Reyhan merapihkan anak rambut yang menutupi sekitaran wajah Maura.
"Nanti pulang bareng gue, ke rumah gue dulu, nyokap mau ketemu sama Lo buat bahas masalah 'itu', sekarang Lo masuk" ujarnya. Maura pun mengangguk lalu memasuki kelas.Reyhan juga pergi ke kelasnya yang berada disamping kelas Maura. Ketika ia memasuki kelas, disambut oleh teriakan riweh dari kedua temannya.
"Anjay pisan euy, babang Reyhan mangkat ama neng Maura" ucap Devan dengan logat sundanya.
"Pajak jadiannya atuh pak bos" sahut Vito yang diangguki oleh Devan.
"Entaran ae, lagi gada duit" ucap Reyhan sambil berjalan kearah bangkunya, mendudukinya lalu meletakan tasnya diatas meja.
"Yaelah bos, perusahaan keluarga Lo udah bangkrut emang? Sampe bisa gak ada duit gitu" ceplos Vito dengan nada sok polosnya.
Reyhan menatap Vito dengan tajam. Sedangkan Vito yang ditatap seperti itu seketika menjadi ciut, ia hanya menampilkan cengiran bodohnya.
Reyhan berdecak malas.
"Ntar kapan-kapan gue ceritain" ucapnya, ia mengambil earphone ditasnya lalu mencolokkannya ke lubang hpnya dan memutar musik dengan volume sedang sambil menunggu guru yang datang.Vito dan Devan mengangguk paham.
TEBECEH!
Tangerang, September 2020

KAMU SEDANG MEMBACA
Reyhan & Maura
Rastgele(ON GOING!) Follow dulu sebelum baca :) PERHATIAN! • MENGANDUNG UNSUR KE-UWU-AN! • DIBUAT BERDASARKAN DUNIA KE-UWU-AN KALIAN! • DIKEMAS DALAM BENTUK BERBEDA DARI YANG LAIN! Semua berawal dari perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mas...