part 3

45 9 2
                                        

Happy reading gays.
Follow dlu baru baca yak😇

Ketika di perjalan,ana melamun. Ia tidak menghiraukan suara klakson mobil yang terdengar dari sana ke mari. Dia berjalan sambil mengingat peristiwa dimana ketika ia ingin sekali mencium punggung tangan mama nya yang sangat di cintai tapi tak kunjung ada balasan dari mamanya.
Sakit,perih semua bercampur aduk dalam pikiran nya.
Hingga tiba tiba

"Bruk" sebuah sepeda motor pun berhasil menabrak ana.

Laki laki berbaju putih dengan ransel di Punggungnya. Ia turun dari sepeda motornya. Dihampirinya ana lalu memang ku nya.Ya dia adalah Daniel briyan alfikri atau sering di panggil dani.

Sebelum menutup mata ana sempat berucap "jika ini akhir hidup ku, aku akan sangat menginginkan di dahi ku nanti ada bekas ciuman dari papa dan mama ku yang sangat aku cintai" ucapnya. Dan meneteskan air mata.

Dani yang mendengar perkataan gadis
Itupun terkejut mendengarnya dan segera membawanya ke rumah sakit.

Dani mencoba menghubungi kedua orang tua ana menggunakan ponsel ana,tapi hasilnya nihil. Mereka dengan mudah mematikan panggilan dari ponsel ana.
Kemudian dani mencoba menghubunginya menggunakan ponsel nya. Dan ya diangkat oleh orang tua ana.

"Hallo tante"

"Ya halo, ini siapa?"

"Ehh,ini dani tante. Tadi tanpa sengaja saya menabrak putri tante, saya melihat kontak tante di ponselnya,saya mencoba menghubungi tante dengan ponselnya tapi tidak ada jawaban. Makanya tante,saya mencoba menghubungi dengan ponsel saya" ucap Dani.

"Oh gadis itu, kamu urus saja dia, saya banyak pekerjaan" ucap fristi.

"Tapi tante"
Tut...tut..tut.. Sambungan terputus. Dani pun heran kenapa ibunya tega melakukan itu pada putrinya sendiri.

Dokter pun keluar dari ruangan ana

"Keluarga saudari ana?"

Jangan heran dokter itu tau namanya dari mana. Ia sempat melihat name teks.

"Sa... Saya dok", ucap dani gugup

"Bagai mana keadaan gadis itu dok?" ucap Dani

"Puji Tuhan dia baik baik saja". Ucap dokter

"Syukurlah,apa saya bisa menemuinya dok?"
Ucap dani

"Ya silahkan" ucap dokter itu ramah.

Dani pun masuk ke ruangan ana.
Ia melihat wajah polos ana yang pucat,dan mata sembabnya.

Cantik itu yang terlintas di benat Dani.

Tak lama kemudian ana pun terbangun

"Egh... Aku dimana dan kamu siapa?" tanya nya

"Eh kamu dah bangun... Kamu lagi di rumah sakit, dan kenalin namaku daniel biasa di panggil dani" katanya sambil memberikan tangan nya.

"Nama aku ana, kenapa aku ada dirumah sakit?" ucap ana.

"Maaf, tadi aku gak sengaja nabrak kamu, tapi tadi aku dah klakson motor aku tapi kami gak ngelak, dan akhirnya kamu tertabrak" ucap dani

"Maaf" kata ana

"Gak usah minta maaf. Kita sama sama salah" ucap Dani.

"Ehh... Tadi aku nelfon mama kamu tapi katanya dia sibuk"

Ana yang mendengar itu pun patah Semangat. Bagaimana mungkin dalam keadaan seperti ini mereka tidak memperdulikan ku. Batin nya.

"Heyy.. Kok ngelamun? Kamu kenapa?" ucap Dani.

"Ehh.. Gak papa kok" kata ana dalam keadaan terkejut.

"Baiklah kalau begitu"

"Okay" ucap ana.

Setelah mereka keluar,dani bertanya kepada ana
"Kamu sekolah dimana?"

"Ehm.. Aku sekolah di SMA negeri 7"

"Kita sama dong. Kamu kelas berapa?"

"Aku kelas sepulah"

"Jadi ini hari pertama kamu sekolah?"

"I..iya" jawab ana gugup.

"Berarti aku kaka kelas kamu. Aku kelas sebelas,dan aku ambil jurusan ipa, sekaligus ketua osis di sekolah kita."

"Ehhh... Maaf kak tadi aku gak sopan ngomong sama kk''ucap ana.

"Tidak papa. Ayok kita berangkat sekolah. Kita berangkat bareng aja. Kan kita satu sekolah"

"Ehhh... Ga usah kak aku naik angkot aja"

"Kamu gak usah segan. Anggap aja ini permintaan maaf aku sama kamu"ucap Dani.

"i...iya ka...makasi"

"You're welcome,ayok naik"ucap Dani.

Ana pun naik dengan malu malu ke atas motor Daniel. Dengan hati hati,ia naik ke motor tinggi itu dan duduk sempurna di belakang motor dani.

"Kamu sudah siap"

"Uuu...udah ka" ucap ana ragu

"Kamu gak usah takut,aku gak makan orang, hahahaha"ucap Dani tertawa.

"Ana pun tersipu malu mendengar itu"

"Berangkat" ucap Dani menancap gas motor nya.

"Hati hati ka,aku takut" kata ana

"Ehh. Maaf maaf, kalo kamu takut kamu bisa kok pegangan"kata Dani

Ana pun terkejut mendengar itu. Baru kali ini dia mendapat orang yang mau berbaik hati padanya.

"I..iya kak"kata ana sambil merangkul pinggang Dani. Yang tanpa dia tau pipinya memerah sendiri.

"Apa ini akan menjadi awal kebahagiaan untuk aku. Jika iya maka aku akan sangat bersyukur pada Tuhan" batin ana

.
.
.
.
Hay hay hay
Gimana gays ceritanya semoga berkesan yak.
Aku masih kurang pandai manteman karna ini masih pertama kali aku nulis cerita.

Makanya kasih saran yak biar author bisa makin semangat dan jangan lupa vote nya..

Me Not HimselfTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang