[𝑬𝒏𝒅]
[Romance/Drama]
[Bisa dibaca terpisah dari Series sebelumnya, tapi lebih baik dibaca dari awal Series, biar lebih paham]
[End]
Ini cerita dari Erin dan Virgo. Tentang mereka yang menahan perasaan masing-masing.
"Diam lo! muak g...
Cowok itu melirik dengan tidak minat, namun saat melihat dengan benar kearah Erin, jantungnya jadi berdetak dengan tidak beraturan. Kenapa semakin dilihat, cewek itu semakin cantik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh, jawab dong! Malah diem! Lo jangan kayak gitu kenapa sih, seolah-olah kayak nggak pernah liat cewek aja."
"Ck, iya cantik!" Virgo langsung terdiam setelah mengatakan itu, kenapa malah kata-kata itu yang keluar?
Cowok itu kembali berdecak, sementara Erin terkekeh kecil melihat wajah bete Virgo yang menurutnya sangat lucu itu.
"Lo sebenarnya mau ke mana sih? Sampai niat begini? Biasanya lo kan nggak peduli pakai baju apapun."
"Acaranya formal, di gedung. Masa gue pakai baju biasa, jarang-jarang nih gue milih dress kayak gini, lumayan bisa gue pakai lagi lain kali kalau ada acara kayak gini."
"Acara apaan?"
"Tunangan."
Virgo melebarkan matanya, jawaban yang Erin berikan benar-benar sangat ambigu.
"Eits, nggak usah kaget gitu dong, bukan gue yang tunangan, tapi temen gue. Kenapa lo jadi pucat gitu?"
"Makanya kalau ngasih tau tuh jangan setengah-setengah!" ucap cowok itu emosi.
"Dih kok galak? Lo aja yang pikirannya sempit! Lagian masa gue nggak ngomong-ngomong sama kalian kalai gue tunangan, lagian kalau itu acara gue, ngapain gue pergi sama lo, mending gue pergi sama calon gue lah."
"Udah sana cepat ganti baju lagi, nyebelin banget sih lo."
"Dih, baper banget lo. Begitu aja udah ngomel-ngomel."
Erin menoyor dahi Virgo membuat cowok itu menggeram kesal, namun cewek itu langsung berlari keruangan lain.
Sekitar dua puluh menit kemudian mereka berdua keluar dari butik, lalu mereka memutuskan untuk pergi ke mall yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana.
Seharusnya tadi Virgo bawa mobil saja, tapi Erin memintanya untuk membawa motor saja, kata Erin untuk menghindari kemacetan ibu kota, kalau naik motor bisa nyalip sana-sini.
"Mau ngapain nih?"
"Bebas."
"Nonton yuk?"
Virgo menganggukkan kepalanya, lalu terkejut saat Erin tiba-tiba mengaitkan lengan mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Minggu depan lo sibuk nggak?"
Cowok itu berdeham, dia tidak mau suaranya terdengar bergetar karena merasa gugup.
"Kenapa?"
"Temenin gue ke acara pertunangan teman gue, males gue datang sendirian yang lain pasti datang sama pacar atau suaminya."
"Makanya cari pacar."
"Cariin dong."
"Ya udah sama gue aja."
"Ogah."
"Lah tadi minta cariin, kebetulan kan gue lagi jomblo juga."
"Ya tapi nggak sama lo juga Virgo."
"Kenapa?"
"Temenan sama lo aja gue udah pusing, apa lagi pacaran? Gak deh makasih."
"Belum dicoba, lo udah berprasangka buruk kayak gitu."
"Apaan sih lo? kayaknya ngebet banget pacaran sama gue ya?"
Virgo hanya merapatkan bibirnya, tidak membalas apapun.
~~~
Sonya baru saja masuk ke dalam rumah hari ini dia menemani Jevan, calon suaminya yang baru saja kembali dari perjalanan dinas.
"Ah! Setan!"
Namun dia benar-benar kaget saat melihat Virgo muncul tiba-tiba di depannya dengan wajah muram.
"Apaan sih bego! Bikin kaget aja! Ah sialan lo gue kira setan! Anjir gue kaget banget!"
Hampir saja high heels nya melayang, kalau dia tidak menahan diri. Adiknya itu memang suka melakukan hal-hal konyol.
"Gue ditolak Erin!" rengek cowok itu.
Sonya mengerutkan dahinya. "Apaan sih? Lebay amat lo, dari dulu juga selalu ditolak. Ngaca makanya!"
"Lo nggak ada bela-belain nya jadi sodara. Bantuin gue kenapa sih."
"Lo nya bego, males gue bantuinnya! Lagian ya Go, sadar kenapa sih, Erin anggap lo itu cuma teman. Nggak usah maksain."
"Tapi gue kan suka dia."
"Tapi dia enggak. Eh gue nggak tau sih. Terserah lo deh, lo usaha aja tapi jangan aneh-aneh! Lo tau sendiri terakhir kali lo ngerencanain sesuatu, tuh anak malah ngejauhin lo."
"Terus gue harus usaha kayak gimana?"
"Ya kayak biasa aja, lo nantinya akan tahu, Erin punya rasa sama lo atau enggak. Belajar dari Yogi, smooth banget. Tapi berhasil tuh dapetin Jihan."
"Tapi Erin sama Jihan beda, kayak bumi sama langit."
"Nah itu ujian buat lo, setelah jadi playboy selama bertahun-tahun, karma yang lo dapet ya itu."
"Anjir."
"Keluarin deh tuh semua jurus lo buat naklukin cewek, ya walau gue nggak yakin sih mempan buat Erin."
"Ampas lo."
Sonya hanya mencibir lalu meninggalkan Virgo untuk pergi ke kamarnya.
Jeremy
Gimana caranya biar cewek yang kita suka bisa balik suka juga sama kita? <
> Lo nanya gue? > Kalau playboy kayak lo aja nggak tau > Apa lagi gue?
Bantuin mikir kenapa sih <
> Ngapain gue mikirin kisah Cinta orang > Gue aja sekarang jomblo > Mending gue mikirin urusan gue sendiri
Nggak guna lo <
> Udah tau nggak guna tapi masih aja nyari gue > Jangan-jangan yang lo suka itu gue
Najis <
. . . . . ~~~~~~~~~~~~~ Beri aku ide yang banyakkkkk Hueeeeeee Padahal pengen nyelesainbook ini kayak nyelesain Tanpa Tergesa, tapi udah beberapa minggu masih aja segini partnya :((((((
Btw minta 50 vote buat part ini sama part sebelumnya ya :)