Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Soobin, Yoshinori
__________
Semua sudah sangat direncanakan secara matang, rencana dimana kejadian gila ini harus berhenti dan selesai saat ini juga. Di dalam keheningan mobil Lisa hanya termenung dan juga sedikit terisak membuat Soobin yang ada disamping Lisa menatap dirinya iba.
"Kak Lisa gak perlu sedih, kita bakal keluar dari sini bareng bareng oke?" Kata Soobin menyemangati tetangga kamarnya ini. Sedangkan Yoshi yang dari tadi menyetir hanya memperhatikan dari kaca mobil.
"Lo ngerti gak gue sedih karena apa? Karena ke gilaan yang gue alami, gue itu gak nyangka kalo ada hal yang gak gue percayai itu terjadi" Lisa menatap langit langit mobil dengan raut mukanya yang lelah.
"Gue jauh jauh dari Jakarta ke Bogor itu cuma buat belajar, dan cuma itu. Gue juga ngerasa gak ngelakuin apa apa disini, gak ngelakuin kesalahan apapun. Tapi, sialan!! Kenapa mereka semakin terang terangan dihadapan gue. Dan- dan juga sahabat gue bahkan kak Jiwoo kenapa semakin aneh!!" Teriak Lisa frustasi. Soobin yang melihat langsung mengusap tangan Lisa pelan.
"Semua terjadi bukan karena kesalahan siapapun. Berhenti menyalahkan diri sendiri, memang mereka yang kurang ajar" ucap Yoshi kepada Lisa.
"Gue gak tau kenapa ini bisa terjadi, tapi gue mohon ceritain semuanya pas kita semua udah pergi dari sini" ucap Lisa pasrah. Dia harus tahu semuanya.
Setelah perjalanan yang begitu terasa panjang akhirnya mereka bertiga sampai di asrama itu. Soobin dan Lisa keluar dari mobil dan beristirahat sejenak begitu juga dengan Yoshi.
"Gila, sejak kapan asrama ini jadi gelap dan banyak tanaman gantung disana?" Ucap Lisa memandang asrama mereka dari bawah. Sungguh mengerikan, lampu parkiran yang mati-menyala, tembok yang dipenuhi tanaman gantung, dan gedung yang gelap.
"Sejak dulu" celetuk Yoshi terlihat begitu tajam memandang sesuatu disamping gedung asrama dimana disitu adalah jalan menuju sumur yang dilarang untuk dikunjungi.