19 - Tujuan yang Tidak Lagi Sama

36 3 0
                                        

"Apa yang sedang kaulakukan?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa yang sedang kaulakukan?"

Suara tersebut memecah keheningan malam di dalam perpustakaan. Seorang pria yang sedang fokus membaca buku dengan mata memicing segera menoleh ke arah pintu dan berdiri meninggalkan kursi kayu hingga membuat lilin bergoyang-goyang.

"Mengapa kau masih di sini?"

Pria itu menggaruk kepalanya dan tertawa tanpa niat. "Yang Mulia, kenapa Anda ke sini? Ini sudah larut malam."

"Sepertinya kau suka sekali menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan juga."

"Maaf."

"Apa yang kaulakukan?"

Geun Rim menggeser sebuah buku yang sedang terbuka di dekat lilin agar majikannya bisa melihat. "Saya sedang membaca laporan kematian, Yang Mulia. Setelah mengetahui ada racun lain di dalam anak panah yang membunuh Putra Mahkota Ansan, kita segera pergi dan belum membaca buku yang tersisa."

"Tetapi ini sudah larut malam, kau bisa melanjutkannya besok. Apa matamu tidak lelah? Aku bahkan sudah mendengar dengkuran Ershu di kamarnya," ujar Putri Cheonmyu. Ia mendorong sebuah kursi yang berhadapan dengan Geun Rim dan duduk dalam posisi tegak.

"Aku belum mengantuk, Yang Mulia."

Putri Cheonmyu mengangguk singkat dan mengamati pria di hadapannya yang terlihat menahan kantuk. "Ah, benar. Kau pasti harus segera menyelesaikan ini semua agar bisa kembali ke duniamu, bukan? Baiklah, aku akan membiarkanmu membaca sepanjang malam. Aku juga akan meminta Dayang Min untuk membuatkan makanan untukmu."

"Yang Mulia ...."

"Bukankah kau harus melanjutkan hidupmu di sana? Saat ini keluargamu pasti sedang mencari-cari keberadaanmu. Maafkan aku karena harus menyusahkanmu, Geun. Aku juga akan berusaha agar semua ini segera berlalu."

Kepala Geun Rim tertunduk mendengar ucapan sang Putri. Pikirannya menjadi tidak fokus untuk membaca buku di hadapannya. "Yang Mulia, saya menemukan sesuatu," ujarnya. Gadis di hadapannya segera menatap kedua bola matanya yang semula hanya memperhatikan gerakan lilin. "Tercatat jika ada racun pirsou dalam racun yang membunuh Putri Namsan. Apakah Anda tahu hal ini?"

"Apa?" Gadis tersebut mengambil buku di hadapan Geun Rim dan membaca cepat untuk menemukan kalimat yang dimaksud oleh pengawalnya. "Racun pirsou ... lagi? Aku sungguh belum pernah mendengar nama racun ini."

"Tetapi bagaimana bisa itu tercatat di dalam buku ini? Bukankah artinya ada seseorang di Kantor Penyelidikan yang mengetahuinya?"

"Kau benar, aku harus segera mencari tahu." Putri Cheonmyu segera bangkit dan berlalu meninggalkan meja yang berisi tumpukan buku. Namun langkahnya terhenti saat mendengar sebuah kursi yang bergeser kencang dan sebuah tangan menggenggam sebelah telapak tangannya. Ia menghentikan langkahnya dan menunduk, tidak berminat untuk bicara atau menoleh ke belakang. Keadaan di perpustakaan menjadi hening dan itu membuatnya takut sekaligus berdebar.

The Princess and Suspicious ManTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang