Kaivan berlarian setelah keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah sakit. Apa yang dilakukannya itu membuat beberapa orang terutama perawat dan pengunjung sempat menegurnya. Tapi telinga dan pikiran laki-laki itu yang seakan tidak berfungsi dengan baik sehingga membuatnya mengabaikan semuanya.
Kabar dari Cika yang mengatakan bahwa Clara dibawa ke rumah sakit tentu membuatnya panik. Laki-laki itu meninggalkan kantor lebih awal mengingat tak lama lagi juga akan memasuki jam istirahat siang. Pikirannya itu sudah tertuju kepada istrinya yang memang sejak pagi tadi terlihat tidak sehat.
Tadi pagi Kaivan sudah memaksa Clara untuk kerumah sakit dan memeriksakan kondisinya ke Dokter. Tapi istrinya itu menolak karena berpikir bahwa dia hanya membutuhkan istirahat dan akan membaik setelah tidur.
Dan seketika muncul perasaan bersalah yang Kaivan rasakan karena akhir-akhir ini jam malam istrinya itu memang terganggu oleh kebutuhannya sebagai seorang laki-laki. Tubuh istrinya itu yang kini mulai semakin berisi dan membesar terutama di bagian tertentu yang tentu saja membuatnya mudah sekali tergoda.
“Istriku kenapa, Mbak?” tanya Kaivan setelah terhenti didekat Cika yang baru saja selesai berbicara dengan Ibu melalui ponsel.
Cika yang tadi sedang duduk langsung berdiri ketika mendengar pertanyaan Kaivan. Laki-laki itu terlihat sangat panik dengan nafas yang terengah-engah karena efek berlari.
“Clara tadi pingsan dirumah, Kai. Setelah sempat diperiksa dan dia juga sudah sadar, langsung dikirim ke Dokter spesialis kandungan untuk pemeriksaan lanjutan. Apa Clara hamil dan kalian belum memberi tahu keluarga?” tanya Cika penasaran. Tentu saja dia tadi kaget setelah Dokter sebelumnya memberi dugaan bahwa Clara kemungkinan hamil.
Kaivan menggelengkan kepala. “Clara belum pernah periksa kehamilan sebelumnya,” ucap Kaivan.
Lagi pula Clara sama sekali tidak menunjukkan gejala kehamilan sebelumnya seperti muntah, perubahan emosi dan lainnya sehingga keduanya tidak pernah berpikir dengan kemungkinan bahwa Clara hamil.
“Kalau begitu, kamu masuklah! Temani Clara didalam yang sedang diperiksa. Tidak apa-apa kan kalau Mbak pulang lebih dulu, Kai? Kian sangat rewel dan Ana senang sekali mengganggu adiknya sehingga membuat Ibu sekarang kesulitan dirumah.”
“Tidak apa-apa. Terima kasih sebelumnya, Mbak.”
Kaivan masuk kedalam ruangan dimana tempat istrinya berada setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam dengan sopan. Walaupun istrinya lah yang berada didalam, tetap saja ada orang lain.
Tatapan Kaivan langsung tertuju kepada istrinya yang sedang berbaring diatas tempat tidur dengan baju yang terangkat menampakkan perutnya. Tatapannya beralih kepada seorang wanita yang mengenakan jas putih yang menatap Kaivan dengan wajah heran.
“Suami saya, Dokter,” ucap Clara seakan paham dengan arti tatapan Dokter Diana. Tadi Cika yang pamit keluar dan yang kembali masuk adalah laki-laki. Tentu saja membuat Dokter itu heran.
“Kalau begitu silakan mendekat, Pak. Berdiri didekat istrinya juga boleh,” ucap Dokter Diana. Dia sudah lama menjadi seorang dokter spesialis kandungan. Jadi sudah berbagai macam pasangan yang sudah dihadapinya dengan baik.
“Jadi, istri saya kenapa Dokter?” tanya Kaivan dengan suara bernada cemas.
Dokter Diana tersenyum ramah. “Selamat istri anda hamil, Pak. Silakan lihat kesana, Pak,” tunjuk Dokter Diana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Welcome My Love [Tamat]
RomanceWelcome My Love merupakan cerita lengkap dari Back (Oneshoot) dengan judul yang berbeda. Clara mengenal Kaivan sebagai tetangga barunya, sekaligus laki-laki yang paling tampan menurut versinya, mengalahkan Ayah, Brian dan Justin yang pernah mendapat...
![Welcome My Love [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/231815955-64-k546407.jpg)