Alvaro sama Aluna itu hampir gapunya kecocokan.
Satunya IPA, satunya IPS.
Suka fisika, benci fisika.
Hobby olahraga, anti olahraga.
Alergi udang, pecinta udang.
Penikmat susu putih, penikmat susu cokelat.
Sebenarnya masih banyak lagi.
Tapi kayanya t...
Setelah seminggu yang lalu break dari Alvaro, ga ada yang berubah di hidupnya. Semuanya sama aja, cuma ya status dia bukan pacar cowo itu lagi sekarang. Gitu aja.
Kalau ditanya sedih atau engga pastinya sih sedih. Tapi perasaan Aluna lebih ke ga enak gimana gitu, soalnya bakal sering ketemu Alvaro di sekolah kan. Takutnya jadi canggung. Walaupun dia udah bilang ke Alvaro kalau sehabis break ini jangan canggung.
Dan buat kalian yang mau tau gimana kelanjutan Gavin sama Aluna, mereka balikan.
"Aluna!"
Lamunan cewe itu langsung buyar pas namanya dipanggil.
"Eh? Kenapa?"
"Ini adeknya sakit, temenin ke UKS"
Aluna langsung nyamperin mereka dan bawa adek tingkatnya yang sakit itu ke UKS.
Sampai di sana, eh ternyata ada Alvaro. Padahal mah niatnya mau ngehindarin dia kok malah ujungnya ketemu juga :)
Dunia memang sempit.
Ya jelas sempit lah, orang satu sekolah :))
"Loh, tumben", Aluna nyapa Varo duluan.
"Nih nemenin temen. Lu juga tumben ke sini"
"Ada adek yang sakit tadi"
"Siapa? Bukan Salma kan?"
"Bukan kok"
Alvaro ketawa, "Ada kumpul rutin ya?"
"Iya nih"
"Gue ikut kumpul rutinnya boleh ga nih?"
"Ikut aja kali, Kak. Siapa juga yang ngelarang"
"Ya udah nanti gue nyusul. Sampai jam berapa?"
"Jam 2 kaya biasanya"
"Oke"
Canggung lagi deh.
"Emm . . duluan ya", berhubung Aluna ga mau lama-lama ada di situasi awkward ini jadi dia berinisiatif buat pamit duluan.
"Iya gih"
Aluna keluar UKS sambil hembusin napas lega.
Niatnya mau balik lagi ke kelas, tapi ga jadi pas dia ketemu Salma di lorong.
"Salma? Ngapain?"
"Kak Lunaa", Salma langsung nyamperin Aluna, "Ayo ke kantin!"
"Eh? Udah istirahat nih?"
"Iyaa, tadi kata Kak Devan boleh istirahat dulu"
"Okedeh, ayo"
Ya jadinya ke kantin tuh mereka.
"Kamu mau makan apa?"
"Mau roti"
"Yuk, aku beliin"
"Ih ngga usah, Kak. Aku bayar sendiri aja ah"
"Gapapa, Sal"
"Iyadeh . ."
Habis beli makan ini beli minum itu, mereka berdua nongkrong di kursi kantin.
"Kak Luna"
"Kenapa?"
"Maaf ya lancang, tapi aku boleh tanya ngga? Ini soal kakak aku"
"Santai aja, mau tanya apa emangnya?"
"Kakak putus sama dia?"
"Iya udah putus, hehehe"
"Pantes"
"Pantes gimana?"
"Kak Varo punya pacar baru kayanya"
"Serius?"
Salma ngangguk, "Kakak ngga tau?"
"Yah ga tau aku"
"Anak sekolah ini juga loh"
"Satu angkatan sama dia?"
"Kayanya sih iya"
"Wah"
"Kenapa, Kak?"
Aluna langsung geleng-geleng, "Gapapa kok. Bagus aja gitu dia udah punya pacar baru"
"Kakak sendiri gimana?"
"Aku juga punya soalnya . ."
Responnya Salma sedikit kaget gitu, "Maaf ya, Kak. Aku kaya kepo banget sama urusan kalian"
"Hahaha santai aja kalii"
Mereka diem sebentar buat makan.
"Tau gak, Sal. Sebenernya aku juga ngerasa bersalah sama Alvaro"
"Kenapa begitu?"
"Entah, dia kelihatan sedih ngga belakangan ini?"
"Emmm—sedikit"
"Tuh kan"
"Udah ah ngga usah ngerasa bersalah gitu, Kak. Bukan salah kakak juga"
"Hmm iya. Mungkin emang udah abis jodohnya sama dia", Aluna ketawa pelan, aslinya mau nangis.
"Gimana sama cowo baru kakak?"
"Baik, Kok. Dia bukan cowo baru aku, anyway"
"Siapa dong?"
"Kak Gavin. Tau kan?"
"Ohh, kakak OSIS itu ya?"
"Iyap betul"
Abis itu Salma ga ngomong lagi.
Dan di saat hening begini, orang yang tadi diomongin, yaitu Gavin. Tiba-tiba dateng nimbrung terus duduk di samping Aluna.
"Kaya kenal nih", Gavin nunjuk ke Salma.
"Adek Alvaro tuh"
"Iya siapa namanya?"
"Salma, Kak"
"Ohh itu. Kamu digosipin sama Alvaro loh"
"Digosipin gimana?" Salma tanya.
"Kamu kan yang sering bareng berangkat pulang sama Alvaro? Dikira cewenya tuh"
"Ih bukan"
Terus Aluna nyaut, "Kok bisa dikira cewenya? Emang mereka pada ga tau kamu adeknya?"
"Jadi gini, Kak. Disekolah, aku ga dibolehin sama Kak Varo buat bilang kalau aku ini adeknya"
"Kok gitu?"
"Aku kan ikut satu organisasi sama dia. Biar ga dikatain pilih kasih aja sih sama angkatan aku yang lain"
"Iya juga ya. Pasti nanti ada yang bilang 'mentang-mentang adek' begitu"
"Makanya kan"
Dan Gavin pun nyaut, "Lambat laun juga bakal ketauan kamu adeknya"
—
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.