Pengorbanan

42 12 1
                                        

Bab 15

“Maaf, Yang Mulia. Kondisi Ratu sekarang sedang kritis, Yang Mulia harus menyiapkan mental untuk menerima kenyataan ini...”

“Hanya ada satu cara sekarang...”

Setiap keturunan Raja pasti diberikan kekuatan dari leluhur atau Raja yang sebelumnya, orang yang menghabiskan energi dari sihir tersebut akan mengakibatkan kesakitan yang luar biasa hingga kematian.

“Jangan Yang Mulia!!! Jika Yang Mulia memberikan sihir itu kepada Ratu, maka Yang Mulia akan kehilangan nyawa!!!”, tolak Ansen.

“Masalah sudah sampai di sini, aku sungguh menyesal kenapa saat itu aku tidak langsung menghukum Alphira, hingga membuatnya mencelakakan dia sampai begini!!!
Sebarkan perintahku! Selir Alphira dan penyihir jalanan yang mencelakakan Ratu, 2 hari kemudian penggal sesuai hukum yang berlaku! Aku ingin semua orang mengetahui apa akibat yang mereka lakukan!” (marah)

“Baik, Yang Mulia!”

“Aku tidak akan membiarkan dia sendirian...” (meneteskan air mata)

“Jangan, Yang Mulia!!!”, teriak Ansen
(sambil menarik tangan Yang Mulia)

.
.
.

( Dalam mimpi )

Ada orang yang memanggilku...

“Zenitthasia... Zenitthasia... Bangun...”

“Nenek... Nenek!!! Benarkah ini nenek? Kenapa aku jadi seperti ini?”

“Yang Mulia menyelamatkanmu, Nak. Pasti kau sangat menderita di istana ini, pegang tangan nenek, nenek bawa kamu pulang...”

.
.
.

(Akh... Aku masih di istana, kenapa aku ada di kamar? (terbangun))

“Ratu! Ratu! Apa engkau baik-baik saja? Puji Tuhan, engkau tidak apa-apa”, tanya Lili (menangis)

“Dimana Yang Mulia?”

Ansen dan Lili terdiam...

Aku melihat ekspresi mereka yang mencurigakan, langsung mengingat perkataan nenek di mimpi.

(Ternyata itu bukan mimpi!)

Aku langsung bangun dan berlari menuju ke istana Yang Mulia, tetapi dihalang oleh Ansen dan Lili.

“Ratu! Keadaan Anda seperti ini bagaimana bisa pergi melihat Yang Mulia! Nanti malahan penyakit anda akan kambuh... Ratu saya mohon...”, (menangis)

“Ratu, kalau Anda ingin menemui Yang Mulia setidaknya tunggu sampai kondisi Anda membaik lebih bagus, lagian Ratu juga tidak ingin Yang Mulia melihat Anda yang seperti ini bukan?”, jelas Ansen.

“Kalian tahu bukan kalau seorang Raja yang memberikan sihirnya kepada orang lain, maka Yang Mulia akan mengalami sakit yang luar biasa hingga kematian, bagaimana aku bisa tenang jika Yang Mulia demi menyelamatkanku hingga derita seperti ini! Kalian jangan menghalangiku, aku akan pergi sekarang juga!”

“Baik, akan saya bawa...”, jawab Ansen (pasrah)

I Became A Queen In One Night Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang