Suasana siang di kafetaria kampus cukup lenggang membuat beberapa mahasiswa asyik berdiskusi tak terkecuali pria bergigi kelinci.
"Jadi lebih baik kita mendaki daripada kepantai gitu ??" Ujar wakil ketua himpunan kampus__Wira Deryaspati.
Pria bergigi kelinci itu mendesah pelan.
"Kan tadi saya udah bilang,kita cari keputusan terbanyak.Kalau mendaki lebih banyak maka keputusan itu yang akan kita ambil,apakah masih kurang jelas penjelasan yang saya katakan ??" Ujar pria bergigi kelinci itu__Raksi Guvalen.
Wanita berwajah tajam itu mengetuk meja pelan.
"Udah cukup,kalian ini ketua sama wakil masa hal kecil gini aja direbetin.Lho juga Wir,nggak bisa banget tenang malu dilihatin sama anggota lainnya..." Seloroh wanita itu__Nike Pramudia.
Raksi dan Wira sama-sama diam, Raksi menata kembali beberapa kertas berserak dan tatapannya terpaku pada wanitanya disana.
"Kalau nggak ada hal yang penting lagi,gue bisa balik kan ?? Mungkin karena kebanyakan tugas gue jadi stres,sorry banget ya Rak kalau gue banyak nyolot sama lho.." Pinta Wira.
Raksi mengangguk faham,kadang kala dia juga seperti itu.
"Oke,pertemuan kita akhiri disini selamat melakukan pekerjaan kalian masing-masing..." Ujar Raksi dan pria itu beranjak berdiri diikuti seluruh anggota himpunan.
***
"Lama ?? Kamu udah daritadi ??" Ujar Raksi pada wanita berambut panjang itu.
"Lumayan sih kak,padat banget jadwal sampai baliknya lama ??" Tanya wanita berpipi chubby itu.
Raksi mengusak pelan rambut wanitanya.
"Maaf ya,lain kali kalau kakak lama bakal kakak anterin kamu dulu kalau enggak kakak suruh anter pulang temen kakak.." Ujar Raksi menyesal.
Wanita itu berdiri dan menggeleng pelan.
"Enggak mau,mendingan aku nunggu kakak aja sampai selesai.Nggak nyaman satu tempat sama orang yang nggak kenal..." Balas wanita itu.
Raksi menggeleng pelan.
"Kalau sana Alter ?? Masak iya sama sahabat kakak sendiri nggak nyaman ??" Balas Raksi.
Wanita itu masih menggeleng.
"Daripada pulang sama Kak Arsen mending Gisel pulang sendiri.." Balas wanita itu__Gisel Ananta Aryasatya.
Raksi membuka tangan kanannya dan dengan semangat Gisel masuk kedalam tangan itu.Raksi memeluk Gisel erat dan memejamkan matanya sejenak guna merasakan kehadiran masing-masing.
"Mau sampai kapan kakak gini terus ?? Nitipin aku sama orang lain terus kakak sibuk sama organisasi. Nggak takut kalau Gisel bakalan berpaling ??" Balas Gisel polos.
Raksi terkekeh.
"Kalau kamu mau silahkan,kakak nggak akan larang.Kamu mau selingkuh juga silahkan,tapi kamu juga harus tahu timbal balik dari apa yang kamu akan dapatkan..." Balas Raksi.
Gisel mendorong perut Raksi pelan.
"Kakak jahat..." Umpatnya.
Raksi terkekeh.
"Habisnya kamu ngomongnya aneh aja,jangan ngomong yang jelek soal hubungan.Nanti kalau sama tuhan dikabulin gimana ?? Emang mau putus ??" Ujar Raksi menggoda.
Gisel menggeleng pelan.
"Yaudah yuk kakak antar pulang. Capek kan pasti ??" Ujar Raksi.
Gisel mengangguk dan berjalan beriringan dengan Raksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Niskala (Completed)
Fanfic(Doyoung × Jennie) Tentang perbedaan,pengorbanan,cinta dan harapan. Akankah mereka yang berbeda bisa bersama ataukah melepaskan rasa yang telah lama untuk menghadap pada Tuhannya ?? 'Tuhan mengijinkan kita bersama hanya sejenak,mungkin sebagai bentu...
