Apa rencana Yang Mulia dalam mempersiapkan ulang tahunku?

93 33 0
                                        

Bab 5

Semenjak sarapan saat hari itu, keinginan Yang Mulia dalam mempersiapkan ulang tahunku pun sudah tersebar luas, bahkan ketika aku jalan-jalan ditaman saja bisa mendengar tentang gosip mereka tentang Yang Mulia dan aku,

“Eh, kalian dengar tidak tentang Yang Mulia akan merayakan ulang tahun Ratu? Wah memang keinginan bagi semua perempuan... sampai-sampai Yang Mulia sendiri yang menyusun rencana bagaimana prosesnya berlangsung, sungguh romantis ya...” gosip para pelayan.

(Ternyata Yang Mulia tidak pernah merayakan pada selir-selir lain ya... Apa tujuan Yang Mulia berbuat seperti ini? Apa aku harus pergi ke ruangan Yang Mulia untuk melarangnya melakukan itu?)

Setelah berpikir lama, akhirnya aku pun pergi untuk menghadap Yang Mulia.

TOK TOK TOK!!! “Masuklah!” “Zennithasia menghadap Yang Mulia” memberi hormat, (langsung berdiri dan jalan kehadapanku ketika melihat aku memberi hormat) “Tidak perlu sungkan begitu, apa kamu ada hal yang diinginkan untuk hari ulang tahunmu? Atau kamu merasa ada yang kurang?” tanya Yang Mulia.

“Inilah alasan kenapa aku datang Yang Mulia... Aku ingin Yang Mulia membatalkan rencana dalam mempersiapkan ulang tahunku” jawabku, “Kenapa? Apa alasanmu melakukan itu? Apa ada yang membuatmu marah atau membuatmu tidak enak, katakan siapa, tidak akan ku biarkan mereka!!!” ketus Yang Mulia,

“Tidak apa-apa Yang Mulia, hanya saja aku merasa tidak enak karena Yang Mulia melakukannya dengan sendiri untuk mempersiapkan ulang tahunku, lagian Yang Mulia juga masih banyak laporan negara yang harus di selesaikan” jelasku.

“Hal itu tidak mempengaruhiku sama sekali, jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak, yang harus kamu lakukan hanya ikuti dan bersiap-siap untuk besok, yang lainnya serahkan padaku” jawab Yang Mulia,

“Baiklah, Zenitthasia terima kasih kepada Yang Mulia” (memberi hormat) “Yang Mulia apakah aku boleh jalan-jalan diluar istana? Aku dengar bahwa ada festival lentera malam ini”

“Malam itu akan sangat ramai dan tidak aman untuk keluar, apalagi kamu seorang Ratu, begini saja nanti malam biar aku yang temanin” sahut Yang Mulia.

Sedang dalam perjalanan menuju ruanganku, pelayanku pun berkata “Wah, pertama kali Yang Mulia menemani seseorang hanya untuk pergi melihat lentera, Ratu sungguh hebat, Yang Mulia amat menyayangi Ratu ya...”

(Hm... Nenek menyuruhku untuk menjalin hubungan dengan Yang Mulia agar mimpi ini cepat berakhir, apa yang aku lakukan ini benar?)
Malam pun tiba...
Yang Mulia pun datang ke ruanganku “Apakah kamu sudah selesai?”

seorang pelayan pergi membukakan pintu, “CCRRRIINNGGGG....!!!” gaun yang ku kenakan amat mewah dan anggun hingga Yang Mulia pun memujiku “kamu amat cantik” “Terima kasih Yang Mulia”.

Dia pun memegang tanganku dan naik ke kereta kuda menuju festival lentera, kami menghabiskan waktu bersama dengan gembira, saat itu aku pertama kali merasakan kegembiraan bersama Yang Mulia,

“Apa Yang Mulia senang melihat festival lentera ini?” tanyaku, “Lumayan... Apa festival lentera ini hanya sekedar melepaskan lentera dan keliling-keliling? Aku bahkan tidak merasakan ada yang spesial” “Tentu ada, mari” jawabku sambil menarik tangan Yang Mulia.

“Ini namanya bunga pewujud permintaan, caranya kalau kita taruh di kolam yang ada disana, sambil berdoa maka semakin jauh dia terapung, maka kemungkinan besar doa kita akan terwujud” jelasku, “Oh ya? Mari kita coba” ajak Yang Mulia penasaran.

(keinginanku : semoga hubungan aku dengan Yang Mulia bisa berlangsung lama, dan Yang Mulia dapat tetap sehat selalu dan bahagia)

“Kamu mengharapkan apa?” tanya Yang Mulia, “Eits, tidak boleh kasih tau, kalau kasih tau, keinginannya tidak bakal terkabul lho... hehe” Yang Mulia pun tersenyum (Oh? Ternyata Yang Mulia bisa tersenyum juga, aku baru pertama kali melihat Yang Mulia tersenyum)

“Hari sudah semakin malam, mari kita pulang sekarang” sahut Yang Mulia,

“Baiklah” jawabku senang.

Ketika kami pulang masih ada beberapa pelayan yang masih sibuk membersihkan halaman dan taman, mereka pun melihat Yang Mulia mengantarku sampai ke ruangan.

Gosip beredar cepat dalam 1 malam, hingga gosip tersebut terdengar oleh selir Alphira.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Apa yang akan dilakukan oleh selir Alphira yang telah mendengar gosip tersebut?

Apakah perayaan ulang tahun Zenitthasia berjalan lancar?

I Became A Queen In One Night Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang