Apa yang akan dilakukan Alphira?

57 18 2
                                        

Bab 12

Ketika aku dan Lili pergi ke taman, dan secara tidak sengaja kami bertemu Yang Mulia yang sedang ingin menuju ke istana ku.

“Oh? Waktu-waktu seperti ini kamu pergi kemana?”, tanya Yang Mulia.

“Aku mendapat undangan dari selir Alphira untuk ke taman sebagai rasa ketidak-enakan dari perbuatan dan sikapnya selama ini”.

“Baiklah kalau begitu”, (langsung berputar arah dan pergi ke istananya).
.
.
.

(Berbalik badan) “Ansen, sekarang ku perintahkan kau untuk menjaga Ratu dari belakang, kalau kau tidak melaksanakan tugas dengan baik, kau tahu akibatnya”, perintah Yang Mulia.

“Baik, Yang Mulia”.

Dari jauh aku melihat selir Alphira yang sedang duduk di pondok dengan wajah yang lesu.

“Hormat kepada Ratu, Ratu silahkan duduk”, sapa Alphira (ramah).

“Sepertinya kau sudah menunggu lama, maaf ya”.

“Tidak apa-apa Ratu. Ah iya, saya ingin meminta maaf sebelumnya karena saya telah bertingkah laku tidak sopan terhadap Ratu, semoga Ratu memaafkan saya, dan saya harap kita bisa menjadi teman”.

“Iya, tidak apa-apa, aku juga sudah melupakannya kok”.

“Bunga-bunga di taman indah ya, daripada kita duduk begini, mari kita jalan-jalan, Ratu”, ajak Alphira.

“Boleh juga”.

(Dibalik semak-semak), “tidak ada hal yang perlu dicurigai tuh, Yang Mulia terlalu membesarkan masalah... Tapi sebelumnya selir Alphira memang tidak pernah menghormati Ratu sih, jadi ada baiknya juga mencurigai” (bicara sendiri).

Saat Ansen berbicara sendiri, tiba-tiba dia melihat pelayan selir Alphira, bukan berjalan dibelakang selir Alphira, melainkan berjalan di belakang Ratu.

(“Heh? Kenapa Lendi mengambil tempatku?), Tanya Lili dalam hati (heran)

Dikarenakan posisi Lendi yang menutup pandangan aku, maka Lili dan Ansen tidak dapat melihat apa yang Lendi lakukan.

“Hm... Perempuan itu patut dicurigai... Aku harus melaporkannya kepada Yang Mulia”.

“Aduhhh, kok tiba-tiba perutku sakit ya”, keluh Alphira.

“Selir, apakah anda baik-baik saja?”, tanya Lendi.

“Maaf Ratu, sepertinya saya akan pamit duluan, maaf mengganggu waktu Ratu ya hari ini”.

“Iya, tidak masalah kok, istirahat yang baik ya”.
.
.
.

(Huh! Tunggu saja pembalasan dariku), jelas Alphira (dalam hati).

“Ratu, apa kita pulang saja? Hari sudah mulai gelap”, tanya Lili.

“Baiklah”.

Ansen yang bersembunyi dibalik semak-semak pun dengan cepat berlari ke istana Yang Mulia, dan melaporkan yang ia lihat.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Apakah Zenitthasia akan selamat dari rencana yang direncanakan oleh Alphira?

Apa jalan cerita selanjutnya?

Stay tune until the last episode!!!

I Became A Queen In One Night Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang