Jangan lupa follow akun aku yah gays
Tepat pukul 05.00, ana bangun dari tidurnya.
Tak lupa sebelum memulai aktivitasnya dia memulai dengan doa. Dia duduk di atas kasur bersilah kaki ,menutup mata dan mengawali doa nya dengan tanda salib. Lalu melipat tangan nya.
Dalam doanya dia meminta agar dia mampu menghadapi hari ini dengan kuat dan tegar.
Seusai berdoa, dia merapikan tempat tidurnya, lalu melakukan aktivitasnya di dapur. Layaknya seperti pembantu.
Berbeda dengan ara.
Ara selalu bangun pukul 06.00 dan di banguni oleh mama nya. Setelah bangun ia membersihkan diri dan sarapan untuk kesekolah.
Untuk merapikan kamar ara, ana lah yg harus turun tangan.
"Ana" panggil fristi
"Iya ma" jawab ana.
"Ini kamar ara kamu bersihkan sebaik mungkin,jangan sampai debu sedikit pun tertinggal"
"Baik ma" ucap ana.
Setelah memerintah fristi keluar meninggalkan ana.
"Apa aku terlahir menjadi pembantu keluargaku?" batin ana. Dan tanpa di sadari air matanya keluar membasahi wajah nya.
Setelah pekerjaan ana selesai, ana pun bersiap siap untuk ke sekolah.
Di sisi lain, ara yg sedang sarapan bersama ayah dan mamanya yang tampak sangat bahagia.
"Ara, kamu harus makan yg banyak. Supaya nanti di sekolah belajar nya fokos. Iyakan pa?" kata mama fristi.
"Betul itu ma" jawab fajar.
"Iya mama papaku sayang" kata ara sambil mencium wajah ayah dan mamanya sambil tertawa riang.
Kemudian ana turun dari kamarnya hendak sarapan. Belum sempat ana berbicara, ara dan mama papanya pun langsung beranjanjak dan meninggal kan ana sendirian di meja makan. Nempersiapkan makanan nya sendiri,dan merapikan nya kembali. Ana sangat sangat terpukul dengan perlakuan keluarganya padanya.
"Apa aku bukan bagian dari keluarga kalian,
Apa aku hanya beban untuk kalian?" ucap ana lirih.
Dan berangkat menuju sekolah.
Ya...
Ini memang hari pertama mereka masuk sekolah dan menduduki kelas sepuluh.
Jika ara sekolah di sekolah yang sangat terkenal,ana hanya sekolah di sekolah yang sederhana. Ketika ana ingin pamit kepada orang tuanya ara langsung menarik ayah dan mamanya.
"Ih mama sama papa lama,nanti ara telat kan ara sekolah di tempat yg ternama" ucap ara
"Iya iya sayang"ucap fristi.
Ana yg melihat itu bergegas ingin mencium tangan orang tuanya. Tapi tak ada tanggapan. Ana langsung menurunkan tangan nya sambil tertunduk tanpa dia sadari air matanya turun. Melihat kepergian orang tuanya ia melihat dan mengucapkan "syalom"dan menangis.
Lalu berangkat di sekolah.
.
.
.
.
.
Happy reading gays.
Jan lupa vote ya
Trus komen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me Not Himself
General Fiction[Follow dulu ya] hidup..... banyak yang beranggapan hidup itu indah. dengan segala yg dimiliki nya. banyak orang yg ingin dirinya sama seperti orang lain. . . . . . . . . mereka tidak tau apa yg di rasakan oleh orang jika dirinya di bandingkan denga...
