Terdengar suara bisik-bisik oleh teman-teman sekelasnya, Lia hanya bisa berpura-pura tuli untuk tidak menghiraukan bisikan-bisikan itu.
Memilih tidak mendengarkannya, Lia duduk dengan santai di bangkunya sendiri, lalu mengeluarkan sebuah novel dari dalam tasnya.
"Tuh liat deh! Ewh, di sekolah bukannya baca buku pelajaran, malah baca novel."
Lia sudah biasa. Semua teman-teman sekelasnya itu memang memusuhinya. Eh bukan teman deh. Entah apa dosa yang telah dia perbuat sampai dimusuhi seperti itu, bahkan ada yang sampai jijik jika tidak sengaja bersentuhan dengannya.
"BAYAR UANG KAS WOY KALIAN YANG BELUM BAYAR!!"
Itu adalah teriakan sang bendahara kelas, para siswa dan siswi nampaknya tidak peduli dengan teriakan itu, mereka memilih fokus dengan aktivitas masing-masing.
"WOY KALIAN!!" Nada suara sang bendahara terdengar sangat tidak santai.
"Berisik anjing!" teriak salah satu siswa bernama Jihoon, yang terkenal akan mulut pedasnya.
Sang bendahara kelas langsung membulatkan matanya, tidak terima dikatai seperti itu. "Apa lo bilang?! Oke, nama Jihoon udah gue catet buat dilaporin ke BK."
Brak!!
Siswa yang bernama Jihoon itu menggebrak meja dengan tidak santai, hingga menghasilkan suara yang sangat keras. "JUNKYU! LO JANGAN BERANI-BERANI NGELAPOR ATAU NANTI LO BAKAL HABIS DI TANGAN GUA!"
Junkyu tersenyum remeh, nampak tidak takut sama sekali terhadap ancaman Jihoon. "Lo pikir gua takut gitu?" Dia mulai berjalan mendekati Jihoon dengan sangat santai. "Lo lupa kalau bapak gua kaya? Lo lupa kalau sekolah ini punya bapak gua? Dan lo lupa kalau bos bapak lo adalah bapak gua?"
Skak mat! Lia diam-diam tertawa tanpa suara mendengarnya.
Junmyeon, adalah nama ayahnya Junkyu. Beliau adalah seseorang yang sangat kaya raya, kekayaannya sangat fantastis.
Jihoon mendecih, "kan yang kaya bapak lo bukan lo sendiri."
Wow! Apakah akan terjadi sebuah pertikaian?
"Oh?" Junkyu menyunggingkan senyumnya. "Gue juga kaya kok, bahkan cuma diem aja gue bisa dapetin uang."
Jihoon mengepalkan tangannya sangat erat, amarahnya memuncak. "Kalau lo merasa kaya, kenapa masih nagih-nagih uang kas? Kenapa gak lo sendiri yang bayarin semuanya?"
"Idihh, bayarin uang kas kalian bukan kawajiban gue."
"Lo bener-bener ya--"
"WOY UDAH DONG!"
Semua pandangan langsung tertuju pada Hyunjin, sang ketua kelas. Ia nampaknya sudah bosan menyimak pertikaian Jihoon dan Junkyu. "Kalian kalau mau berantem mending jangan disini deh," ujarnya tegas sembari menunjuk ke arah pintu kelas.
"Dia yang mulai!" Jihoon berusaha membela dirinya sendiri.