Raksi sama sekali tidak menghubungi Gisel setelah malam itu,apakah pria itu marah ??
Tidak mungkin !!! Gisel mengenal benar siapa Raksi,dia bukan tipe pria keras kepala atau kekanakan yang selalu ingin menang sendiri,tidak prianya tidak seperti itu.
Pasti ada alasan kenapa Raksi belum mengabarinya,apa Raksi menunggu Gisel yang menghubunginya dulu ?? Apa pria itu marah beneran ?? Gisel mengacak rambutnya kesal,kenapa dia bisa begitu bodoh dengan tidak mempercayai Raksi.
"Lho kenapa Gi ?? Muka lho kusut amat.." Balas Berlin.
Gisel menghela nafas kasar.
"Gue sama Kak Raksi berantem, kemarin gue datengin rumah dia tapi ternyata dia nggak ada dan malah nongkrong sama temennya. Oke ngobrol sama dia perihal hubungan dia sama Kak Arsen dan hal yang mengejutkan terjadi..." Jelas Gisel lesu.
Berlin mengerutkan kening.
"Apaan hal besar ??" Balas Berlin.
Gisel mengusap wajahnya kesal.
"Gue nanya sama Kak Raksi soal kenapa dia sama Kak Wira deket banget tapi sama kakak gue agak renggang.Padahal Kak Wira bilang kalau dia,kakak gue,Kak Raksi sama Kak Arsen itu sahabatan dari lama. Kak Raksi bilang dia sama Kak Wira emang kenal akrab karena mereka temenan sejak kecil,sedangkan Kak Wira sama kakak gue udah sahabatan dari SMA...." Jelas Gisel.
Berlin menyimak seluruh cerita Gisel tanpa ada niat untuk menyela.
"Pas gue nanya kenapa Kak Raksi sama Kak Arsen nggak deket,Kak Raksi bilang dia emang dari awal nggak sedeket itu sama Kak Arsen. Mereka kenal karena Kak Wira.Gue bego nggak sih saat marah karena alasan kenapa mereka berdua nggak deket itu ??" Ujar Gisel pada Berlin.
Berlin menghela nafas.
"Biar gue tebak,lho menyesal setelah tahu alasan kenapa mereka renggang dari Kak Raksi right ??" Balas Berlin.
Gisel menghela nafas kasar.
"Iya,gue nyesel setelah tahu alasannya..." Ujar Gisel pelan.
Berlin mendecak kesal.
"Gue kan udah sering bilang sama lho buat nggak gegabah setiap kali bahas masalah yang serius sama Kak Raksi !! Jangan sampai kesabaran pria se-soft dia habis Gi,please !!" Balas Berlin kesal.
Gisel memejamkan kedua matanya.
"Terus sekarang gue harus gimana ??" Balas Gisel bingung.
"Ya minta maaf lah,kalau lho nggak mau Kak Raksi diambil sama orang !!" Balas Berlin enteng.
***
Raksi menghela nafas kasar. Kenapa Gisel belum juga menghubunginya ?? Apakah wanita itu marah karena Raksi tifak jujur padanya ?? Bagaimana sekarang ??
"Lho ngapain sih mondar mandir udah kayak setrikaan aja ??" Ujar Wira kesal.
Bagaimana dia tidak kesal,sudah dari 10 menit yang lalu Raksi berjalan kekiri dan kekanan selama berkali-kali membuat Wira sangat kesal.
"Gisel marah ya sama gue ?? Kok dari kemarin dia sama sekali nggak pernah hubungi gue !! Kalau dia beneran marah gue harus gimana ??" Ujar Raksi bingung.
Wira mendecak kesal.
"Lho kalau nggak bisa berhubungan sama cewek mending nggak usah deh, lho adalah orang paling kolot yang gue temui soal hubungan sama seseorang..." Hina Wira.
Raksi mendorong tubuh sahabatnya itu keras. Nyaris saja Wira terjungkal jika saja dia tidak sigap mencengkram pinggiran sofa.
"Bukannya bantuin gue,lho malah ngehina bantu kek gimana caranya gue ngomong sama Gisel..." Balas Raksi kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Niskala (Completed)
Fanfiction(Doyoung × Jennie) Tentang perbedaan,pengorbanan,cinta dan harapan. Akankah mereka yang berbeda bisa bersama ataukah melepaskan rasa yang telah lama untuk menghadap pada Tuhannya ?? 'Tuhan mengijinkan kita bersama hanya sejenak,mungkin sebagai bentu...
