Di sebuah tempat dengan suasana yang kelam dan mencekam,
"Leader" ucap seorang dengan rambut biru dan gigi nya yang tajam, dia adalah Kisame,
"Ada apa?" Balas orang yang di sebut leader itu, mata ungu dan rambut merah darahnya, Uzumaki Nagato,
"Anak-anak itu sudah kembali lagi" Nagato menatap Kisame,
"Anak-anak ku yang manis, ayah akan datang sebentar lagi" ucap Nagato sambil tersenyum,
"Kakuzu, bagaimana masalah di perusahaan?"
"Baik, semua aman dan terkendali, peningkatan juga semakin tinggi" balas Kakuzu yang sedang sibuk dengan laptop kerjanya,
"Sasori, Deidara"
"Bagus, semua aman!" Sasori tersenyum,
"aku merindukan dua anak pintar itu" Yahiko menyusun semua berkas-berkas yang perlu ditandatangi oleh nagato, biasanya Sasuke dengan senang hati akan menyusunkan nya dan Naruto membawanya pada Nagato, sekarang....
"jangan mengeluh, kita harus cepat menyelesaikan ini!" ucap Konan yang sedang mencetak kertas-kertas menyebalkan, kalau mereka mau mereka lebih memilih mengasuh dua anak itu dari pada berurusan dengan berkas-berkas yang tak ada habisnya ini.
Konoha High School
"waah, ini sudah lama sekali sejak kita berkumpul!" Kiba merangkul pundak Naruto sambil tertawa lebar,
"balok es itu juga tetap di kerumuni cewek seperti dulu" Sai tersenyum palsu,
"hehe, Sasu-nii kemarilah!" Sasuke berdiri dan menatap tajam cewek yang sedang berkerumun di depannya, mereka reflek langsung mundur,
"ada apa, Naru?" Sasuke menarik Kiba menjauhi Naruto, sehingga Naruto ada di sebelahnya sekarang,
"jangan terlalu dingin dengan para perempuan"
"aku tidak peduli!"
"hihihi, bagaimana dengan Saki-nee?" Sasuke menatap datar Naruto,
"ayolah, nii" Naruto tersenyum misterius,
"Naru-chan, Sasuke-kun" di saat yang tepat Sakura datang dengan senyuman khas miliknya,
"halo, Saki-nee, Sasu-nii bilang dia ingin kencan denganmu" Naruto tertawa lebar, tanpa rasa bersalah bicara seperti itu,
"e...etoo.." wajah Sakura langsung memerah, Sasuke hanya menatap Naruto jengkel, adiknya ini dari dulu sampai sekarang tidak berubah sama sekali, senang sekali berlaku seenaknya,
"Naru..."
"dia terlalu malu untuk mengatakannya, kau tau kan ego Uchiha nya" Naruto mengedipkan matanya memberi isyarat pada Sakura, Sakura tersenyum kikuk lalu mengangguk,
"iya, aku menurut saja"
"kita akan ke taman sakura nanti, ku tunggu di gerbang sepulang sekolah nanti!" Sasuke mengacak surai merah muda Sakura,
"i..iya"
"semangat Saki-nee, kalau Sasu-nii macam-macam lapor padaku ya" Naruto tersenyum lima jari, sambil mengacungkan jempolnya, Sakura langsung memerah dan berlari ke kelasnya,
"kau sangat pintar dalam menjodohkan orang ya?" Kiba tersenyum ke arah Naruto,
"hey, kau Sakura kan dekat dengan anak bernama Ino, bisa kau mintakan kontaknya pada Sakura?" tanya Sai,
"mendoksei, kau akrab dengan Gaara, bisa kau mintakan nomer kakak perempuannya?"
"kalian menyuruh adikku melakukan apa! minta sendiri sana!" Sasuke menatap tajam ke arah tiga orang itu,
"hehehe, tidak" mereka tidak mau mencari masalah dengan Uchiha bungsu ini, dia menakutkan, jadi jangan sampai macam-macam,.
Sepulang sekolah, sesuai janji Sasuke menunggu Sakura di gerbang, dia sebenarnya tidak memiliki perasaan khusus pada Sakura, tapi saat melihat Sakura tersenyum pada cowok lain, entah kenapa rasanya sangat kesal,
"Sasuke-kun" panggil Sakura yang berlari ke arahnya,
"ayo, aku tidak bisa lama-lama, soalnya kakakku nanti akan melakukan hal yang menyebalkan!"
"baiklah" Sakura tersenyum, entah Sasuke terkena setan mana, hingga dia ikut tersenyum, mereka lalu masuk ke dalam mobil dan segera menuju ke tempat tujuan.
.
.
.
.
.
.
꧁༺[j̲̲̅̅α̲̲̅̅и̲̲̅̅g̲̲̅̅α̲̲̅̅и̲̲̅̅ ̲̲̅̅l̲̲̅̅υ̲̲̅̅ρ̲̲̅̅α̲̲̅̅ ̲̲̅̅т̲̲̅̅є̲̲̅̅k̲̲̅̅α̲̲̅̅и̲̲̅̅ ̲̅]༻꧂
🌟🌟
∆
KAMU SEDANG MEMBACA
Sasuke dan Naruto (Brother) 2✓
FantasyPerpisahan yang memberi jarak pada Sasuke dan Naruto akhirnya tersingkir, mereka bisa bersama sebagai saudara yang saling menyayangi seperti dulu lagi. . . . .jn lupa tekan 🌟 setelah selesai baca! 🙇♀️ Cerita tidak mengandung unsur Yaoi, jangan sa...