~Masalah~

63 9 0
                                        

Sudah lima hari Putri di jauh'i dan mendengar kata kata yang tidak mengenakkan dari semua santri dan untuk saat ini Putri tidak bisa diam

"Eh.... Ini kenapa rok aku ada lem nya, Siapa yang naruh lem di sini !!"
Teriak Putri yang membuat satu kelas tertawa

"Aku emang kenapa ?"
Ucap Lisa

"Aku punya salah apa sama kamu ?"

"Ok ok, salah kamu tuh banyak kamu sok kecantikan deket'in Azmi, Aban sama Ahkam mangkan nya jadi anak jangan kecentilan"

"Aku cukup sabar ya selama ini dan sekarang kamu udah keterlaluan"
Merobek roknya lalu berdiri

"Terus mau kamu apa ? Pukul aku ? Emang brani ?"

"Kamu ya"
Menampar Lisa

"Au..... Ya allah sakit bangget, kamu brani ya"
Menarik jilbab Putri

"Gak usah tarik tarik jilbab ku"
Teriak Putri lalu menendang Lisa hingga terpental ke tembok

Sontak satu kelas kaget begitu pun kelas lain nya ikut melihat dari jendela dan akhir nya Putri pun pergi dari kelas menuju kamar nya

"Ya allah apa yang sudah aku lakukan pasti sahabat ku marah sama aku"

Tiba tiba seseorang mengetuk pitu

"Assalamualaikum"

"Ya allah pasti itu ustadza, aku harus gimana ouh iya kabur lewat jendela kamar mandi"

Putri pun kabur melewati jendela ia hanya membawa ponsel dan atm nya untung saja sebelum memakai rok ia sempat memakai celana jins

"Aduh.... Aku harus kemana ini, bodoh ah aku cari hotel aja"

Azmi, Aban dan Ahkam baru saja datang dan ingin beristirahat

"Ahkam..... Ahkam....."
Ucap Leo panik

"Kenapa sih leo.... Tenang dong gak usah panik"

"Gak panik gimana Putri kabur dari pondok"

"Apa"
Seketika Ahkam, Aban dan Azmi berdiri

"Udah yuk kita ke kantor nya ustadza"

"Iya iya"

Mereka pun pergi ke kantor ustadza

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, masuk"

"Ustadza apa benar Putri kabur ?"
Tanya Ahkam

"Iya dia kabur dari pondok"

"Kenapa dia kabur ustadza ?"

"Karena dia telah menendang teman nya hingga kepala nya terbentur di tembok"

"Apa ustadza ? Gak mungkin Putri seperti itu pada teman nya tanpa sebab aku tau sifat Putri ustadza"
Sahut Aban yang panik

Menuntun Mu Ke Jalan Rasulluallah Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang