Happy Reading Chinggudeul
Pagi ini Renanda telah bersiap untuk berangkat ke kantor, entah kenapa dirinya kurang bersemangat mungkin karena cuaca yang mendung atau karena hari ini adalah hari terakhir magangnya?
Dengan langkah lambat Renanda keluar dari apartnya menuju halte bus. Hari ini Narra sedang sibuk dengan urusan kantornya, jadi dia tidak bisa mengantar Renanda ke kantor. Makanya Renanda memutuskan menggunakan transportasi umum saja.
Sebelum kedatangan gadis manis yang ternyata adalah mantan kekasih Chandra itu. Renanda pasti selalu di jemput oleh Chandra setiap mau ke kantor, tapi sekarang tidak lagi. Jangankan di jemput atau pulang bersama saat jam kantor telah usai, bahkan di hubungi pun sudah tidak pernah. Chandra juga sudah tidak pernah datang ke apartnya, entah itu sekedar berkunjung atau datang untuk menginap. Tidak pernah lagi. Renanda merasa seperti telah di lupakan. Chandra terlihat lebih banyak menghabiskan waktunya bersama gadis itu, di kantor atau di luar kantor mungkin.
Dalam bus, Renanda menyumbat telinganya dengan airpods. Menikmati perjalanan menuju kantor dengan alunan lagu lagu mellow.
Setelah sampai, Renanda masuk ke dalam kantor menyapa beberapa orang yang di lewatinya dengan senyum tipis. Lalu ke meja tempatnya bekerja, memeriksa beberapa rekapan dan berkas yang harus di tanda tangani oleh kepala divisinya serta Chandra sebagai atasannya selama menjadi pegawai magang.
Sebenarnya kalau bisa memilih, Renanda belum mau untuk bertemu dengan Chandra dulu. Dia masih belum siap berbicara atau berada di dekat Chandra berlama lama. Apalagi kalau nanti saat Renanda masuk ke dalam ruangannya Renanda pasti akan di suguhi pemandangan yang menyakitkan. Renanda benar benar tidak siap.
Tapi, mau bagaimana lagi. Jika Renanda tidak mendapat tanda tangan dari Chandra. Nilai magangnya tidak akan bagus nantinya.
Lagi, Renanda memeriksa beberapa berkasnya, memastikan semuanya telah lengkap di persiapkan.
Setelah dia yakin semuanya telah lengkap. Baru Renanda pergi mencari kepala divisinya terlebih dahulu.
"Permisi"
"Eh, Ren? Sini masuk"
"Mbak, ini aku mau minta tanda tangan mbak buat rekapan magang aku"
"Oh, mana coba mbak periksa dulu rekapan kamu. Kamu duduk aja dulu deh"
"Iya mbak"
Renanda duduk di kursi di depan meja kerja Mbak Jian yang tengah memeriksa rekapannya selama magang di perusahaan ADS Corp ini.
"Kamu lagi sakit Ren?" Tanya mbak Jian yang mulai menandatangani rekapan magang Renanda
"Gak kok mbak, aku sehat" jawab Renanda dengan meraba sendiri dahinya.
"Oh kirain sakit, soalnya muka kamu keliatan pucet sama kek gak bersemangat gitu Ren. Semangat dong, magangnya udah kelar nih, gak bakalan pusing lagi kamu sama urusan divisi creative kantor" ucap mbak Jian terkekeh kecil, "Nih, rekapan kamu semuanya udah bagus. Makasih Ren udah sabar ngadepin mbak yang sering bawel sama kamu. Dan semoga semua ilmu yang kamu dapet disini bisa bermanfaat ya"
Renanda tersenyum, "Justru aku yang mau bilang terima kasih mbak, karena udah sering ngomelin aku. Kalo gak di omelin sama mbak aku pasti gak akan pernah tahu apa apa selama magang. Kalau begitu aku mau minta tanda tangan atasan lagi mbak. Permisi" Ucap Renanda sambil menundukkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Selfish [HyuckRen]
Fanfic-END- "Kamu adalah kesalahan terbesar yang paling aku syukuri" -Haedar Chandra Syahputra "Kalau kamu memang benar mencintaiku. Seharusnya hatimu hanya untukku" -Renanda Evanio Xavier "Aku memang sangat mencintaimu. Tapi jika bahagiamu bukan denganku...
![Selfish [HyuckRen]](https://img.wattpad.com/cover/239804426-64-k208637.jpg)