13. Moonlight

849 116 19
                                        

💔💔💔

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💔💔💔

Malam terasa hangat di Paris tapi angin tetap berhembus sejuk. Menjadikan suasana yang pas untuk menikmati jalanan Paris, seperti apa yang tengah dilakukan oleh Sehun dan Sooyoung. Mereka berdua berjalan santai melewati gang demi gang, jalan demi jalan, tanpa tentu arah mengikuti kemana kaki mereka melangkah. Sembari sambil bergandengan tangan.

Eh, tidak, tidak. Ralat, mereka tidak bergandengan tangan. 

Padahal akan jauh lebih hangat kalau mereka saling bercengkram tangan dengan erat. Tapi sekarang Sooyoung sedang berusaha menjaga jarak. Dia harus membatasi diri dari anaconda ganas yang entah bisa melakukan tindakan tidak terprediksi apalagi kalau tidak dia awasi. 

Bahkan kejadian sebelumnya masih terus saja membuat semburat di wajah Sooyoung muncul ketika memikirkannya. Ini berbahaya! Sooyoung tidak boleh terus membiarkannya dan terbius dengan tindakan ular beracun itu. 

"Jadi bagaimana Paris menurutmu?" tanya Sehun memalingkan wajahnya ke Sooyoung.

"Sangat indah." jawab Sooyoung sambil tersenyum dan merentangkannya lebar-lebar. Paris telah membuatnya jatuh hati. 

Sehun tersenyum melihatnya. "Syukurlah, kalau kau senang. Berarti usahaku tidak sia-sia." ucapnya kemudian. 

Wah, wah! Dengar saja ucapan pria ini barusan, dan Sooyoung memilih untuk tidak mau menggubrisnya. Dia tidak boleh termakan lagi oleh ucapan dari mulut playboy professional yang satu ini. Sooyoung harus memasang bentengnya tinggi-tinggi. 

Sebetulnya, ehem, kalau mau dibilang secara jujur. Usaha Sehun memang tidak sia-sia, karena dia berhasil mendaratkan bibirnya untuk kedua kalinya di bibir Sooyoung tanpa perlawanan. 

"Bonsoir, monsieur et mademoiselle.

Keheningan di antara mereka, dipecahkan oleh seorang ibu yang kelihatan sudah berumur yang  menghampiri mereka berdua sembari mendorong gerobak penuh dengan berbagai macam-macam jenis bunga. 

"Would you like to buy a flower for the pretty lady?" ucapnya dengan bahasa inggris yang berlogat kental Perancis.

Sehun melirik ke arah Sooyoung kemudian tersenyum. "She is pretty indeed."

Membuat Sooyoung juga balas melirik ke arah Sehun dengan jengah. Mulut berbisa itu terus saja beraksi tanpa henti, dia memang harus mengontrol diri rupanya. 

"Red rose for the lady, Monsieur. It is the symbol of love." ucap ibu itu penuh semangat walau dengan inggris yang terbatah, sembari menyodorkan setangkai bunga mawar merah cantik yang bergradasi pink tua pada kelopaknya pada Sehun.

Mendengar itu sebetulnya membuat Sooyoung sudah ingin menolak bunga mawar cantik ini, tapi dia tidak tega dengan ibu yang berjualan penuh semangat agar bunganya dibeli. Symbol of love darimana, pikirnya. Dia bahkan tidak mau ketiban cinta dari laki-laki bermulut racun ini. 

Seducing Mr. BillionaireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang