'Jangan egois,Tuhan memberikanmu kesempatan untuk bersama dengan pilihanmu. Tapi Tuhan tidak bilang bahwa dia akan menjadi milikmu. Pilihanmu hanya 2 kembali kepada Tuhanmu atau bersama dengannya'
-Author-
***
Taman kampus yang selalu ramai itu mendadak sepi,seakan mengetahui bahwa dua ciptaan Tuhan itu akan membicarakan sesuatu yang penting.
"Apa Kak Raksi juga berpikir untuk berhenti sekarang ??" Ujar Gisel pelan.
Setelah beberapa menit diam,akhirnya satu diantara mereka membuka suara. Memecah keheningan menyakitkan diantara keduanya.
"Kamu ingin kita berakhir Gi ??" Pelan Raksi.
Mereka tidak mau berakhir,tapi keadaan memaksa mereka untuk berhenti.
"Tuhan tidak akan pernah mengijinkan kita bersama kak..." Pelan Gisel.
Raksi mengangguk pelan.
"Tasbih yang kakak gelangkan ditangan kanan kakak tidak akan pernah menjadi salib yang tergantung dileher saya..." Ujar Gisel pelan.
Raksi menoleh.
"Kamu benar. Lantunan ayat suci Al-Quran saya tidak akan pernah menjadi pujian dalam Injilmu..." Balas Raksi.
Mereka meneteskan air mata.
"Kita berada dalam bumi yang sama dengan kepercayaan yang berbeda. Tuhan kakak tidak akan sudi memangku saya sebagai putrinya dan Tuhan saya tidak akan bisa mengangkat kakak sebagai putranya..." Jelas Gisel,wanita itu meneteskan air matanya dengan memegang kalung yang bertengger indah dilehernya.
Gisel bangkit,Raksi juga sama. Mereka saling menatap dalam diam.
"Mari mengatur pertemuan terakhir sebelum berjalan dijalan masing-masing kak,mari makan malam bersama..." Ajak Gisel menghapus air matanya yang meluruh.
Raksi mendekat mengikis jarak diantara mereka,menghapus pelan air asin yang menetes membasahi kedua pipi gembil Gisel.
"Mari berpisah setelah ini,tapi jangan menangis dihadapan kakak. Itu juga menyakitkan bagi kakak...." Balas Raksi pelan.
Gisel berusaha tegar. Dia menahan air matanya yang berdesakan ingin keluar tapi demi Raksi dia akan melakukannya. Bahkan Raksi bisa kenapa dia tidak ??
"Besok kakak akan menjemput kamu pukul 7 malam. Kita makan ditempat dimana kita pernah mengakui diri bersama dan saling memiliki..." Balas Raksi.
Gisel mengangguk pelan.
***
"Kalian beneran berakhir ??" Ujar Wira tidak percaya.
Isi berakhirnya hubungan 2 pentolan kampus sore itu benar menggemparkan kampus. Pasalnya banyak sekali yang mendukung hubungan price dan princess kampus ini terutama dari kalangan semester awal.
Prince dan princess siapa yang tidak mengenal istilah mewah itu ?? Mahasiswa jurusan hukum semester akhir dan mahasiswi jurusan bisnis semester pertama yang menjalin hubungan selama lebih dari 3 tahun mendadak mengakhiri hubungan mereka ??
"Kita udah sepakat. Besok gue sama Gisel bakal makan malam ditempat dimana kita pertama kali bertemu. Dipantai pagi itu..." Balas Raksi cepat.
Ketua himpunan kampus itu menghela nafas berat. Ini terlalu menyakitkan.
"Katanya obat patah hati itu makan Rak,nanti habis selesai kelas gue traktir lho makan sepuasnya. Mau makan dimana aja gas gue. Gue yang bayar,serius...." Balas Wira cepat.
Raksi menghela nafas kasar.
"Gue nggak tertarik makan. Gue mau balik aja habis kelas. Mau tidur,capek.." Balas Raksi dan beranjak meninggalkan ruangan himpunan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Niskala (Completed)
Fanfictie(Doyoung × Jennie) Tentang perbedaan,pengorbanan,cinta dan harapan. Akankah mereka yang berbeda bisa bersama ataukah melepaskan rasa yang telah lama untuk menghadap pada Tuhannya ?? 'Tuhan mengijinkan kita bersama hanya sejenak,mungkin sebagai bentu...
