part 20

1K 78 11
                                    

Kondisi Aqila semakin memburuk . Aisyah terus menangis . Ari mencoba menenangkan orang yang di cintainya itu .

Aisyah melihat dari jendela kamar aqila .

" Bangunlah sayang ... Bunda disini " ucap Aisyah

" Sayang .... Kita harus yakin Aqila akan sembuh " ucap Ari

" Aqila pasti sakit dengan semua alat yang ada di badannya mas . Aku ga bisa liat Aqila menangis dan aku ga bisa liat Aqila pergi " ucap Aisyah

" Sayang .... Umur Allah yang menentukan kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Aqila " ucap Ari

" Bahkan aku rela melawan malaikat maut untuk membawa putri kita kembali mas . Aku tidak bisa hidup tanpa Aqila " ucap Aisyah

" Sst jangan bilang begitu . Kita percayakan semuanya sama Allah " ucap Ari

Aisyah kembali menangis di pelukan Ari .

Lalu dokter yang sedang memeriksa Aqila ke luar dari ruangan itu dan menghampiri Aisyah dan Ari.

" Dokter gimana keadaan anak saya " ucap Ari

" Qila baik baik aja kan dok " ucap Aisyah .

" Aqila memanggil anda berdua Bu pak " ucap dokter

Aisyah dan Ari langsung masuk ke ruangan itu.

Aisyah melihat putri kecilnya yang berusaha bertahan hidup . Aisyah melihat tubuh kurus dan pucat Aqila .

"Bun.... Da..... A.....yah " ucap Aqila serak

" Kenapa syang ini bunda ... Ayah juga di sini " ucap Aisyah

" A....yah ...." Ucap Aqila

" Iyya sayang . Kenapa sayang " ucap Ari sambil mengelus pucuk kepala sang putri

" Ja.... Ga... In Bun.....da .... Ja....Ngan tinggal.....in Bu.....nda " ucap Aqila

" Ayah janji akan jaga bunda kamu . Sekarang kamu harus sembuh yaa biar kita bisa jalan jalan lagi . Aqila mau sembuh kan sayang " ucap Ari

Seorang ayah juga manusia . Begitupun dengan Ari yang tak sanggup melihat putrinya yang terbaring lemah di atas kasur rumah sakit .

" Bun....da " ucap Aqila

" Iyya sayang bunda disini " ucap Aisyah

" Ja....Ngan me....na....ngis " ucap Aqila lemah

" Mangkanya qila harus sembuh harus sehat lagi biar bunda ga nangis . Aqila janji yaa jangan pernah tinggalkan bunda dan ayah ... Bunda sayang banget sama Aqila " ucap Aisyah sambil mencium kening sang putri

" sa....ya....ngi aku Bu....nda . Ja....Ngan Ben....ci a....ku la...GI " ucap Aqila serak

" Bunda tidak akan melakukan hal itu lagi syaang 😘 . Bunda janji akan menyayangi Aqila . Aqila harus sembuh yaa .... Katanya setelah Aqila sembuh kita mau jalan jalan kan.... Mangkanya Aqila sembuh yaa " ucap Aisyah

Aqila tersenyum kearah kedua orang tuanya . Aqila meninggal setelahnya dengan keadaan tersenyum

Aisyah menangis histeris akan hal itu . Ari pun juga ikut menguatkan istrinya namun ia juga hanyalah seorang ayah yang juga merasa terluka karena kehilangan putrinya .

"Qila sayang banguun yaa.... Jangan tidur terus . Qila dengar bunda kan " ucap Aisyah

" Sayang istighfar " ucap Ari

" Mas .... Aku mau bangunin Aqila .... Dia kan harus sekolah ... Nanti telat gimana " ucap aisyah

" Sayang relakan Aqila . Anak kita sudah meninggal " ucap Ari

" Aqila belum meninggal mas dia masih hidup . Liat lah dia sedang tertidur pulas " ucap Aisyah .

.........

BundaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang