Budayakan Vote Sebelum Membaca
Happy Reading!
~~~~~~~~"Eh, sumpah gue baru liat hp pas pulang tadi. Maaf banget ya Nya."
"Nggak apa-apa kok kak."
Yerin menggeser duduknya agar Wendy bisa duduk di sebelahnya, hanya ada mereka bertiga sekarang, karena Sonya tidak mau yang lain tahu.
"Jevan udah ngehubungin lo?" tanya Wendy.
"Kak Jevan lagi nggak bisa dihubungin dia lagi sibuk banget, tadi pagi dia ada jadwal untuk pergi ke Paris. Jadi kita belum dapat kabar apa-apa."
"Asisten Jevan nggak bisa klarifikasi apa-apa tanpa persetujuan dia … gue harus gimana sekarang? Gue takut."
"Sonya, lo harus percaya sama kak Jevan. Gue yakin ini cuma gosip aja, kalian berdua itu udah tunangan dan mau menikah, nggak mungkin lah kak Jevan kayak begini, apa lagi kalian nggak pernah ada masalah."
"Erin benar Nya, lo tunggu kabar dari Jevan, biar lo tahu kebenarannya. Jangan dari berita simpang siur kayak gini."
Erin menepuk-nepuk bahu Sonya. "Awalnya dari mana sih berita ini? Gue belum lihat artikel yang lo kasih karena buru-buru buat pulang."
"Ada foto mereka berdua, kayaknya di ambil diam-diam. Di foto itu Jevan lagi ngerangkul Jesslyn, wajah mereka jelas banget."
Erin menghela napas, Wendy juga kelihatan bingung harus mengatakan apa.
"Apa dari pihak Jesslyn nggak ada penjelasan tentang berita ini?"
Sonya menghapus air matanya. "Aku yakin cewek itu senang dengan berita ini, dia saat pertama kali menjadi model untuk produk kecantikan milik Jevan, sepertinya sudah berniat untuk menarik perhatian Jevan."
"Hah? Sumpah Nya? Nggak tau diri banget sih?"
"Tapi dia tahu kan kalau kamu sama Jevan sudah mau menikah? Keterlaluan banget dia."
"Dia tahu, tapi soal rencana pernikahan kami memang tidak pernah di umbar ke publik. Aku takut mereka malah akan salah sangka kalau aku merebut Jevan setelah kasus ini."
"Nggak akan Nya, denger gue. Jevan pasti akan turun tangan untuk masalah ini, dia Cinta sama lo Nya. Bukan sama cewek lain."
"Dengerin kak Wendy, lo tenang dulu sampai dapat kabar dari Jevan, gue yakin berita ini akan sampai ke dia, dan dia akan menjelaskan semuanya."
~
Keesokan harinya Erin tiba-tiba di hadang oleh Cindy dan Jihan, sepertinya mereka sudah mendengar soal Sonya entah dari mana.
"Hah serius kak? Terus kak Sonya gimana? Kok kakak baru bilang sih?" Jihan agak kecewa saat Erin menceritakan tentang masalah Sonya.
"Sonya nggak mau kalian semua khawatir sama dia, selama ini kita tahunya Sonya sama kak Jevan selalu baik-baik aja kan, tapi ternyata Sonya yang selalu bersikap kalau semua baik-baik aja, nggak perlu ada yang dipermasalahkan."
"Terus kak Jevan gimana?"
"Gue belum ketemu lagi sama Sonya, gue rasa sih Jevan harusnya udah nge hubungin Sonya hari ini."
Cindy memijat dahinya. "Kenapa sih kiat tuh nggak bisa tenang barang sebentar aja? Masalah mulu!"
Jihan menjauhkan diri dari Cindy. "Jangan marah-marah dulu, sabar Cin sabar."
"Ya udah sekarang kita ke rumah Sonya aja deh, kayaknya dia udah pulang kerja." ajak Erin.
"Ayo Cin, jangan misuh-misuh aja. Kita harus cari tahu kebenarannya."
"Ngomong-ngomong kalian tau hari mana?" tanya Erin.
"Tadi di kampus heboh pada bilang Jesslyn punya pacar, tahu sendiri kan kalau dia itu fans nya banyak. Pas aku lihat kok di sebelah nya foto kak Jevan aku kaget banget, langsung bilang Cindy," jelas Jihan.
"Serius?" Erin menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya, sekarang Erin tahu kenapa Sonya takut seperti itu.
.
.
."Lo udah lihat berita kan? Terus kapan lo bakalan jelasin tentang hal ini? Lo serius kan sama Sonya?"
"Kamu nggak perlu nanya hal itu sama saya, bagi saya, Sonya cuma satu-satunya. Besok saya akan langsung balik, saya bakal langsung temuin Sonya. Cuma kamu tahu kan naik pesawat juga nggak akan jadi secepat yang saya mau, bilang sama Sonya untuk nunggu."
"Dia masih nangis di kamar, seengaknya habis ini lo telpon dia kek. Gue nggak suka banget liat Sonya nangis."
"Saya tahu, tolong jagain Sonya dulu selama saya belum pulang, karena kamu keluarganya Sonya cuma mau bilang. Selama ini Sonya cuma satu-satunya buat saya, dan dan nggak akan benar berani buat dia nangis atau kecewa sama saya."
Virgo mematikan ponselnya, lalu berjalan menuju kamar Sonya, kembarannya itu masih menangis. Padahal tadi saat yang lain datang dia mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Selama ini Virgo juga tahunya Sonya baik-baik saja, tapi ternyata itu semua hanya kedok.
Dia belum bisa menjadi saudara yang baik untuk Sonya.
.
.
.
.
.
~~~~~~~~~~~
Yang kayak gini sering banget terjadi di anatara Saudara.
Kalian berfikir bahwa kalian yang paling mengerti tentang keadaan keluarga kalian, tapi nyatanya kalian nggak tahu apa-apa. Pengalaman aja sih wkwkwwk.

KAMU SEDANG MEMBACA
𝑪𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝑲𝒊𝒕𝒂 0.2 [𝑻𝑨𝑬𝑹𝑰𝑵 𝒇𝒕 𝑩𝑨𝑵𝑮𝑪𝑯𝑰𝑵] ✔
Fanfiction[𝑬𝒏𝒅] [Romance/Drama] [Bisa dibaca terpisah dari Series sebelumnya, tapi lebih baik dibaca dari awal Series, biar lebih paham] [End] Ini cerita dari Erin dan Virgo. Tentang mereka yang menahan perasaan masing-masing. "Diam lo! muak g...