part 15

2.2K 104 7
                                    

Ari dan Aisyah menikah di hadapan putrinya yang nampak belum sadar itu . Di lubuk hati Aisyah masih tersimpan cinta untuk Ari . Namun rasa kecewanya mampu menutupi cintai itu .

Penghulu datang . Dan menikahkan Ari dan Aisyah di depan putri mereka Aqila nuran harir.

Aqila belum sadar selama 2 hari . Namun di hari kedua pada sore hari .

Aqila menggerakkan jarinya .

" Ri qila sudah sadar . Dia memegang jariku " ucap Aisyah

Ari memanggil dokter dan dokter datang .

" Bagaimana keadaan putri saya dok " ucap Ari

" Kondisi nya mulai membaik pak " ucap dokter

" Tapi... " Ucapan dokter terpotong

" Tapi apa dok " ucap Aisyah

" Pasien harus segera melakukan kemoterapi " ucap dokter

" Lakukan yang terbaik dok untuk anak saya . Berapapun akan kami bayar untuk kesembuhan Aqila " ucap Ari

Aqila yang mendengar hal itu sontak kaget

" Qila dak mau di kemo . Qila takut " ucap Aqila

" Sayang disini ada bunda sama ayah . Qila jangan takut yaa . Aqila kan anak yang kuat iyya kan bunda " ucap Ari

" Iyya Aqila anak yang kuat . Aqila anak bunda " ucap Aisyah

Aqila menoleh ke arah Aisyah .

" Bunda sayang sama qila kan " ucap Aqila

" Bunda sayang banget sama qila . Qila harus sembuh . Qila emang nya gak mau beli es krim bareng bunda lagi " ucap Aisyah

" Qila mau bunda . Tapi qila takut " ucap Aqila

" Bunda ada disini . Bunda nemenin qila kemo . Qila harus sembuh yaa " ucap Aisyah

Qila mengangguk dan tersenyum bahagia .

" Sekarang qila tidur dulu ya . Besok kan harus kemo " ucap Ari

" Iyya ayah " ucap qila . Lalu tertidur .

Ari menatap Aisyah yang menggenggam jemari qila . Kini Aisyah sudah menjadi istrinya . Namun Ari bahkan tak berhak untuk hidup Aisyah . Karena pernikahan yang mereka jalani murni hanya untuk putri semata wayang mereka berdua .

" Syah . Kamu pulang dulu sana . Ganti baju terus istirahat . Qila biar aku yang jaga " ucap Ari

" Tapi aku mau nungguin qila ri" ucap Aisyah

" Aku tau . Tapi qila pasti ga suka liat bundanya bau asem dan berantakan . nanti qila sedih loh " ucap Ari

" Iyya ayahnya qila . Yaudah aku pulang dulu . Titip qila yaa Ri " ucap Aisyah.

Aisyah mencium kening putrinya dan . Pulang kerumahnya .

Di perjalanan pulang menuju parkiran mobil Aisyah bertemu Ikbal .

" Syang Gimana keadaan adik kamu " ucap Ikbal

" Ada sesuatu yang ahrus aku bilang sama kamu " ucap Aisyah

" Kita duduk dulu yuuk sayang " ucap Ikbal

Aisyah mengangguk dan duduk bersama Ikbal .

" Qila bukan adikku . Tapi anakku " ucap Aisyah

" Jangan bercanda deh sayang . Aku tau kok kamu lagi bercanda kan. " Ucap Ikbal mengelus lembut pipi Aisyah

" Aku serius bal . Aqila anakku dengan Ari . Dan kemarin aku sudah menikah dengan Ari " ucap Aisyah

" Jadi ini semua beneran . Jawab aku Syah " ucap Ikbal

" Maafin aku bal " ucap Aisyah menangis

" Kamu anggep aku apa syah . Aku sayang sama kamu tapi kamu " ucap Ikbal dengan nada kecewa

" Maafin aku bal " ucap Aisyah

Ikbal meninggalkan Aisyah yang menangis . Ari menatap mereka dari jauh . Ari merasa bersalah . Sekali lagi Ari menghancurkan kebahagiaan Aisyah . Ari ingin menghampiri Aisyah dan ingin memeluknya tapi Ari sadar dirinya memang tak pantas untuk Aisyah .

.........

Udah next kan . Segini dulu yaa lagi buntu 🤣 efek lockdown udah UN ga ada . Wisuda ga ada . Ngerayain kelulusan juga di batalin . Ada yang samaan ga nih . Angkatan 2020

BundaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang