13

219 6 2
                                    

Seorang gadis sedang mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya.
Saat gadis itu ingin bangun ada yg memeluknya dari belakang. Lalu gadis itu menoleh dan menghela nafas kasar.

"pak, bangun! Saya mau mandi, mau sholat" ucap Killa sambil memukul tangan Alif yg ada di perut nya.

Bukannya bangun, Alif malah menarik Killa ke dalam pelukkanya lagi dengan erat.

"PAK BANGUN!" ucap nya

Killa mencoba melepas tangan Alif tapi nihil, karna pelukannya erat sekali.

Tangannya terulur untuk mencapit hidung Alif.

1

2

3

Tangan Killa langsung di tepis oleh Alif "kamu mau buat saya mati?"

"tadinya sih nggk. Eh tapi di pikir-pikir boleh juga" ucap Killa

Alif menatap tajam Killa "emang kamu mau jadi janda?"

Killa mengerjapkan matanya "gapapa. Janda rasa perawan" ucap Killa santai

"oke, kalo gitu keperawanan kamu saya ambil sekarang" ucap Alif

Killa membelalakan matanya "nggk pak, bercanda doang, elah"

"saya serius"

"jangan ngadi-ngadi deh pak. Awas saya mau mandi" ucapnya

Killa bangkit dari duduk nya dan berjalan ke kamar mandi.

Selang beberapa menit, gadis itu sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju oversize dan hotpants.

Killa menatap Alif yg masih setia dengan tidur nya. "pak bangun! Sholat dulu" ucap Nya

"iya" Alif bangkit dari tidur nya dan berjalan ke arah Killa

Cup

Alif mencium kening sang istri "morning Kiss"

"PAK ALIF! SAYA UDAH WUDHU!" ucap nya. Dengan cepat Alif berlari ke kamar mandi. Dan beberapa menit kemudian Alif keluar kamar mandi dan melihat Killa yg sedang berdiri di depan pintu

"ngapain kamu? Ngintip saya?"

"idih pede amat. Saya tuh lagi nunggu bapak buat bales dendam"

Alif mengernyitkan dahi nya "bales dendam?"

"iya" ucap nya lalu memegang telapak tangan Alif dan langsung masuk ke kamar mandi.

Alif yg mengerti hanya terkekeh "tapi sayangnya saya belum ambil wudhu!" teriaknya

Killa yg mendengar itu membelalakan matanya "IHHHH"

"hahha kasian!"

Setelah mereka sholat mereka kembali di sibukan dengan kegiatan masing-masing. Killa sedang duduk di depan meja rias.

Tangannya beralih membuka plaster di leher nya. Lalu ia menghembuskan nafasnya kasar. Karna bekas itu masih belum hilang juga.

Tangannya mengusap kasar lehernya yg ada bekas itu, berharap akan hilang. Tapi tetep saja masih ada.

"ihh, gk ilang-ilang juga!. Mana mau kuliah lagi" gumamnya

"ini lagi bibir, masih bengkak aja! Kesel deh gw" ucap nya lalu mengacak rambut nya frustasi.

Killa beralih menatap Alif "pak"

"hmm"

"ini ngilanginnya gimana?" ucap Killa sambil mengusap leher nya

My Dosen My HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang