Rutinitas Rumah

89 2 0
                                        

Rutinitas ku di rumah dan di sekolah tentu sangat berbeda. Apalagi dengan adanya dia yang selalu menemani ku meskipun hanya dengan sambungan telefon yang tidak akan pernah terputus disaat kami berdua sedang di rumah.

Dia bernama "Audie Raynold"
Iya, dia adalah lelaki yang aku ceritakan pada awal bab pertama ku. dia yang mengubah ku seperti orang yang hilang arah.

Dari awal aku hanya berharap hanya menjadi seorang sahabat yang dekat dan tau sama lain tapi keadaan itu malah berputar. Tak ada yang tau tentang perasaan ku yang sebenarnya bahkan Rebecca. Tak ada yang tau selain aku dan hatiku.

Setiap pulang sekolah aku selalu menelfon dirinya atau kebalikannya entah mengapa itu menjadi rutinitas kita semenjak 4 bulan silam. kita tak pernah memutuskan jaringan telfon tersebut sampai koneksi yang memutuskan telefon itu. tetapi, jika kita masih terbangun kita akan mencoba untuk menelfon lagi.

Entah pembicaraan apa yang kita bicarakan selama kita telfonan tapi itulah yang membuat kita bisa di bilang 'unik' karena semua keadaan di rumahnya aku tau dan dia tau setiap kejadian di dalam rumahku. Sehingga , setiap kali di sekolah aku dan dia selalu mempunyai 'signal' yang tak bisa orang lain ketahui hanya aku dan dia.

Dengan menatap mata satu sama lain saja , kita sudah bisa merasakan apa yang ada di dalam pikirannya. Mungkin ini terasa aneh untuk hanya dianggap seorang 'sahabat' tapi inilah kita. yang menganggap satu sama lain hanya sekedar sahabat tapi semua orang menganggap kita ada 'kekasih yang terbatas' mungkin maksut mereka FRIENDZONE?

"Saa.. Main game yuk! Main game!!" Kata dia karena kebosanan yang ada.

"Main game apaa?" aku bertanya
"Game biasaaa" jawabnya singkat

Memang kita mempunyai satu game yang bisa menyambungkan kita berduadengan connection seperti game online tetapi ini lebih ke lomba menebak jawaban dengan category yang kita pilih.

selama permainan berlangsung kita asik bermain sampai akhinya sudah pukul 23:00. Sungguh bermain bersamanya itu tak akan kenal waktu selain keasikkan jika kalah membuat kita penasaran dan tak mau kalah.

"di.. udahan lah mainnya udah jam 11 malem kan besok sekolah" jelasku untuk menyudahi permainan

"biasanya juga sampe pagi..." jawabnya
"ya masa main teruss" jawab ku memberi kode supaya kita bisa tertidur agak cepat karena kemarin aku tidur jam 4 karena dia.

"yaudah deeh.. tidur ya.. jangan di matiin telfonnya. besok pulang sekolah main lagi. begadang ya' mintanya.

"iyaiyaaa besok lagi" jawabku pendek.

Setiap hari rutinitas ku adalah sekolah dan sampai dirumah aku hanya sibuk berbicara padanya bahkan terkadang satu harian penuh aku tidak berbicara pada orang tua ku. jika pada saudara-saudara ku sih masih karena kita masih di satu sekolah jadi,setiap pagi aku dan kakak-kakak ku satu mobil untuk pergi kesekolah dan pulang sekolah. Ya, mungkin jika Audi tau ini ia akan menjauh karena merasa bahwa dirinya telah menjauhkan ku dengan keluarga ku? Semoga tidak. sekaligus aku tidak berniat memberi taunya tentang ini. Aku hanya takut kehilangnnya...
Aku takut kehilangan rutinitas favorite ku....

Love Between FriendshipCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang